My Sister Is My Love

My Sister Is My Love
Membujuk Elin



Perjalanan dari kota ke desa tersebut memang jauh, jalan yang berliku dan penerangan yang masih minim, dan sepanjang jalan hanya pohon besar di antara sebelah kiri dan sebelah kanan jalan.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat jam perjalanan, Mobil yang Albi kendarai mulai memasuki pemukiman penduduk.


"Tuan muda di depan ada sebuah warung kecil, kita berhenti di sana."


Albi mengangguk, ia berhenti di depan sebuah warung kecil yang sudah tutup, di samping warung tersebut ada sebuah rumah kecil tetapi terlihat rapih dan bersih, ada beberapa pot bunga sebagai penghias di depan teras rumah tersebut.


Albi dan mbok siti pun keluar dari dalam mobil tersebut dan mereka pun berjalan menuju rumah yang ada di depan mereka.


Mbok siti mengetuk pintu pintu rumah tersebut.


'tok...tok...tok..."


setelah beberapa kali ketukan terdengar dari dalam seperti ada orang yang membuka kunci pintu tersebut.


Elin membuka sedikit pintu dan mengintip siapa yang datang, Elin pun kaget melihat siapa yang datang malam-malam begini.


"Mbok..." Elin memeluk Mbok siti sambil menangis.


Kemudian Elin mempersilahkan Mbok siti masuk kedalam rumah, sedangkan seseorang yang berdiri di samping mbok siti sama sekali tidak Elin pedulikan.


Mbok siti, Elin dan Albi pun masuk kedalam rumah, mereka duduk di kursi tamu rumah tersebut.


Mbok siti duduk di samping Elin sedangkan Albi duduk di depan Elin, suasana hening sesaat, dan mbok siti pun berdehem untuk mencairkan suasana.


"Ehm... Neng Elin, mbok ikut kekamar mandi ya."


Elin mengangguk dan Mbok siti pun beranjak pergi kedapur dan diam di sana, sengaja memberikan waktu untuk Elin dan Albi untuk bicara menyelesaikan masalah mereka.


Albi berpindah tempat duduk ia duduk di samping Elin, Saat Elin akan beranjak Albi pun dengan sigap menarik tangan Elin sehingga Elin terduduk kembali.


"Untuk apa abang kemari?"


"Tentu saja untuk menemui mu dan membawamu kembali."


"Tidak mau, bukan kah abang tidak mau melihat Elin lagi dan mengusir Elin.'


" Abang minta maaf, abang sudah bicara kasar, abang sedang Emosi kemarin."


"Sutt..." Albi menutup mulut Elin dengan jari telunjuknya.


"Abang minta maaf, abang sudah berkata kasar yang tidak semestinya abang ucapkan."


Albi memeluk Elin dan menyandarkan kepala Elin di dada bidang nya. Tangisan Elin pun semakin pecah, Albi membiarkan adik tirinya itu menangis untuk melepaskan beban di hatinya, Albi pun mengelus rambut kepala Elin dan memeluknya Erat.


Hati Albi pun merasa seperti teriris saat mendengar tangisan pilu Elin. beberapa saat Elin menangis dan sesenggukan.


"Abang minta maaf, sudah menyakiti Elin, lupakan saja kata-kata abang kemarin ya, kita kan saudara wajar jika ada selisih paham tapi jangan berlarut-larut ya."


Albi mencium kening Elin, dan Elin pun mengangguk mengerti yang abangnya ucapkan barusan.


"Abang Elin minta maaf, selalu bikin abang repot."


"Iya, maaf kalau abang juga terlalu kasar pada Elin, kan abang baru kali ini punya adik, jadi belum terbiasa."


"Iya abang kan abang jadi lain kali harus ngalah ya,"


"iya Elin jangan kabur lagi janji ya, abang akan bersikap menjadi abang yg baik buat Elin, walau pun sebenernya abang muak sama si Sonia."


"Is... abang jangan gitu kan di perut mommy sekarang ada adik abang juga."


"Astaga jadi wanita ular itu benar-benar sedang mengandung."


"Abang is... kalau mommy wanita ular ,Elin apa dong."


"Ya sama titisan ular juga ,Heheh..."


🤣🤣🤣🤣


Akhirnya Elin dan Albi pun baikan kembali, Mbok siti yang mengintip dari pintu dapur tersenyum melihat kedekatan sodara tiri yang baru baikan itu.


🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁


🍁SALAM SAYANG KANIA🍁


🍁🍁🍁