My Sister Is My Love

My Sister Is My Love
Pesan Bunda



Albi sampai ke rumah masih diliputi oleh amarah, dia berlari masuk kedalam kamar dan membanting seluruh barang yang bisa dia raih.


Dia adalah Albi Rasya Hendrayana, putra semata wayang dari pasangan Rasya putri dan Agung Hendrayana, seorang CEO dari perusahaan yang mem produksi susu kemasan terbesar di negara ini.


Albi adalah pewaris tunggal perusahaan Hendrayana, saat ini Albi baru berusia 24 tahun, Albi baru saja menyelesaikan S1 nya .


Rasya putri ibunda Albi sudah sudah lama menderita penyakit kangker otak, selama lima tahun ini beliau duduk di kursi roda, pengobatan sudah mereka lakukan di luar negri atau pun di dalam negri, tetapi tidak mendapat kan hasil, saat ini kondisinya sudah semakin lemah.


Ibunda Albi yang mendengar kegaduhan di kamar putranya, meminta perawat untuk membawanya menemui sang putra.


"Siska bawa aku ke kamar Albi" Ucap Bunda Rasya


"Baik bu" ucap Siska, mendorong kursi roda yang di duduki Bunda Rasya.


Setelah sampai di depan pintu kamar sang putra, bunda Rasya mengetuk pintu kamar tersebut, sambil memanggil nama sang putra.


Tidak lama kemudian pintu kamar pun terbuka, terlihat kondisi kamar yang berantakan dan mata Albi yang sedikit sembab karena menangis.


"Bunda ada apa kemari? kalau bunda butuh apa-apa biar Albi yang menemui bunda!" ucap Albi sambil bersimpuh duduk di lantai menghadap sang Bunda.


"Ada apa nak? " Tanya Bunda kepada sang putra, "kamu bertengkar lagi dengan Ayah mu," lanjut Bunda sambil menghela napas berat.


Albi hanya diam tidak mengucapkan sepatah kata pun, dia hanya tertunduk di hadapan Bunda.


"Ayo Nak bangun , kita bicara di taman belakang sudah lama bunda tidak pergi ke taman belakang," ucap bunda


Albi pun berdiri dan mengambil alih kursi roda dari tangan perawat yang bertugas merawat Bundanya, kemudian Albi mendorong kursi roda tersebut ke taman belakang rumahnya, Albi pun duduk di kursi taman, sedangkan Bunda duduk di kursi roda menghadap sang putra.


"Albi sudah hampir Lima tahun bunda sakit dan duduk di kursi roda ini, saat ini bunda merasa kalau tubuh Bunda pun semakin lemah." tutur bunda,


"Bunda jangan bicara seperti itu, Albi akan membawa bunda berobat ke dokter yang lebih bagus bun" ucap Albi tidak terasa Albi pun meneteskan air mata.


"Albi bunda tidak mau kemana-mana lagi, bunda sudah capek berjuang melawan penyakit ini, bunda hanya ingin melihat orang yang bunda sayangi hidup bahagia," ucap bunda.


"Albi, jika suatu saat Ayah mu menikah lagi, kamu tidak perlu marah dan memusuhinya, biarkan saja " lanjut bunda.


Albi mengepalkan tangannya, mengingat kembali kelakuan sang Ayah yang tadi dia lihat sendiri.


"Albi cari dan kejar kehidupan dan masa depan mu sendiri, tidak perlu mencampuri kehidupan Ayah mu, biarkan saja dia mencari kehidupannya sendiri." ucap bunda.


"Tapi bun, Albi tidak suka jika melihat Ayah mengkhianati Bunda" ucap Albi sambil memeluk sang bunda.


"Wajar jika Ayahmu berbuat seperti iyu Albi, karena sudah lima tahun bunda tidak pernah memenuhi kebutuhannya , dan ayah mu pria normal yang membutuhkan pelampiasan." ucap bunda


Kemudian perawat menghampiri Bunda dan Albi yang sedang berbincang di taman belakang.


"Maaf bunda, pak Albi saya mengganggu , sekarang sudah saat nya Bunda minum obat dan beristirahat" ucap sang perawat.


"Baik lah, biar Albi yang antar bunda ke kamar" ucap Albi


Kemudian Albi kembali mendorong kursi roda yang di duduki Bunda, Albi membawa bunda ke kamarnya, albi pun menggendong bunda dan mendudukkan bunda di atas kasur setelah itu Albi pun kembali ke kamarnya yang sudah di bersihkan dan di rapihkan oleh para pelayan.


🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁


🍁SALAM SAYANG KANIA🍁


🍁🍁🍁