Kepentok Cinta Ustadz Gaul

Kepentok Cinta Ustadz Gaul
Bab 41: Gaspol Mas


Mereka berlima masih berada di tempat semula, sesaat suasana hening. Sitara yang sudah bisa mengendalikan suasana hatinya, berusaha untuk kembali biasa. Air minum yang tinggal setengah botol, dengan sekali minum langsung habis, dan hal ini cukup membuat Musa senyum. 


Gluk.. Gluk..Gluk..


“Ehem.. Sorry gaes, bikin kalian jadi nunggu lama, Siska, maaf ya, kamu gak sibuk hari ini?” Sitara merasa sungkan dengan Siska. 


“Santai aja Tara, kita lama banget gak ketemu, jadi aku masih mau kangen-kangenan sama kamu, sekarang dapet temen baru juga kan?” Siska tersenyum kearah Ayu, dan Ayu membalas senyuman Siska dengan ramah. 


“Mbak, maaf tadi kita sempet kepotong ya, mengenai Obgyn. Bisa tolong di lanjutkan mbak Siska?” Harun seakan bisa membaca pikiran Musa, mereka saling melempar pandang, karena masih ada penjelasan yang belum tuntas. 


“Doooo, semangat ya mas Harun, kayaknya mau buru-buru punya baby nih, gaspoll mas, jangan kasih kendor hahaha.” Sitara yang sering blong rem saat bicara, mampu membuat wajah Ayu dan Harun seperti kepiting rebus, sementara Musa hanya tersenyum lebar, memperlihatkan barisan giginya yang rapi dan putih bersih. 


“Beb, suaranya jangan kenceng gitu dong, malu tau!” Ayu tidak tahan dengan ujian kesabaran yang diberikan Sitara. sontak saja mereka pun tertawa bersama. 


“Ok ok, saya lanjut ya, jangan lupa catatan kalian ya bu-ibu.” Siska bersiap melanjutkan penjelasannya yang sempat tertunda. 


“Sementara ginekologi adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada tubuh wanita dan kesehatan reproduksinya mulai dari pubertas hingga ia dewasa. Seperti yang diketahui tubuh wanita memiliki banyak fungsi biologis yang berbeda.


Nah, dengan keahlian ginekologi, maka dokter dapat melakukan diagnosis, pengobatan, dan perawatan sistem reproduksi wanita, termasuk ******, rahim, ovarium, dan saluran tuba. 


Cabang kedokteran ini juga memiliki keahlian untuk pemeriksaan dan pengobatan masalah yang berhubungan dengan payudara wanita, termasuk prosedur Mamografi untuk deteksi dini risiko kanker payudara. Penting banget bagi kalian pasangan yang baru saja menikah, untuk memeriksakan keadaan kalian secara detail. Kenapa? jika ada sesuatu maka segera akan kita atasi.”


Penjelasan panjang Siska membuat dua pasang pengantin baru itu menganggukkan kepalanya hampir bersamaan. 


“Banyak orang yang mengabaikan hal ini, ketika menemukan permasalahan yang sensitif begini, mereka memilih ribut lalu berpisah. Malu, menganggap hal ini tabu dan pikiran-pikiran yang seharusnya sudah tidak lagi menghantui hubungan komunikasi suami istri. Tapi hal tersebut masih sering terjadi, tidak hanya di kalangan awam, tapi orang-orang yang berpendidikan serta moderen juga memiliki pola pikir seperti itu.” 


“Mbak, maaf, saya mau tanya, jika salah satu dari pasangan suami istri ada yang mandul, apakah ada solusinya?” Harun tidak sanggup lagi menahan kekhawatirannya. 


“Mohon maaf, sebenarnya berbicara tentang keturunan, saya menyarankan untuk kita berserah diri kepada Allah yang maha berkuasa. Kami para dokter hanya sebatas berbuat dengan bekal ilmu yang Allah titipkan. Banyak kejadian pasangan yang berobat ke saya dan berujung kecewa, bahkan ada juga yang marah-marah, karena merasa banyak dana yang keluar, tapi tidak juga hadir malaikat kecil diantara mereka. Dari pengalaman itu, saya ingin kalian memahaminya. Berharap kepada kami manusia biasa, kalian akan kecewa, tapi jika kalian berharap kepada Allah, maka tidak akan pernah kecewa, karena Allah yang maha membolak balikkan hati kita.”


Nyeesssss 


Hati Harun seketika merasa basah, dia terus beristighfar, dia khilaf, dia yang selama ini taat kepada Allah bisa dengan mudahnya melupakan hal yang paling mendasar. Ayu melihat perubahan raut wajah Harun, memberanikan diri untuk menggenggam tangan suaminya, walau tanpa berkata-kata, tapi Ayu sangat peka dengan bahasa tubuh suaminya. 


“Mainlah ke klinik, sebagai manusia kita wajib ikhtiar, berusaha maksimal di batas kemampuan kita. tapi saya mohon teruslah memohon agar Allah berikan kepercayaan kepada kita, dan melapangkan hati kita jika Allah berencana lain. Anak tidak harus terlahir dari rahim kita, tapi anak juga bisa lahir dari hati kita. Banyak anak-anak di luar sana yang berharap pelukan hangat dan cinta kasih kita dan hal itu bisa menjadi ladang pahala untuk kehidupan Abadi.”


