Kepentok Cinta Ustadz Gaul

Kepentok Cinta Ustadz Gaul
Bab 30: Nubruk Lagi.


Pengantin sudah menempati singgasananya di pelaminan yang tampak indah dan megah. Sementara itu Sitara yang sudah berbaur dengan para tamu, merasa ingin sekali mencicipi hidangan yang ada, Dia yang tampak sendirian dengan cuek nya melangkah ke arah hidangan. 


Sitara mengambil Es buah yang tampak menggugah selera. tapi karena dia tidak hati-hati, saat berbalik.


Bruuk


“Aduuh, hati-hati dong kalo jalan, itu mata di ta..” kalimatnya berhenti setelah dia sibuk membersihkan baju nya yang ketumpahan es buah, kepala Sitara terangkat dan sudah mengeluarkan kalimat kesalnya, tapi kalimat itu terhenti karena orang yang sedang dimarahi adalah Musa.


Musa yang juga terkejut melihat siapa gadis yang tabrakan dengan tubuhnya. “Kamu disini Tara?” itu kalimat pertama yang sanggup keluar dari bibirnya. “Maaf, bajumu jadi kotor, aku tidak sengaja, lagian kamu hobi banget sih nubruk aku.”  


Sitara yang kesal, mengibaskan tangannya yang memegang tisu, dengan wajah yang merengut dia memandang tajam pada Musa. 


"Siapa juga yang hobi nubruk beton, dan tolong jangan memulai pertengkaran disini. Lagian kamu ngapain kesini?"


Musa kali ini merasa lucu dengan pertanyaan Sitara. Dia Pun mulai berpikir untuk menggoda gadis cantik yang beberapa hari ini wara wiri di ingatannya. 


"Aku lg main futsal." Senyum termanis pun dia berikan. Tapi beda dengan Sitara yang semakin sewot, dia tidak lupa menekan suaranya agar tidak menjadi perhatian orang.


"Mana ada lapangan bola di tengah orang resepsi." 


Musa menjentikkan jari nya di depan wajah Sitara. "Pinterrr anak Abi. Jelas aja aku kondangan kesini." 


Musa semakin senang menggoda Sitara. Sitara yang sudah tidak tahan lagi, ingin sekali mengeluarkan kata-kata mutiara untuk membuat Musa KO. 


"Ustadz Musa? Alhamdulillah kita ketemu lagi." Suara seorang gadis yang akhirnya menghentikan debat kucing itu. Dan secara bersamaan kedua insan yang tidak pernah akur tapi saling memikirkan itu pun serentak menoleh. 


"Assalamualaikum ustadz, apa kabar? Hmm apakah Ustadz lupa sama Vina?" Gadis yang bernama Vina itu mencoba mengingatkan Musa.


"Waalaikumsalam." Musa dan Sitara menjawab serentak, padahal Author gak kasih komando buat mereka loh, semoga makin akur ya kalian berdua hehehe. 


"Maaf mbak ini siapa ya? Dan kita pernah kenal dimana?" Sitara yang melihat ini, merasakan perasaan aneh yang menjalari hati nya. Dia tidak suka. 


"Saya Vina Nasilah Ustadz, sekitar tiga bulan yang lalu ya, kalo gak salah, ustadz mengisi acara siraman rohani di kantor Vina yang di jalan Ahmad yani." Vina kembali tersenyum dan memandang bergantian antara Musa dan Sitara. 


"Astaghfirullah maaf saya lupa. Maaf ya mbak Vina. Eh iya kenalin ini… teman saya." Musa sedikit menjeda dan melirik ke arah Sitara, dia berharap gadis ini bisa diajak akur walau sebentar. 


Vina dan Sitara saling melempar senyum dan berjabat tangan. Entah dorongan dari mana, Sitara memperkenalkan diri dan itu membuat Musa tersedak ludah nya sendiri. 


"Sitara, sebenarnya saya calon istrinya Ustadz Musa." Seperti biasa, Sitara selalu tampil percaya diri dan gak akan nanggung setiap kali beraksi.


"Uhuk.. uhuk..uhuk.." Musa tidak tau apalagi yang akan terjadi pada dirinya, ini sama saja matiin pasaran Musa yang jadi jomblo ngenes, setelah sahabat nya melepas masa lajang nya bersama wanita cantik bernama Ayu. 


"Vina, oh iya senang berkenalan dengan mbak Sitara. Waahh kok ustadz nyembunyiin status nya sih, bakal banyak yang patah hati nanti ustadz hehehe" 


Vina kembali menatap Musa dengan tatapan yang sulit di tebak. Dan hal itu terbaca oleh Sitara. Buru-buru dia mengambilkan air yang ada di belakangnya dan memberikan kepada Musa dengan sangat perhatian. 


"Mas ayo minum dulu, hati2 kalo bernafas jangan sampe keselek." Musa yang mendapatkan perhatian dan panggilan baru, yang membuat daun telinganya bergetar seketika saat Sitara memanggilnya dengan MAS. Lagian ada ya keselek nafas hadeeehh Tara.. Tara.. 


