
Sitara tidak mau berlama-lama dengan dua orang staf nya, yang sudah ketakutan tidak karuan. Dia sangat tergesa-gesa untuk pulang dan mempersiapkan diri di acara pernikahan sahabat sejati nya.
Gadis cantik itu memang terbiasa mandiri, dia tidak pernah mau di supirin. Walau lelah dia lebih baik mengendarai mobilnya seorang diri. pak Jaya yang selama ini menjadi supir setia papa nya, pernah ditugaskan Satish untuk menjadi sopir Sitara. Tapi selalu ditolak, dengan berbagai macam alasan.
Jalanan kota Surabaya sangat macet di sore hari. Mau tidak mau dia bersabar. tangan lentiknya menekan tombol yang ada di benda pemutar musik. beberapa lagu dia pilih. Tidak Lama mengalun merdu lagu berbahasa India, yang dinyanyikan.
Sesekali bibir nya yang seksi mengikuti lagu yang sedang di dengarkan oleh nya. “Ahh aku melupakan sesuatu, aku belum menyiapkan kado. Apa ya yang harus aku berikan?”
Ayu yang tidak bisa melajukan mobilnya dengan cepat. Akhirnya dia mengambil kesempatan untuk melihat ke kanan dan ke kiri. Perhiasan, itulah yang tiba-tiba ada di pikiran Sitara.
Mobil mengarah ke toko perhiasan terbesar di kota itu. Dengan manis dia memarkir si kuda hitam di area parkir yang disediakan oleh pihak toko. Petugas parkir tersenyum ramah, sambil membantu Sitara membuka pintu.
“Silahkan Non.” Sapa nya ramah. Sitara hanya memberikan senyum dan menganggukkan kepalanya. Langkah kakinya yang jenjang tampak kokoh menapaki lantai toko. Udara dingin yang membuat nyaman pengunjung langsung menyambut Sitara.
Beberapa karyawan toko mendekati Sitara dengan ramah.Namun seorang wanita cantik dengan riasan sederhana tapi elegan, langsung bicara kepada salah salah satu dari mereka. “Sely, kamu saja yang melayani beliau, silahkan Nona, anda akan dilayani oleh Sely.”
Gadis yang bernama Sely mendekat dan berdiri berseberangan dengan Sitara. Mereka dihalangi sebuah etalase panjang dan lebar, dimana terpampang segala bentuk perhiasan yang indah dan sudah tentu harganya selangit.
“Baik Ci, saya akan melayani Nona cantik ini.” Sely mengangguk hormat kepada wanita yang dipanggilnya dengan sebutan Ci. owner dari toko perhiasan tersebut. “Silahkan Nona, anda mau mencari perhiasan seperti apa?”
Sitara yang tampak bingung, karena semuanya tampak indah di matanya. “Hmm mbak, saya ingin memberikan kado untuk sahabat saya yang akan menikah, model apa yang bagus?”
Sely langsung mengarahkan tangannya untuk menuju etalase yang lainnya. “Silahkan Nona ikut saya, di sebelah sana, banyak pilihan yang bisa dijadikan untuk hadiah.” Sitara mengangguk kecil, dia mengikuti sely yang berjalan mendahuluinya.
Mata sitara takjub melihat koleksi yang sangat menawan, dan jelas saja dia akan semakin bingung untuk memilihnya. “Mbak semuanya cantik, saya makin bingung hehehe.”
Sely dengan lincah mengambil beberapa box perhiasan berupa kalung, cincin dan anting. Karena tidak mau terlalu lama, Sitara memilihnya dengan cara menutup mata. “Mbak Sely, tolong di acak lagi susunannya ya, saya akan memilihnya.” Sely melakukan apa yang diminta Sitara.
“Silahkan di pilih Nona.” ucapnya ramah. Sitara langsung saja menggerakkan tangannya, dan berhenti pada salah satu box yang ternyata berisikan kalung dengan rancangan yang sangat indah.
“Saya pilih yang ini saja Mbak, tolong di bungkus sekalian ya, jangan lupa di hias. kalau bisa dikemas dengan kain yang indah.” Sebelum di kemas oleh Sely, Sitara menyempatkan untuk memeriksa barang tersebut, dia tidak ingin ada kesalahan.
Harga yang harus dibayar sangat fantastis untuk ukuran sebuah kado, tapi itulah Sitara dia akan sangat royal untuk sahabatnya yang satu itu.
Selesai membayar semuanya, Sitara bergegas meninggalkan toko perhiasan yang biasanya dikunjungi oleh orang-orang kalangan elit. setelah membayar parkir diapun melajukan mobilnya dengan sedikit kencang.
*****
Ditempat hotel tempat akan diselenggarakannya pernikahan antara Ayu dan Harun, tampak sibuk, Tim Wedding Organizer yang sudah dipilih oleh maminya Ayu, bergerak kesana kemari sesuai dengan bagian masing-masing.
