Kepentok Cinta Ustadz Gaul

Kepentok Cinta Ustadz Gaul
Bab 39: Nyari Dokter Kandungan


Sarapan pagi ini berjalan dengan tenang, tidak ada yang membuka pembicaraan selama acara berlangsung. Hari ini keluarga Kyai berencana akan kembali ke pesantren.


Musa sudah membahas kepada Abi, Umi dan Zahra, bahwa dia akan menyusul. Abi dan Umi sangat memahami kondisi anaknya yang menjadi pengantin mendadak kemarin. 


“Pak Satish, saya tadi malam sudah diskusi dengan istri saya, sekitar minggu depan kita akan mengadakan syukuran pernikahan Musa dan Sitara, mengundang tetangga sekitar. gimana menurut pak Satish?”


“Saya sangat setuju pak Kyai, saya tadinya mau ngobrolin itu kepada Kyai, rencana besok saya akan mengadakan syukuran sederhana mengundang tetangga sekitaran saja dan karyawan. Untuk mengadakan resepsi saya kira kita akan membutuhkan waktu yang lama. Jika Kyai berkenan, jangan pulang dulu, agar tetangga pada kenal juga dengan keluarga Musa.”


Diskusi ini tidak terlalu panjang, mereka sama-sama sepakat untuk menginap sampai acara Musa selesai di selenggarakan di rumah Sitara. Satish meminta Kyai dan keluarga nya menginap saja di rumahnya, karena banyak kamar yang kosong, hal ini agar bisa mendekatkan kedua keluarga. 


Hari ini keluarga Ayu dan Harun kembali ke rumah mereka masing-masing. Harun dan Ayu tidak bersama dengan orang tuanya, karena mereka akan ke rumah sakit dulu seperti rencana mereka. 


berkumpullah dua pasang pengantin baru ini , mereka ingin melepas rindu dulu sebelum nanti akan berpisah. tidak lupa Sitara mengundang Ayu dan Harun untuk datang kerumahnya dalam rangka syukuran kecil-kecilan saja. 


Dari jauh seorang gadis cantik nampak sedang memperhatikan Sitara dari kejauhan, sedikit ragu-ragu dia berjalan mendekat kearah Sitara. Seperti orang yang sedang menerka-nerka. 


“Si-Sitara?” Gadis itu dengan ragu tapi tidak bisa dia menahan rasa penasarannya. Sitara mendengar namanya dipanggil menoleh. Sesaat pandangan mereka bertemu. Sitara berusaha mengingat siapa gadis cantik di depannya ini, tapi sayang sekali dia tidak bisa mengenalinya.


“Iya benar, Maaf mbak ini siapa ya?” jawab Sitara ramah sambil berdiri demi menghormati orang yang menyapanya.


“Ya Allah Taraaaa, long time no see ya (Lama tidak melihatmu), Aku Siska Andriani, temen kamu waktu sekolah di malaysia,” Siska yang masih semangat membantu Sitara untuk menggali ingatannya. 


Sitara memicingkan Matanya, mereka berdua sungguh tidak menghiraukan ada tiga orang yang bengong melihat kedua orang ini. 


“Siska yang culun tapi pinternya seng ada lawan itu?” Siska menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Gadis itu mengangguk kan kepalanya dan berjingkrak-jingkrak kegirangan. 


“Tara, kamu inget aku? Ya Allah bebeb kamu memang yang terbaik sedunia, Kamu gak berbah Tara, tetap cantik dan mampu melelehkan hati kaum adam, hahaha!” Sitara lupa dengan siapa yang sedang memperhatikannya dengan tatapan menyelidik. 


“Siskaaaaa!!!, kamu sekarang makin kece badai gitu, Ya Allah beda banget sekarang, mana siska yang dulu? Kangeeen kamu Sis!” Sitara tidak kalah hebohnya, mereka saling menghambur dan berpelukan melepas kerinduan.


Suara mereka yang keras mampu membuat orang menoleh ke arah mereka, pandangan dengan berbagai maksud, tidak menjadi perhatian buat Sitara dan Siska. Begitu Siska memeluk Sitara, dia beradu pandang dengan Musa yang masih terus menatap kehebohan istrinya. 


Siska terdiam, terpana dan terbata, dia seperti melihat malaikat tampan di hadapannya dengan wajah yang bercahaya dan tatapan mata yang teduh.


“Tara aku melihat malaikat.” Mereka masih berpelukan, Siska bicara dengan sedikit berbisik, Mendengar itu Sitara melepaskan pelukannya, masih dengan tersenyum manis, dia bertanya.


Dimana Malaikatnya?” Siska memonyongkan bibir nya sebagai pengganti telunjuk. “Tu tepat di belakangmu.” Siska yang juga masih tersenyum. 


“Kau sedang mendaftarkan diri untuk mati, huh? itu suamiku Sis.” mereka berdua masih saja tersenyum dan seakan masih ngobrol, padahal saat ini Sitara sudah memberikan ancaman tegas untuk Siska, jangan mengganggu apa yang menjadi miliknya. 