Vina yang melihat itu tampak tidak nyaman berada disana. Tetapi Musa masih ingin menjelaskan. 


"Maaf mbak Vina, eh iya dia calon istri saya." Musa yang bingung harus bagaimana, untuk yang kesekian kali nya harus mengikuti alur Sitara.


"Hehe maaf ya mbak Vina, mas Musa memang masih belum terbiasa mengenalkan saya sebagai calon Istrinya."


"Ma-maaf Ustadz, saya pikir Ustadz akan lebih selektif memilih istri dan maaf karena mbak Sitara tidak menggunakan kerudung, jadi saya pikir memang hanya teman." 


Vina yang juga kacau seketika, bingung harus bagaimana mengungkapkan isi hatinya. Itulah kalimat panjang yang bisa dia utarakan, disamping rasa penasarannya. 


"Sitara baru saja menjadi Mualaf mbak, dan saya memang tidak pernah memaksa dia. Biarkan dia berproses secara nyaman."


"Maaf ustadz, bolehkah kita berbicara sambil duduk di situ. Saya jadi tertarik dengan pendapat Ustadz barusan."


Vina menunjukkan tempat yang bisa buat mereka bertiga ngobrol. Musa dan Sitara berjalan mengikuti vina. 


Setelah sampai, kembali Musa meminum minuman yang tadi Sitara berikan kepadanya.


"Salah satu perintah menutup aurat bagi perempuan tercantum dalam surat Al Ahzab ayat 59.


الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا


Artinya: "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."


“Islam adalah agama perdamaian yang selalu mengajarkan arti pentingnya bersatu dan bukan berseteru. Islam Mengharuskan umatnya untuk selalu berusaha mengedepankan perdamaian, bukan perpecahan. Seperti Firman Allah berikut ini


وَلَوۡ شَآءَ رَبُّكَ لَأَمَنَ مَن فِى ٱلۡأَرۡضِ ڪُلُّهُمۡ جَمِيعًا‌ۚ أَفَأَنتَ تُكۡرِهُ ٱلنَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ


Artinya: “Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di muka bumi seluruhnya.” (Q.S. Yunus ayat 99).


“Salah satu perbuatan yang tidak disukai oleh Allah adalah sikap berlebihan dalam berbagai hal, tidak terkecuali juga dalam berdakwah. Seorang pendakwah hanyalah perantara bagi seseorang untuk mendapatkan hidayah, bukan pemberi hidayah itu sendiri. Jika ada pendakwah yang memaksakan kehendaknya, maka hal itu merupakan tindakan yang kurang elok karena menyalahi kehendak Allah itu sendiri.”


Tanpa bisa dicegah lagi beberapa tamu yang memang mengenal Musa ikut mendekat, dan pelan tapi pasti mereka pun dikelilingi oleh fansnya Musa.


Kyai Ibrahim, Zulkifli dan Satish yang sedang ngobrol bertiga ikut penasaran apa yang sedang terjadi di salah satu pojok ruangan tempat pesta berlangsung.


Mereka saling memandang dan sepertinya mereka sepakat untuk mendekat. Betapa terkejutnya mereka bertiga, melihat Musa dan Sitara yang dikerubuti orang banyak.


Bahkan banyak yang menggunakan kamera dari ponsel mereka untuk mengambil gambar Musa dan Sitara yang duduk tidak terlalu jauh.


Musa yang dengan santai menjelaskan dengan gamblang, mengapa dia tidak memaksa calon Istrinya untuk berkerudung. “Naahh kecuali Sitara sudah resmi menjadi Istri saya, maka Sitara wajib patuh untuk menutup auratnya, karena saya bertanggung jawab akan dirinya sampai ke akhirat nanti. 


Selesai dia mengatakan itu, Musa menoleh ke arah Sitara dan tatapan mereka pun bertemu. 


“Jadi kapan Nikah nya Ustadz, jangan kelamaan Ustadz biar kami gak halu” salah satu fans Musa yang bertanya, mampu memancing riuh nya fans yang sedang berada disitu. 


“Iya ustadz, biar kami berhenti ngarep.” yang lainnya mulai membuat suara bak tawon yang sedang berebut masuk sarang. 


Musa mengangkat tangannya untuk menenangkan. “Saya akan menikahinya bulan depan.” Sontak mata Sitara membulat indah menatap tajam ke arah Musa. “Benar kan Tara?” Musa yang mendadak memutar balikkan kejadian membuat Sitara kacau. 


Tapi bukan Sitara namanya kalau tidak berani mengambil resiko, dan itu tidak pernah ragu untuk diucapkan. “Aku mau saat ini juga menikah dengan mu Mas, agar netizen tidak mimpi buruk nanti malam.”


Skak mat.


.


.


.


Assalamualaikum pemirsa. 


Mohon dukungan terus ya, like, komen dan vote untuk karya receh ku.


Terimakasih untuk Nina Nasilah yang sudah menjadi “Pembaca Dengan Bacaan terbanyak Minggu ini” 


bagi pemirsa yang muncul namanya di laporan mingguan, akan author jadikan pemeran ya di karya ini. terimakasih pemirsa tercinta ku, Love you all