
Setelah sampai di rumah kediaman Hendrayana, Joko memapah Albi menuju kamarnya, Albi yang berjalan sempoyongan membuat koko sedikit kesulitan.
Sementara itu Sonia berjalan ke arah dapur menemui Mbok Siti, yang sedang duduk berbincang dengan para pelayan lain.
"Mbok tolong buatkan Air asep tanpa gula ya nanti bawa kekamar Albi."
"Iya baik nyonya."
Mbok siti pun segera membuatkan Air asem pesanan majikannya.
Sonia berjalan menaiki satu persatu anak tangga dan terus berjalan menuju kamar Albi, Terlihat Albi sedang duduk di atas ranjang sambil memegangi kepalanya yang sedikit pusing, dan joko berdiri di sebelahnya.
Sonia berjalan mendekati Albi kemudian menjewer telinga Albi sehingga yang punya telinga pun berteriak kesakitan.
"Aw...sakit...sakit...sakit....Ampun tolong lepaskan."
"Rasakan ini pelajaran buat anak bandel kaya kamu"
Sonia semakin kuat menarik telinga Albi, sehingga Albi berdiri mendekat ke arahnya , Sonia berjalan menuju kamar mandi dan Albi pun mengikuti langkah sang ibu tiri karena telinganya masih di jewer oleh Sonia.
"Ampun...lepaskan nanti telingaku putus dasar ibu tiri jahat...." teriak Albi sambil berusaha melepaskan tangan Sonia dari telinganya.
Sonia melepaskan tangannya dari telinga Albi dan menyalakan air shower dan mengarahkannya tepat kemuka Albi.
"Cuci mukamu, dan cuci otak mu supaya bisa berpikir jernih."
Albi pun basah kuyup, Setelah itu Sonia keluar dari kamar mandi sambil melemparkan handuk ke arah Albi dan Albi pun menangkap handuk tersebut.
Setelah itu Sonia berjalan menuju lemari pakaian Albi dan mengambil baju,celana dan dalam untuk Albi kenakan, dan menyimpannya di kastop kamar mandi.
Setelah selesai berganti pakaian Albi pun keluar dari kamar mandi berjalan menuju ranjangnya kemudian duduk di pinggir ranjang.
Mbok Siti pun datang dengan membawa segelas Air asan jawa dan menyerahkan nya kepada Sonia.
"Terimakasih Mbok"
Sonia menyerahkan air asam tersebut kepada Albi, mau tidak mau Albi pun meminumnya, dan saat minuman itu mulai masuk kedalam mulutnya Albi pun berniat memuntahkan nya karena minumannya sangat asam, tetapi dengan sigap Sonia mencubit hidung Albi dengan sangat kuat, ibu jari dan telunjuknya mengapit hidung mancung Albi sehingga minuman itu tidak jadi di muntah kan oleh Albi dan langsung masuk kedalam tenggorokan Albi.
Albi bergidik keaseman.
"Anak baik hebat sekali minumannya sampai habis."
"Dasar ibu tiri durjana selalu melakukan penyiksaan, nanti aku laporkan kepada ka seto"
"Laporkan saja aku tidak takut, lagi pula tidak ada hukum yang akan menghukum seorang ibu yang melarang anak nya berbuat tidak baik"
"Dan sudah aku bilang jauhi kekasih mu itu, dia bukan wanita baik."
"Hahah... kau menilai wanita lain tidak baik memangnya kau sendiri wanita seperti apa hah...."
"Justru itu karena aku bukan wanita baik-baik jadi aku sangat tahu mana wanita yang baik dan mana yang tidak baik"
"Dasar wanita gila pergi sanah keluar dari kamar ku, aku mau tidur."
" Ingat kata-kata ku jauhi wanita itu dan jangan sampai masuk kedalam jebakan nya."
"Dan satu lqgi Jangan melakukan perbuatan yang tidak baik, kau itu anak paling besar dan harus memberi contoh kepada adikmu dan menjadi pelindung bagi mereka."
"Adik siapa aku anak tunggal tidak punya Adik"
"Anak ku kan menjadi adik mu, dan selama aku pergi kau harus menjaga nya dengan baik."
Setelah itu Sonia meninggalkan kamar Albi begitu pula dengan Joko dan Mbok Siti, mereka pergi kekamar masing-masing, untuk beristirahat.
Albi pun mematikan lampu kamarnya dan mengistirahatkan tubuhnya yang terasa letih.
🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁
🍁SALAM SAYANG KANIA🍁
🍁🍁🍁