
Sepasang pengantin baru itu masih betah ngobrolin tentang kehamilan. Siska dengan sabar dan senang hati berbagi ilmu dengan mereka. Hari ini dia ada jadwal sore di klinik pribadinya, dan hari ini dia tidak bertugas di rumah sakit.
“Sis, BTW apa nih yang bisa di konsultasikan pasien seperti kami ini ke kamu sebagai Dokter Obgyn?” Sitara yang tadinya gak merasa perlu, sekarang makin antusias dan mulai membayangkan jika dia hamil nanti.
“Santuuuyyy beb, Napsu amat yak, udah pengen buru-buru nih ceritanya?” Ayu menanggapi pertanyaan Sitara, dia merasa akan memiliki teman saat nanti program kehamilan, melihat Sitara yang antusias seperti ini.
“Duuuhh ibu-ibu ini ya, kalo dah kepo kalah netizen hehehe.” Siska merasa senang melihat kedua temannya yang lama tidak bersua itu, dengan kesadaran akan sebuah ilmu, maka membuat mereka cerdas dalam menjalani dan merawat kehamilannya kelak.
“Jadi gini, aku jelasin satu-satu ya apa aja yang bisa kalian lakukan dengan bidang ku. Dengan kalian menemui obgyn untuk mencegah masalah kesehatan reproduksi dengan melakukan pemeriksaan pencegahan setahun sekali.
Selama kunjungan ini, Obgyn mungkin melakukan evaluasi, imunisasi, atau tes laboratorium untuk penyakit tertentu. Selain pemeriksaan tahunan, kalian harus mengunjungi Obgyn untuk melakukan konsultasi terhadap beberapa kondisi medis seperti:
Terjadi perubahan dalam siklus reproduksi seperti siklus menstruasi pertama
Memiliki masalah kesuburan. Dokter obgyn dapat membantu merencanakan program kehamilan yang tepat
Pemeriksaan kehamilan dan kandungan
Perimenopause dan menopause
Perubahan volume atau frekuensi perdarahan saat menstruasi
Mengalami kram yang tidak biasa
Nyeri saat buang air kecil
Sakit saat berhubungan
Pengendalian kelahiran (KB), kontrasepsi, atau sterilisasi
Mencegah dan mengobati infeksi menular seksual atau HIV
Mengalami keputihan yang tidak normal
Infeksi saluran kemih
Pilihan persalinan dan melahirkan
Tes dan skrining genetik
Saran menyusui
Depresi pasca persalinan
Ayu dan Sitara yang sebelumnya sudah menyiapkan alat tulis, dengan sigap menulis semua yang disebutkan oleh Siska. Para suami yang sedari tadi diam, hanya menyimak dengan cermat, karena hal ini sangat membuka wawasan mereka.
“Tuh mas, untung aja ketemu Siska hari ini, jadi ternyata kita gak bisa asal tempur trus tekdung, kalo ada ilmu nya kan kita bisa lebih cerdas.” Kalimat Sitara yang bagi Musa tidak biasa dan terlalu vulgar, mampu membuat kulit wajah nya yang putih memerah dan sungguh hatinya merasa malu.
‘Gini amat yak, punya bini serba blak-blakan’ Musa hanya mengangguk dan meremas jari Sitara dengan gemas. dan sudah jelas kalimat itu hanya sanggup diucapkan dalam hatinya saja, kalau sampai dia berani mengutarakan entah apa nanti jadinya. Sabaarr Musa, Sabaarrr.
“Trus apa bedanya dokter Obstetri dan Ginekologi Mbak siska?” Musa memberanikan diri untuk ikut menambah pengetahuannya. karena urusan kehamilan itu tidak hanya urusan ibunya tapi juga ayah si calon bayi.
“Naahh ini nih suami idaman, jadi mau tau juga urusan bikin anak, makin sayang deh sama Mas.” Musa melotot ke arah sitara, istrinya ini selalu saja bikin jantungnya mau copot, kalimatnya itu loh, rasanya ingin sekali Musa membungkam istri nya itu.
mereka semua tertawa geli melihat Sitara yang super cuek dan tidak merasa beban dengan apa yang sudah diucapkannya. Berbanding terbalik dengan Musa yang sudah panas dingin dengan kelakuan istrinya.
“Ok ok saya jelasin ya bedanya, ayo ibu-ibu catat ya, jangan nanya lagi, karena kalo nanya lagi, nggak bisa gratis.” Siska mengimbangi kekonyolan Sitara, dan mereka pun bisa tertawa bersama.
suasana yang tadinya tegang karena malu nya Musa, kini sudah mencair kembali. “Perbedaan pengertian Obstetri dan Ginekolog seperti ini. Obstetri atau kebidanan adalah cabang ilmu kedokteran yang berkaitan dengan perawatan medis dan bedah sebelum, selama, dan setelah seorang wanita melahirkan. Fokus utamanya, yaitu pemeliharaan dan perawatan kesehatan wanita secara keseluruhan selama proses bersalin.”
Sesat siska menjeda kalimatnya dan meminum air mineral yang ada di meja. Dia Pun melanjutkan penjelasannya.
“Seorang dokter kandungan mengkhususkan diri dalam kebidanan, yang menangani semua aspek kehamilan, mulai dari perawatan prenatal hingga perawatan pasca melahirkan.
