
"Mbok buatkan saya kopi dong"
"Lelah joko biasanya juga kamu buat kopi sendiri."
"Beda Mbok kalau Mbok yang buat rasanya lebih enak."
"Alah...manja kamu Joko, ya sudah sini si mbok buatkan."
Mbok siti pun membuat kopi untuk Joko. dan menaruhnya di atas meja dekat dengan kursi yang joko duduki.
"Mbok, Ternyata ya nyonya Sonia itu wanita hebat, tidak nyangka saya mbok"
"Hebat gimana maksudnya?"
"Tadi malam saat menjemput Tuan muda, Nyonya Sonia itu bertindak seperti bukan seorang ibu yang menjemput anak nya tetapi seperti seorang istri yang memergoki suaminya selingkuh hahah..."
"Owalah... seperti itu joko."
"Iya mbok, saat itu Tuan muda sedang bercumbu di atas ranjang, non karin sudah tidak mengenakan sehelai benang pun, dan baju kemeja tuan muda pun sudah terbuka, Nyonya Sonia dengan sigap langsung menjambak rambut non Karin dan mendorongnya sampai jatuh kelantai."
"Astagfirullah, kenapa Tuan muda jadi seperti itu, pantas saja tuan besar tidak suka dengan hubungan mereka."
"Iya mbok Tuan muda kan lelaki normal mana mungkin menolak ajakan seorang wanita cantik, untung saja kita datang tepat waktu, kalau tidak mungkin sudah terjadi hal itu mbok"
"Ya Allah Gusti , Tuan muda memang keras kepala, semoga saja dengan kejadian ini Tuan Muda bisa sadar wanita seperti apa kekasihnya itu,"
"Ya Mbok, awalnya aku pikir nyonya Sonia itu jahat hanya ingin harta Tuan besar saja, tetapi setelah aku melihat tindakan nya menolong Tuan Albi semalam aku rasa nyonya Sonia orang baik, dan tidak mau jika Tuan Albi terjebak hal yang tidak baik."
"Iya mudah-mudah saja Nyonya Sonia memiliki Niat baik dan tulus , karena walau pun si mbok lihat Nyonya sonia dan Tuan Albi sering bertengkar tetapi setidaknya Tuan Albi mau menuruti perkataan Nyonya Sonia,"
"Lihat saja akhir-akhir ini tuan muda lebih sering makan malam bersama padahal kan biasanya setiap.hari tuan muda selalu makan di luar bersama kekasihnya."
"Iya Mbok mudah-mudah saja, Atau....jangan-jangan Nyonya sonia suka sama Tuan muda?"
"Suka bagai mana maksudnya?'
"Sembarangan kalau ngomong kamu Joko.... Cinta gundul mu, cepat habiskan kopinya dan pergi sana jemput neng Elin Ke sekolah, jangan sampai terlambat kasihan."
Mbok siti memukul kaki Joko dengan sapu lidi yang sedang dia pegang, Joko pun meringis kesakitan dan mengusap-usap kakinya yang terasa sedikit sakit, kemudian segera meminum kopinya dan segera pergi untuk menjemput Elin di sekolah nya.
Semen tara itu, Karin datang kekantor Albi menemui sang kekasih, walau pun dengan hati yang masih kesal karena kegiatan nya semalam terganggu.
Karin berjalan menuju pintu ruangan Albi dan membuka pintu tersebut kemudian masuk dan berjalan menghampiri Albi yang sedang berkutat dengan pekerjaan nya.
"Hai...sayang, boleh aku masuk, aku tidak mengganggu kan."
Albi mengarahkan pandangannya kearah suara kemudian berdiri dari tempatnya duduk dan menghampiri kekasih nya dan memeluk sang kekasih.
"Tidak sayang tidak mengganggu ko, ayo kira duduk"
Albi dan karin duduk perampingan di kursi sofa yang berada di ruangan tersebut.
"Sayang kenapa tidak menghubungi ku, untuk meminta maaf, semalam kau meninggalkan ku sendiruan dan ibu titi mu itu menyakitiku!"
"Maaf sayang aku belum sempat menghubungi mu, rencananya setelah pulang kerja aku akan mengajak mu jalan.*
" Aku mau sekarang, aku mau membeli Tas keluaran terbaru ."
"Iya tentu saja sayang, apapun yang kau inginkan akan aku berikan, sebentar ya aku selesaikan dulu sedikit lagi pekerjaan ku."
Karin pun mengangguk dan diam duduk di kursi, sedangkan Albi kembali duduk di kursi kebesarannya dan melanjutkan sedikit lagi pekerjaan yang sempat tertunda barusan.
Setelah itu Albi pun mengajak sang kekasih berbelanja dan bukan hanya tas tetapi, baju ,sepatu dan beberapa macam barang lainnya yang karin beli, tentu saja Albi hanya bertugas sebagai orang yang menenteng belanjaan dan membayarnya.
🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁
🍁SALAM SAYANG KANIA🍁
🍁🍁🍁