My Sister Is My Love

My Sister Is My Love
Mencari Elin



Albi duduk di ruang makan sendirian, ia merasa kesepian walau pun kehadiran Elin hanya beberapa hari tetapi membuat rumah tersebut terasa hidup dengan celoteh dan kelakuan konyol sang Adik tiri.


"Mbok...mbok Siti"


Albi sedikit berteriak memanggil kepala pelayan di rumah itu.


"Iya tuan muda, apa ada yang bisa saya bantu?"


Mbok siti berjalan cepat menghampiri Albi


"Mbok tolong panggilkan Elin, suruh dia untuk turun dan sarapan"


"Maaf tuan muda , bukannya tuan muda yang mengusir nona Elin, dan dari kemarin nona Elin tidak pulang kerumah ini."


"Deg" Albi kaget saat mendengar jika Elin tidak pulang kerumah dari kemarin.


"Elin tidak pulang dari kemarin dan mbok tidak mengatakan nya kepada Albi!"


"Maaf tuan melihat situasi seperti kemarin saya tidak berani mengganggu tuan."


"Astaga Mbok, tapi kan ini darurat mbok, mbok tahu Elin pergi kemana?"


"Mbok tidak tahu, hanya saja kemarin neng Elin nelpon mbok dan mengatakan jika tuan muda sangat marah kepadanya dan tidak mau kembali kerumah ini, karena tuan muda mengusirnya."


"Astaga anak itu!!"


"Tuan muda mungkin saja neng Elin ada di Apartemen Nyonya Sonia!"


"Berikan Alamatnya, Albi akan menyusulnya ke sana."


Mbok siti pun memberikan Alamat apartemen Sonia kepada Albi dan Albi pun pergi mencari Elin kesana.


Sebelumnya Albi datang dulu kekantor Hendrayana, ia menemui Pak Bram terlebih dahulu.


Albi berjalan dan masuk kedalam ruangannya, Pak Bram pun sudah berada disana.


"Pagi Bos muda?"


"Pagi Pa Bram, hari ini apa ada jadwal pertemuan penting pak?"


"Untuk hari ini, tidak ada jadwal pertemuan keluar."


"Pak Bram , hari ini Albi izin tidak bekerja dulu."


"Memangnya mau kemana , apa ada urusan penyiang?'


" Albi mau mencari Elin, Elin pergi dari rumah dari kemarin dia tidak pulang."


"Kalian bertengkar?"


"Aku memarahinya karena kesal, dan menyuruhnya pergi dan tidak boleh muncul lagi di hadang ku!"


"Astaga Albi, kasihan anak itu !"


"Aku sangat kesal, dia merusak motor ku."


"Hanya motor Albi, Kamu sampai memutuskan persodaraan kalian yang baru saja terjalin, Elin itu masih labil, mungkin saja dia bersikap seperti itu karena mencari perhatian , soalnya dia itu kesepian."


"Iya aku menyesal sudah berkata kasar kepadanya"


"Ya sudah sana cari dia secepatnya dan bujuk supaya mau kembali."


"Iya Pak Bram, Albi pergi dulu."


Albi pun segera pergi untuk mencari Elin, Albi mencari ie apartemen di mana dulu Elin dan Sonia tinggal tetapi di sana tidak ada siapapun.


Kemudian Albi memutuskan untuk menunggu Elin di depan gerbang sekolahnya, mungkin saja Elin sekolah.


Waktu yang di tunggu pun tiba, dan pelajar yang belajar di sana berhamburan pulang, tetapi Albi tidak menemukan Elin.


"Permisi dek.. kenal Evelin kelas 12 tidak?"


"OMG... ganteng banget sih kakak, Evelin siapa ya kakak"


"Evelin Chandara, kelas 12"


"Oh... Elin, tentu saja kenal, saya kan teman sebangku Elin."


"Elin nya sekarang di mana?"


"Tidak tahu, hari ini Elin tidak masuk sekolah."


"Oh begitu ya, kira-kira kemana ya Elin?"


"Mungkin sakit, ada di rumahnya,Entah lah tidak ada kabar hp nya saja tidak aktif, mau titip pesan besok kalau Elin masuh aku sampaikan."


"Tidak Terimakasih"


Albi pun pergi dan kembali mencari Elin, ketaman-taman, ke mall tapi nihil ia tidak menemukan keberadaan Elin.


Albi pun semakin gelisah takut terjadi sesuatu kepada adik tirinya tersebut.


Albi merasa sangat lelah dari pagi sampai sore mencari keberadaan Elin, Albi pun memutuskan kembali ke rumah dan akan bertanya kepada mbok siti.


Sesampainya di rumah Albi mencari keberadaan mbok siti.


"Mbok, Albi sudah mencari Elin kemana-mana tetapi tidak menemukan Elin, kira-kira Elin ada di mana?"


Mbok siti berpikir sejenak, Kemudian tersenyum.


"Tuan muda apa mungkin neng Elin pulang ke kampung halamannya?"


"Di.mana itu mbok, mbok tahu tempatnya?"


"Iya Mbok tahu, mbok dulu pernah mengantar Nyonya Rasya kesana."


"ops"


Mbok siti langsung menutup mulutnya karena keceplosan.


"Maksud Mbok apa, Mbok pernah kerumah Sonia dengan Bunda, untuk apa dan kapan ?"


"Maaf Tuan Muda, mbok salah bicara!"


"Katakan mbok kapan dan mau apa Mbok ke rumah sonia dengan Bunda?"


Mbok Siti menunduk takut jika Albi marah.


"Setahun yang lalu, saat menjemput Nyonya Sonia dan Neng Elin."


"Jadi Bunda sudah lama mengenal Sonia?"


"Iya saat neng Elin baru lahir."


"Ada hubungan apa antara Bunda dan Sonia."


"Saya tidak Tahu, Tuan muda kalau mau pergi kesana sebaiknya sekarang saja supaya kita tidak kemalaman di jalan, soalnya tempatnya lumayan jauh."


"Ya sudah ayo kita pergi."


Mbok siti lega karena bisa mengalihkan pertanyaan Albi tentang hubungan antara nyonya Rasya dan nyonya Sonia, karena mbok siti bingung haris menjelaskan seperti apa.


Albi dan Mbok siti pun segera pergi dengan menaiki mobil Albi, menuju sebuah desa yang dulu pernah di tinggali oleh Sonia dan Elin.


🍁TERIMAKASI SUDAH MAMPIR🍁


🍁SALAM SAYANG KANIA🍁


🍁🍁🍁