
Mobil Albi melaju cepat menuju Bandara menjemput sang kekasih yang sangat dia rindukan, sudah tiga hari mereka tidak bertemu, hanya memberi kabar lewat Media.
Karin pergi keluar negri setelah selesai pemakaman Bunda Albi, untuk menghadiri undangan dari temannya.
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya mobil yang di kendarai Albi pun memasuki pelataran parkiran Bandara tersebut.
Albi memarkirkan mobilnya dan segera turun dari mobil dan berjalan menuju ruang tunggu pintu keluar.
Setelah lima menit menunggu akhirnya yang di nanti pun tiba, Seorang gadis cantik berjalan dengan anggun menenteng sebuah tas kecil di tangannya dan mendorong sebuah koper dengan tangan satunya lagi.
Saat melihat kedatangan sang pujaan hati Albi pun segera berjalan mendekati, Karin tersenyum manis saat melihat sang kekasih berdiri di hadapan nya merentangkan tangan, Karin pun berjalan cepat dan menyambut pelukan sang kekasih yang sangat dia rindukan.
Setelah mereka saling melepas rindu, merekapun memutuskan untuk segera pulang, Albi mengambil alih koper yang Karin bawa dan karin bergelayun manja memegang tangan sang kekasih.
Merekapun segera berjalan menuju parkiran ,Albi duduk di belakang kemudi dan Karin duduk di samping Albi.
Mobil Albi pun melaju kencang menuju Apartemen Karin, sebuah Apartemen mewah yang Albi hadiah kan untuk sang kekasih.
"Sayang mau langsung pulang atau mau makan dulu"tanya Albi sambil mengelus rambut panjang Karin.
" Kita langsung pulang saja, aku belum lapar tadi sudah makan " Jawab karin.
Akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai ke parkiran Apartemen Karin mereka secepatnya turun dan segera naik kelantai tiga di mana tempat tinggal Karin berada.
Setelah sampai karin segera mengambil kunci dan membuka nya, merekapun segera masuk kedalam.
Albi duduk di sofa sedang kan karin masuk kedalam kamar untuk menaruh barang bawaan nya, setelah itu Karin pun kembali menemui Albi sambil membawa sebuah paper bag kecil di tangan nya.
"Sayang lihat ini apa yang aku bawa?" Karin menunjukan barang yang dia bawa, kemudian duduk manja di pangkuan Albi.
"Apa ini oleh-oleh buat aku?" Albi mengambil paper bag yang Karin bawa, dan segera membuka nya, dan ternyata isinya adalah sebuah jam tangan mahal, Albi pun segera memakainya.
"Terimakasih sayang" ucap Albi sambil mengecup sekilas bibir meraih sang kekasih.
Tangan Albi pun tidak tinggal diam , tangannya mulai mengerayam nakal menyusuri tubuh sang kekasih, mulai dari punggung, perut, dan menyusuri gunung kembar sang kekasih.
Napas mereka pun saling memburu diliputi nafsu, saat mereka sedang asik bercumbu dan hampir saja lupa daratan merekapun di sadarkan oleh dering telpon yang berbunyi di saku celana Albi.
Mereka pun terjingkat kaget, Albi tersadar dari perbuatannya yang hampir saja melewati batas.
"Astaga maaf Karin aku kebablasan!" Albi menurunkan sang kekasih dari pangkuannya, Kemudian berdiri dan mengangkat panggilan telpon nya.
Sementara itu karin sangat marah karena kegiatannya bersama sang kekasih terganggu.
Setelah selesai dengan urusannya di telpon Albi pun kembali menghampiri sang kekasih yang duduk di kursi sambil cemberut.
"Sayang aku pergi dulu ada sesuatu yang harus di urus" Albi mengecup sekilas bibir karin dan berbalik hendak beranjak pergi.
Karin segera berdiri dan memeluk Albi dari belakang"Sayang mau kemana , jangan pergi ayo kita lanjutkan yang tadi" ucap manja Karin.
"Tidak bisa sayang aku harus pergi, ada urusan" Albi melepaskan tangan karin dari tubuhnya dan segera berlalu meninggalkan karin yang terlihat sangat kesal.
Karin yang kesal mengambil bantal kursi dan melemparkannya, Kemudian Karin mengambil hawai nya dan menghubungi seseorang.
📲 Datang lah ke apartemen ku aku butuh pelampiasan (Karin)
Kemudian segera menutup panggilan telponnya sebelum orang yang dia hubungi menjawab nya.
Di sebrang sana seseorang yang Karin hubungi tersenyum bahagia dan segera pergi menuju apartemen Karin.
🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁
🍁SALAM SAYANG KANIA🍁
🍁🍁🍁