
🍁Pagi hari di rumah Hendrayana🍁
"Pagi Mbok"
"Pagi juga Neng Elin"
"Emm... wangi amat mbok nasi gorengnya , Memang ya Mbok Siti ini juara"
Elin mengacungkan dua jempol tangannya kepada Mbok Siti.
"Ah Neng biasa saja, kan si Mbok jadi gr nanti kalau di puji."
"Heheh... beneran ko Mbok masakan mbok memang enak"
"Si Mbok memang pandai memasak , makanya kamu belajar masak sama si mbok dari pada keluyuran ga Jelas"
Ucap Albi yang baru datang dan langsung ikut nyambung dengan obrolan Elin dan Mbok Siti.
"Eh..sut...sutt... mbok, tadi Elin dengar ada yang bicara tapi wujudnya tidak ada ya Mbok?"
"Peletak..." Albi menjitak kening Elin.
"Aw...Elin mengusap keningnya yang terasa sakit.
"Eh Abang, nyambar aja abang tuh kaya petir!"
" Hmm..." Albi hanya berdehem.
"Abang, hari ini abang yang antar Elin Ke sekolah ya, sekalian abang pergi kerja."
"Tidak bisa pagi ini aku ada rapat, lagi pula kita tidak searah jadi tidak bisa pergi bersama."
"Is... jadi Elin naik apa Dong?"
"Terserah ,mau naik taksi bisa, naik gojek bisa.'
" Mana ongkosnya Abang?"
Elin menengadahkan tangannya kepada Albi.
"Bukan kah kemarin sudah aku beri itu uang untuk satu minggu, jangan bilang uang yang aku berikan kemarin sudah habis!"
Albi mengangkat sebelah alisnya sambil menelisik wajah Elin.
"Uang nya masih ada Abang, cuma sayang kalau di habiskan buat ongkos."
"Ya sudah kau bisa lihat di parkiran banyak kendaraan kau bisa mengunakan nya mana pun yang kau mau,"
"Benarkah manapun yang Elin suka boleh Elin pakai?"
"Iya tetu saja, asal jangan mobil kesayangan ku, karena mobil itu mau aku pakai."
"Ok siap Abang ku"
Elin memberi hormat kepada Albi. Albi hanya mengangguk menanggapi Adik tirinya tersebut.
Kemudian merekapun sarapan Bersama dalam diam, Setelah selesai sarapan Albi segera beranjak dari tempat duduk nya.
"Mbok, Albi berangkat dulu, nanti berikan kunci kepada Elin."
"Baik Tuan muda, tapi kunci yang mana ya ?"
"Terserah dia saja mau memakai kendaraan yang mana, mbok berikan saja kunci dan STNK nya.'"
"Baik tian muda"
"Elin aku berangkat duluan, dengar pulang sekolah langsung pulang ke rumah jangan kelayapan kemana pun, kalau mau pergi izin dulu pada ku atau pada mbok Siti."
Albi pun segera berangkat kekantor Hendrayana.
"Mbok ,Elin juga mau berangkat sekolah takut kesiangan."
"Ayo Neng Mbok antar ke garasi, neng Elin mau bawa kendaraan yang mana?"
Mbok siti dan Elin pun berjalan menuju garasi rumah tersebut, Di sana ter pampang beberapa mobil mewah dan dua buah motor besar, Elin berkeliling mencari sekiranya kendaraan mana yang bisa dia kendarai.
Akhirnya pilihan Elin jatuh pada sebuah motor besar keluaran terbaru yang sangat membuat Elin kagum sampai ia memeluk motor tersebut.
"Mbok Elin mau pake motor ini"
"Tapi Neng??"
Mbok Siti sempat terdiam sejenak, pasalnya motor tersebut adalah motor Albi yang baru saja Albi beli seminggu yang lalu, dan Albi tidak mengijinkan siapa pun menggunakan nya.
"Tapi kenapa Mbok, bukan nya tadi Mbok dengar kan kalau Abang mengijinkan Elin memakai kendaraan mana oun yang Elin mau."
"Iya Neng , maksud si Mbok, neng kan perempuan jadi lebih baik neng bawa motor metik atau bawa mobil saja neng"
"No mbok, Elin mau motor ini, Lihat mbok keren kan kalau Elin membawa motor ini ke sekolah."
Elin naik dan duduk di atas motor tersebut.
"Buruan Mbok mana kuncinya, Elin takut kesiangan."
Akhirnya Mbok Siti pun berjalan mengambil kunci motor tersebut dan menyerahkan nya kepada Elin.
"Ini neng Kuncinya"
"Terimakasih Mbok"
Elin segera mengambil kunci dari tangan Mbok siti, kemudian ia memakai helm dan segera pergi melajukan motornya ke sekolah.
"Astaga Mbok lupa ini STNK nya tidak mbok kasih ke neng Elin."
"Sudah lah mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa"
Mbok siti bergumam sendiri.
Saat sudah masuk ke parkiran sekolah banyak mata yang memandang , merasa heran dan penasaran jika ada yang memakai motor keren Ke sekolah tersebut.
"Elin pun memarkirkan motor yang dia kendarai dan segera turun tidak lupa membuka helm dan menyimpannya di atas motor.
" Elin...." Susan menghampiri Elin.
"Hai Susan"
"Elin motor mu keren "
"Iya dong, tapi bukan motor ku ini aku cuma pinjam."
"Siapa orang yang kasih pinjam motor sekeren ini, ko bisa?
" Bisa lah ,Abang ku yang kasih pinjam, maksudnya Abang tiri ku nanti lain kali aku kenalkan dia pada mu."
"Ok"
Elin dan Susan pun berjalan menuju kelas nya untuk mengikuti pelajaran seperti biasanya.
🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁
🍁SALAM SAYANG KANIA 🍁
🍁🍁🍁