Tema yang akan digunakan bernuansa islam. jadi tamu laki-laki dan perempuan akan dipisah, akan ada tabir yang memisahkan tempatnya. Itulah permintaan Harun yang sebenarnya membuat Ayu keberatan.
Maminya Ayu adalah orang yang sangat menentukan untuk segala sesuatu nya. Jadi ayu mau nangis guling-guling pun tidak akan pernah disetujui oleh maminya jika itu tidak sesuai dengan keinginan sang ibu negara rumah tangga.
Ayu hanya bisa pasrah dan menghibur diri. Dengan susah payah dia mengambil benda pipih yang selama ini selalu dia andalkan. Saat dia membuka kunci pada ponselnya, dia melihat ada notifikasi dari aplikasi berwarna hijau. Tidak ada namanya. Dengan rasa penasaran dia membuka ruang chatting dari pengirim misterius.
[Assalamualaikum dek Ayu, ini no ku Harun. Maaf aku tadi minta no Handphone mu dari pak Prayoga, semoga dek Ayu tidak keberatan kalau kita mulai berkomunikasi. 🙂] Harun memulai percakapan dan memberikan senyum manis nya.
Ayu yang sedang di lulur oleh tim perias manten tradisional, langsung sumringah, tadinya dia ingin chat dengan sahabatnya, tapi Harun sudah mendahului.
Buru-buru dia menyimpan nomor Harun. Dengan nama My Love. So sweet ya si Ayu ini, walau rasa cinta belum ada, tapi dia sudah memulainya dengan panggilan 'Cinta ku'.
[Panggil Aby Aja ya dek, aku maunya kamu manggil nya gitu, biar manis didenger telinga ☺️] Harun yang sedang mengetik di seberang sana pun tampak senyum-senyum sendiri.
[Hhmm… kan kita belum punya anak mas, eh aby. Kok udah di panggil aby aja 🤭] Ayu mulai berani menggoda, dia pikir dari pada bete, mending godain calon suami, toh gak ketemu muka ini.
[Ya kan mengawali kemesraan dek, sekalian latihan, jadi besok pagi gak gugup.] Musa mencoba mencairkan ketegangannya sendiri.
[Oke deh, Aby lagi ngapain?] Ayu berusaha sok perhatian. Tapi jantungnya terasa deg deg an.
[Lagi mojok nih di deket pelaminan kita sambil mikirin dek ayu 😍] kembali Harun memberikan emot pandangan penuh cinta.
Gubraakk
Ayu tidak bisa lagi menguasai diri, dia yang lagi di duduk sambil di lulurin punggung nya, langsung roboh dengan wajah yang merona. Hatinya berbunga-bunga.
Padahal baru di gombalin segitu aja, Ayu.. Ayu.. tepok jidat author ngeliat kelakuannya hehehe.
Begitulah Dua anak manusia yang sedang terserang demam cinta mendadak, mereka terus saja berbalas chat.
Hingga waktu nya Ayu harus membersihkan tubuh nya yang sudah wangi. dan siap untuk di rias pada esok hari.
*****
Musa yang tidak kalah paniknya dengan Sitara, bingung apa yang akan diberikan kepada sahabatnya itu. Dia sudah mengabarkan kepada Abi dan Umi nya tentang pernikahan Harun.
Dengan waktu yang secepat cepatnya dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, Musa mengatur semua pekerjaannya di pesantren.
Setelah selesai mengatur semuanya, dia pun berkemas, karena jarak tempuh dari kampungnya ke Surabaya lumayan jauh, maka mereka memutuskan untuk berangkat malam ini dan menginap di hotel tempat acara pernikahan Harun berlangsung.
Ibrahim juga ingin sekali bertemu dengan orang tua Harun. Zulkifli adalah sahabatnya sejak dari Madrasah Aliyah sampai perguruan tinggi, mereka selalu bersama.
Sejak anak-anak mereka tumbuh dewasa, mereka pun berpisah. Zulkifli mengadu nasib di Surabaya, dengan memulai bisnis travel haji dan umroh yang sekarang semakin menggurita.
Sementara Ibrahim fokus mendirikan pesantren Istiqomah yang dibilang orang pesantren unik. Setelah semua yang akan dibawa sudah siap, barang-barang mereka dimasukkan Musa ke bagasi mobil. Setelah Magrib mereka berencana untuk berangkat.
Harun sudah memesankan dua kamar untuk tamu kehormatannya. Zulkifli dan Mawar sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sahabat lama nya.
Untuk menyingkat waktu, mengingat Surabaya termasuk kota yang macet, mereka sepakat untuk menginap di hotel tempat acara akan diselenggarakan.
jadi keluarga Ayu dan keluarga Harun sudah menginap di hotel bertaraf internasional itu.
.
.
Assalamualaikum pemirsa
Mohon dukungannya terus ya pemirsa, mohon maaf jika masih banyak typo atau kekurangan dari novel perdana ku. Semoga Author selalu semangat dan belajar ya.
like, komen dan vote nya ya pemirsa, biar makin maju novel nya.