“Hehehe aku gak tau kalo malaikat itu sudah dimiliki oleh bidadari nyasar seperti mu.” Siska bicara dengan tanpa beban. 


“Eh iya Sayang kenalin ini temen ku waktu masih jaman unyu-unyu dulu.” 


Sitara yang masih belum paham dengan kegugupan Musa, langsung dengan gerakan lembut memukul pelan punggung Musa sambil memberikan air mineral yang tadi sempat diletakkannya kembali.


“Eheem.. pis ..pis.. kenapa sayang, kenapa minumnya buru-buru sih.” Sitara yang tiba-tiba berubah teramat mesra itu membuat ayu jadi menyipit matanya tanda curiga. 


“Eh iya, aku gak papa dek, tapi airnya nyasar, makanya jadi keselek hehe.” Sitara memahami kenapa Musa keselek, dia tersenyum geli melihat tingkah suaminya disaat grogi. “Sayang, kenalin ni temen ku.” Musa langsung menangkupkan kedua tangannya di depan dada. 


Siska yang melihat itu, langsung melakukan hal yang sama. Siska tidak lupa bersalaman dengan Ayu, mereka berdua berkenalan , begitu juga dengan Harun. Sitara mempersilahkan temannya untuk duduk, disana pas ada kursi single, dan itu membuat Siska tidak bisa menolak sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu.


Mereka berlima saling asyik ngobrol, sampai Harun sadar dengan jam yang terus merangkak menuju siang. “Maaf semuanya, kami duluan, tadi sudah berencana mau ke rumah sakit.” Harun berpamitan kepada mereka bertiga.


“Siapa yang sakit mas Harun?” Sitara yang memang terbiasa kepo, tidak bisa terima kabar sakit dari sahabatnya. “Gue mau periksa kandungan Ra.” Ayu berusaha menjelaskan. “Lo bunting duluan Ay?” Mata Sitara yang memang sudah besar, kini membulat sempurna. 


Musa yang menyadari kalimat istrinya yang lupa dengan pelajaran adab dan akhlak. “Sssttt pelankan suara Mu dek, liatin tu banyak yang ngeliatin kita.” Musa yang kalang kabut dengan kelakuan istrinya itu berusaha menutup mulut Sitara, tapi dengan lincahnya Sitara langsung menutup mulutnya sendiri.


“Tunggulah dulu, nanti biar kami antarkan.” bujuk Sitara kepada Ayu yang sebenarnya dia nyantai banget. “Siska, kamu tau gak dokter kandungan yang bisa menyelidiki apakah kita baik-baik saja atau tidak.” 


Sitara memang sengaja tidak akan melakukannya. makanya dia tidak terlalu antusias. “Aku dokter obgyn Tara.” Sitara dan Ayu tampak sumringah, Ayu dan Sitara saling pandang dan bersuara memikir kan apa itu dokter obgyn, .sering membaca nya tapi tidak tahu artinya.


“Sis, bisa gak kamu kasih pencerahan ke kami berempat apa itu obgyn?” mereka berempat tampak antusias mendengarkan penjelasan Siska. Jarang banget kan dapet ilmu gratis langsung dari dokternya, dan yang jelas gratissss. 


“Jadi gini, aku mau kenalin dulu tentang dokter Obgyn ya. Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi atau dikenal juga Obgyn serta dokter kandungan adalah seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam kesehatan reproduksi wanita, termasuk menstruasi, kehamilan, persalinan, dan menopause.”


Siska memutus kalimatnya, dia melihat apakah mereka puas sampai disini saja penjelasannya atau perlu penjelasan panjang. “Trus gimana dong cara nya biar aku bisa tau beda nya dokter kandungan biasa dengan dokter obgyn?” Ayu ternyata ingin mengetahui detail karena dia merasa membutuhkan itu.


Siska tersenyum ramah, dia senang ketika mendengar keingintahuan Ayu tentang hal ini.


“Jadi gini Obstetri dan Ginekologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari kebidanan dan kandungan dengan gelar SpOG. Walaupun dalam satu spesialisasi, tetapi Obstetrisian dan Ginekolog memiliki makna peran yang berbeda. Sederhananya, obstetri secara mempelajari tentang kehamilan dan persalinan secara khusus. Sementara, masalah yang dapat diatasi ginekologi adalah seputar sistem reproduksi wanita.” 


Mereka berlima masih melanjutkan pembicaraan dengan santainya, semakin banyak informasi yang diberikan Dokter Siska, semakin banyak juga keingintahuan mereka.  


.


.


.


Assalamualaikum Pemirsa.


Terimakasih untuk mbak Siska Andriani yang telah terpilih menjadi Pembaca Teraktif Minggu Ini dan Pembaca dengan bacaan terbanyak Minggu ini. Semoga pemirsa menyukai karya recehku ya. mohon dukungan terus dengan memberikan Like, Komen dan Vote. Terimakasih pemirsa tercinta.. I love All💞