My Sister Is My Love

My Sister Is My Love
Makan Malam Bersama Karina



Sonia terbangun dari tidurnya, dia bangkit dari atas kasur dan berjalan gontai memasuki kamar mandi ,kemudian mandi dan bersiap untuk makan malam karena perutnya sudah terasa sangat lapar , setelah muntah tadi dia tidak makan apa-apa lagi Selain meminum air asam yang Mbok siti buat kan.


Sonia berjalan keluar kamar menuruni satu persatu anak tangga dan terus berjalan menuju keruangan makan.


Terlihat Mbok siti dan beberapa pelayan sedang sibuk mempersiapkan makanan dan menatanya di atas meja makan.


"Wah... banyak sekali makanannya malam ini Mbok, Ada acara apa ini?"tanya Sonia.


" Iya nyonya malam ini Tuan muda mau mengajak kekasih nya untuk makan malam di rumah ini"


"Oh..."


"Nyonya mau makan dahulu atau menunggu Tuan muda ?"


"Tentu saja aku akan menunggu mereka datang, tidak sopan rasanya kalau aku makan duluan sebelum tamu calon menantu rumah ini datang."


Sonia berjalan kembali meninggalkan ruang makan, Sonia duduk di ruang keluarga dan menyalakan televisi menunggu kedatangan Albi dan kekasih nya.


Setelah beberapa menit berlalu Akhirnya yang di tunggu pun tiba, Albi bergandengan tangan dengan Karin berjalan menuju Ruang makan.


"Akhirnya kalian datang juga, ayo kita makan."


Albi dan Karin pun duduk di kursi masing-masing.


"Albi jadi ini kekasih mu?, kau tidak memperkenalkan nya kepadaku?"


"Perkenalkan ini adalah Karina calon nyonya di rumah ini " ucap Albi.


"Oh ya... baru calon kan, perkenalkan aku Sonia Nyonya besar di rumah ini" ucap Sonia Angkuh.


"Jadi ini wanita penggoda yang menjerat Om Agung, hmm... kalau di lihat dari penampilan mu sangat jelas terlihat kau adalah wanita murahan" ucap Karin mengejek.


"Heheh.... orang yang suka menghina orang lain itu biasanya dia lebih buruk dari orang yang di hina nya" Sonia tidak kalah sinis.


"Sudah lah kalian mau makan atau.mau bertengkar??" ucap Albi.


Merekapun terdiam dan mulai mengambil makanan dan memakan nya tampa mengeluarkan suara.


Setelah selesai makan mereka bertiga pun duduk di.ruang keluarga.


"Mbok tolong buatkan Air asam seperti kemarin ya" ucap Sonia


"Iya Nyonya, tuan muda dan Nona karin mau sekalian di buatkan minuman juga"


"Iya Mbok boleh Albi minta air teh hangar saja"


"Aku mau Air lemon saja Mbok"


Mbok Siti pun mengangguk dan segera pergi ke dapur membuat kan minuman pesanan majikannya, Setelah selesai membuat nya Mbok Siti pun segera kembali dan menyimpan nampan berisi tiga gelas minuman dan beberapa macam cemilan di atas meja.


"Terimakasih Mbok, " Sonia segera mengambil gelas minuman yang dia ingin kan, dan segera meminumnya.


"cuh....minuman apa ini rasanya tidak enak " Karin memuntahkan kembali air lemon yang dia minum.


"Ih...dasar jorok kenapa kau memuntahkan minuman mu di sini" Sonia berteriak


"Heh... tidak tahu diri, bukannya berterimakasih sudah di buatkan minuman malah marah marah tidak jelas" ucap Sonia menatap tajam Ke arah Karin.


"Astaga kenapa kalian selalu bertengkar " ucap Albi.


"Sayang minuman nya tidak enak aku tidak suka lemon pake gula, aku lebih suka lemon yang tanpa gula"


"Maaf non karin Si Mbok lupa "


"Sudah sana tunggu apa lagi buatkan lagi, Sayang kalau pembantu tidak becus sudah pecat saja" ucap Karin kepada Albi.


"Heh... enak saja main pecat pecat memangnya kau siapa jangan sembarangan di rumah ini." karena kesal dengan sikap karin Sonia menjambak rambut Karin .


"Aw...sakit..sakit...lepaskan tangan mu dasar wanita sialan" Karin berusaha melepaskan rambut nya dari tangan Sonia.


"Astaga" Albi pun membantu Karin untuk melepaskan tangan Sonia


"Sonia lepaskan tangan mu ,kasian karin"


"Aku harus memberi pelajaran pada wanita sombong ini."


Sonia pun melepaskan rambut karin yang dia jambak dan sedikit mendorong nya sehingga karin pun terjungkal kedepan.


"Albi aku tidak suka, wanita ini putuskan saja cari wanita lain." Ucap Sonia


"Heh...apa hak mu melarang Albi berhubungan dengan ku, dan menyuruh nya memutuskan hubungan kami."


"Aku...tentu saja aku punya hak karena Aku adalah ibunya."


"Ibu tiri saja bangga"


"Aku ibu tiri Albi , nyonya besar di rumah ini dan sebentar lagi akan menjadi ibu pewaris Hendrayana dan bayi yqng aku kandung adalah adik nya Albi jadi kedudukan ku di sini lebih tinggi dari pada kamu, yang hanya kekasih Albi" ucap Sonia jumawa.


Albi hanya diam tidak bisa melakukan apa pun saat menyaksikan dua wanita yang selalu bersitegang.


"Sayang kenapa diam saja bukannya membelaku" Karin cemberut.


"Sudah biarkan saja kita tidak akan Memang jika berdebat dengan wanita ular itu." ucap Albi.


"Hah... Sudah malam aku mau istirahat ,oh ya Albi segera antar kan wanita mu pulang ,aku tidak mengijin kan dia berlama-lama di sini , dan satu lagi setelah mengantar nya pulang cepat lah kembali jangan sampai tergoda dan terjebak oleh permainan licik perempuan itu."


Sona pun segera berjalan menaiki satu persatu anak tangga dan segera menuju kamarnya untuk beristirahat.


"Albi kenapa diam saja lihat lah sikap dia seperti pemilik rumah ini saja, kamu jangan kalah sama ibu tiri mu Albi"


"Sudah lah biarkan saja ,ayo kita Jalan-jalan keluar saja yu"


Albi menarik tangan Karina dan membawa nya keluar rumah untuk berjalan-jalan.


🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁


🍁SALAM SAYANG KANIA🍁


🍁🍁🍁