Jika melahirkan bayi prematur, dokter kandungan juga dapat memberikan panduan di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Selain itu, obstetri juga dapat memberikan konsultasi program hamil dan perawatan infertilitas. Dokter akan memastikan apakah kalian memiliki kehamilan yang sehat dan melahirkan bayi yang sehat.”
Kriiing
Kriiing
Tidak lupa dia melihat ke arah Musa, Musa hanya mengangguk. “Cepatlah angkat, itu panggilan Video.”
“Hallo Daadee, Namaste.” (Namaste\=Salam pembuka)
“SITARAAAA!! kamu kenapa nikah bilang tidak!” karena ini panggilan video maka suara menggelegar Daadee nya mampu didengar mereka yang ada disana, dan mereka semua tersenyum kecut melihat wajah Sitara yang kebingungan menghadapi Daadeenya.
"Hmm, kenapa nikah tidak bilang, itu maksud Daadee?" Sitara meluruskan tata bahasa daadee. Daadee bisa bahasa Indonesia walau sering tata bahasanya kebolak balik.
"Ya, whatever, kenapa? Mana your suami?" Sungguh Sitara merasa mati gaya dengan daadee. Dia tidak akan bisa macam-macam, kecuali mood daadee sedang ok.
"Ok ok, sebentar, tapi daadee, jangan keluarkan suara yang besar, Tara malu." Sitara bersungut-sungut sambil mendekatkan kamera ponsel ke wajahnya, sehingga Daadee melihat wajah Sitara yang full di layar ponsel nya.
"Hahahahahaha, sudah nanti bibirmu jadi panjang seperti belalai gajah. Siapa nama cucu menantu?" Daadee tidak bisa lagi menahan tawanya yang menggelegar bak geledek di siang bolong.
Sitara merasa kesal karena Daadee lebih memilih untuk bicara dengan suaminya, sementara tidak menanyakan kabarnya atau sekedar basa basi. Tapi apalah daya, ibu ratu yang hebring ini tidak terbantahkan.
"Mas, ini daadee." Sitara menggeser duduknya dan menempel ke tubuh Musa.
Seerrrrrr
Musa yang belum siap, merasakan ada getaran aneh di dadanya. Tidak lupa dia tersenyum sangat tampan, karena dia tidak mau meninggalkan kesan buruk kepada Daadee.
"Ha-hallo Nek, apa kabar, salam kenal nama saya Musa." Daadee sontak membulat sempurna matanya yang sudah banyak keriputnya, tapi sorot mata itu sangat berbinar ketika melihat wajah musa yang hadir sangat tampan menurut dia, di layar ponselnya.
"Wooooowwww, you are very handsome. Panggil saya Daadee, not nenek. Saya kamu. Sitara, urus semua dokumen dan tiketku, besok lusa aku ingin ke indonesia. Ingat penerbangan siang, karena aku ingin merapikan diri ke salon."
"Haaahhh, don't kidding me Daadee. Kenapa mendadak?" Sitara yang langsung kalang kabut dengan respon plus perintah ibu ratu, merasa semakin geram.
Musa yang melihat itu merasa dunianya gelap, ini berarti dia yang harus menyiapkan semua keperluan Daadee mulai dari tiket dan lain-lain.
Saat ini Musa belum cerita ke Sitara bagaimana kondisi keuangannya, dia dengan Sitara yang seperti ibu jari dan kelingking. Dan sekarang mendadak Daadee mau datang. Musa yang masih tersenyum stabil, menatap layar ponsel berusaha keras menutupi kecemasannya.
"Heeeyyy, siapa yang bercanda. Aku suka suami kamu, jadi urus semua, aku akan datang kesana."
Gluk
"Tapi Daa…"
Tuut
Tuut
Tuut
Kalimat Sitara tidak selesai dan panggilan pun diputus sepihak oleh Daadee. Sitara langsung meletakkan ponselnya asal, dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Beb, gue gak salah denger? Masak nenek lo mau jadi pelakor di rumah tangga lo?" Ayu yang sudah tidak tahan dengan drama yang baru saja di tontonnya, langsung to the point menanyakan pernyataan nenek nya yang super aktif itu.
"Heehh Ay, lo kesambet setan dari mana sih, dia udah nenek-nenek, gak mungkin kan mau jadi pelakor suami cucu tersayang nya. Lo bener2 bikin emosi gue makin kacau ya."
Sitara yang sedang pusing dan kusut, ditambah lagi dengan keluguan Ayu yang bikin dia makin mules.
Musa memberi kode ke Ayu dengan meletakkan jari telunjuk di bibirnya, sementara Sitara kembali menutup wajah nya. Harun dan Siska yang menjadi penonton, sedang menunggu akhir cerita di episode ini dengan setia.
.
.
.
Assalamualaikum pemirsa.
Gawat ini kalo ibu ratu sampai datang, maka hidup Sitara akan tidak tenang, dan gimana dengan kondisi ekonomi Musa?
Mohon dukung terus karya receh ku ya pemirsa, Aku yang pemula ini masih harus banyak belajar, Like+vote dan hadiahnya ya, itu semua sangat berarti bagiku. I Love You All. 💞