Siska menjelaskan panjang lebar, berdasarkan pengalaman selama ini dia menangani banyak macam ragam pasien. Dia tidak ingin teman-temannya yang baru saja membuka lembaran baru dalam hidup, terjebak dengan permasalahan klasik.


Mereka masih terus berbincang dan tidak lupa Sitara dan Siska bertukar nomor ponsel, agar bisa terus silaturahmi dan mengatur jadwal periksa. Waktu terus berlalu, Siska berkemas dan undur diri untuk melanjutkan agenda kegiatannya. 


Kedua pasang pengantin ini pun saling berpamitan, Ayu dan Harun memutuskan untuk kembali kerumah, mereka sepakat untuk ke klinik Siska bersama-sama. 


Sitara dan Musa juga berniat untuk kembali kerumah istrinya, Abi dan Umi juga Zahra, sudah berangkat duluan bersama Satish. Di perjalanan Ayu sibuk mengurus pekerjaannya dan tidak lupa dia menyuruh Mega, sekretarisnya untuk mengurus keberangkatan Daadee ke Indonesia. 


“Mas gak terasa sudah siang aja ya, aku pengen makan, mas laper gak?” 


Musa yang memang terasa lapar, dengan senyum mengembang mengangguk. “Nampak nya cacing di perutku dan perutmu sudah teleponan ya, kok lapernya kompak hehehe.” Sitara yang mulai terbiasa dengan Musa, merasa senang. Dia terus berharap agar penyakit mereka yang sering debat kucing dulu tidak lagi kumat. 


Selama di pesantren, Sitara bisa menyesuaikan diri dengan kebudayaan yang ada di keluarga Musa. Sekarang giliran Musa.  


Musa melihat gaya hidup Sitara, Walau terhitung sebagai pengusaha sukses, Sitara sangat berhati-hati dengan uang. Waktu dulu, dia selalu menyiapkan anggaran untuk bersenang-senang, dan dia akan selesai berpesta jika angka pengeluarannya akan mendekati batas limit nya.


Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Musa untuk saling terbuka masalah ekonomi, berapa penghasilan dia dan akan seperti apa kehidupan mereka nanti ketika tinggal di pesantren. 


“Mas, mau pesen apa?” Sitara memberikan buku menu kepada Musa, dia sendiri juga memilih apa yang akan dia makan. Musa baru pertama kali ke restoran masakan India, jadi dia sama sekali tidak memiliki pengalaman dengan menu yang ada. 


“Kamu saja yang pilih ya, Mas belum pernah mencoba menu seperti ini.” Musa berbicara sedikit berbisik di dekat telinga Sitara. dan hal ini membuat Sitara gagal fokus. 


Deg


Deg


Deg


Jantung Sitara kembali berdebar, dia jadi salah tingkah. Sitara segera menyadari keadaan dirinya, dia pun langsung menuliskan menu makanan utama dan beberapa makanan cemilan. 


“Saya pesan paratha, Chicken Tandoori, Rogan Josh, Chole, Nasi Biryani, Tikka Masala, Kathi Roll, Samosa, Laddu hmm terakhir Dhokla.” Pelayan yang dengan ramah dan sabar mencatat pesanan Sitara. 


“Minumnya apa Nona?” Pelayan yang sudah selesai menulis menu makanan, kini menunggu minuman yang masih dipilih oleh Sitara. “Mas suka yang manis atau yang asam?” Musa merasa ingin mencoba apapun yang unik, dan dia memang tidak ada masalah dengan lambung, jadi aman untuk mencoba segala sesuatu yang baru. 


“Kamu aja yang pilihkan ya, pilih yang segar.” Sitara mengangguk dan tersenyum senang. “Saya pesan Lassi, Jal Jeera, Nimbu Pani, dan Kulfi.” Pelayan kembali menyebutkan semua pesanan Sitara. Merasa tidak ada yang terlewat Sitara mengangguk ramah.


Pelayan itu pun pamit, untuk menyiapkan pesanan yang mereka pesan. Musa bingung, mereka hanya berdua, kenapa Sitara memesan banyak sekali. “Tara kenapa pesen banyak banget, aku gak makan sebanyak itu.” Musa tampak tidak enak melihat Sitara yang memesan makan banyak sekali.


“Gak papa mas, nanti dicicipi satu-satu ya, kalo gak habis nanti kita bungkus. Persiapan Daadee datang, jadi setidaknya mas gak terlalu asing dengan kebiasaan kami di rumah.” 


Sitara memahami pemikiran suaminya, sudah dipastikan Musa akan takut membuang makanan. Tapi ternyata Sitara memiliki tujuan lain, agar Musa bisa segera beradaptasi dan siap menghadapi Daadee nya yang hiperaktif itu.  


.


 


.


 


.


Assalamualaikum Pemirssa


Waahh kejutan apa ya yang akan di berikan Daadee? yuuk ikuti terus ya. Jangan lupa, Like+Vote dan hadiahnya. I love you All💞