
Happy Reading!!!
"KEJUTAAN"
Teriak kami bersamaan begitu pintu di buka.
"Risha, sayang... Mas cari kamu kemana-mana. Syukurlah kamu ada di rumah" Mas Fahmi menghambur ke pelukanku. Dari suaranya, ia terdengar begitu khawatir. Dia seolah tak mempedulikan apapun kecuali, aku?
Hei, yang benar saja. Padahal aku sudah mempersiapkan acara kejutan ini. Mas Fahmi malah seperti, tidak menghiraukannya? Apa dia tidak menyadarinya?
"Mas" Panggilku lirih, sembari membalas pelukannya.
Ayah, Ibu, Papa dan Mama mertuaku, juga Kak Rasha, semuanya melongo melihat tingkah Mas Fahmi.
Sedangkan Mas Fahmi masih memelukku erat. Seolah aku akan meninggalkannya.
"Mas... Selamat ulang tahun" Bisikku di telinganya.
Sontak Mas Fahmi melepas pelukannya, tangannya beralih memegang kedua bahuku. Matanya membulat karena terkejut. Sepertinya dia baru tersadar. Mas Fahmi mengedarkan pandangannya. Melihat semua yang hadir disini satu-persatu. Aku tersenyum melihatnya, sepertinya kejutannya berhasil!
Mas Fahmi kembali menatapku. Aku masih tersenyum, sampai...
Mas Fahmi melepaskan tangannya yang sedari tadi berada di bahuku. Ia menunduk. Senyumku perlahan memudar. Kukira, Mas Fahmi akan tersenyum dan menyukai kejutanku. Tapi ternyata...
"Jangan lakukan hal ini lagi" Ucapnya tegas.
Deg,
Ap-Apa maksudnya? Mas Fahmi tidak menyukainya?
Aku menatap semuanya satu-persatu. Sepertinya mereka juga terkejut.
Aku mundur selangkah sambil menunduk. "Maaf mas, aku tidak akan melakukannya lagi" Ucapku datar.
Segera aku meninggalkan ruangan itu, menaiki tangga dan masuk ke kamar.
Kututup pintu kamarku dan membenamkan diriku di bawah selimut.
Air mataku menetes. Ah, aku menangis. Jadi, Mas Fahmi tidak menyukainya, ya? Apa Mas Fahmi tidak bisa berpura-pura menyukainya?
Ah biarlah, untuk apa aku memikirkannya?
Aku menghapus bekas air mataku dan berjalan gontai ke kamar mandi. Mencuci muka dan mengganti pakaianku dengan piyama.
Tok tok tok~
Tepat begitu aku keluar dari kamar mandi, Kudengar suara ketukan di pintu kamarku. Segera aku berlari dan meringkuk dibawah selimut -lagi.
Cklek
"Sha, mas masuk ya"
Aku lupa tidak mengunci pintunya!
Tap tap tap
Aku bisa mendengar dengan jelas suara langkah kaki Mas Fahmi semakin mendekat.
Aku merasakan adanya gerakan di tempat tidur. Sepertinya, Mas Fahmi naik ke tempat tidur.
"Sayang"
Tak kuhiraukan apapun yang Mas Fahmi katakan. Aku memejamkan mataku dan menutup tubuhku dengan selimut.
"Sayang, mas senang kamu ingat ulang tahun mas. Mas senang dapat kejutan seperti tadi"
Tch, lalu kenapa kau melarangku melakukannya tadi?
"Tapi, jangan pernah menghilang lagi seperti tadi. Mas tidak suka bercanda hal seperti itu" Mas Fahmi mengusap lembut rambutku.
"Mas benar-benar takut, mas cari-cari kamu tapi gak ketemu, bagaimana kalau kamu benar-benar menghilang?"
"Kamu marah sama, mas? Mas minta maaf"
Tentu saja, aku sudah susah payah menyiapkan semuanya.
Sekilas aku mengintip, kulihat wajah sendu Mas Fahmi yang terlihat merasa bersalah.
Ukh, jangan memasang wajah seperti itu, aku jadi tidak bisa marah.
"Terima kasih" Bisiknya di telingaku. Kemudian ia ikut berbaring dengan memelukku.
"Kamu pasti lelah ya, istirahatlah. Soal Ayah, Ibu, Mama, Papa dan Kak Rasha, jangan khawatir, mas sudah minta mereka untuk pulang dulu" Ucapan Mas Fahmi membuatku membuka mataku seketika.
"Mereka sudah pulang, mas?" Tanyaku yang refleks bangun dari posisi tidurku.
"I-Iya" Mas Fahmi menjawab.
Ah, aku lupa pada mereka. Maafkan aku Ayah, Ibu, Mama, Papa dan Kak Rasha.
Mas Fahmi menatapku lekat-lekat, membuat wajahku terasa panas. Aku mengalihkan pandanganku.
Aku kan sedang kesal padanya!
"Sha"
"Hm" Jawabku tanpa menatapnya.
"Terima kasih... dan maaf atas perkataan mas tadi. Mas benar-benar khawatir padamu"
"Aku juga minta maaf mas. Maaf karena membuat mas khawatir. Aku janji, aku tidak akan melakukannya lagi" Ucapku dengan menyesal sambil menundukkan kepalaku. Aku tak berani menatapnya, apalagi menatap matanya.
Hening beberapa saat, Mas Fahmi juga tidak mengatakan apa-apa. Kesunyian menyelimuti atmosfer di dalam kamar ini.
"Mas" "Sha" Kami saling panggil secara bersamaan.
"Mas saja duluan" Ucapku.
"Emm... kamu sudah makan?" Tanya Mas Fahmi yang kujawab dengan gelengan kepala
"Kalo begitu, kita makan di luar yuk! Sudah lama kita tidak makan malam di luar" Kata Mas Fahmi dengan semangat.
Aku melirik pakaian yang ku kenakan saat ini. Aku sudah memakai piyama, dan... Aku memalingkan wajahku ke sembarang arah.
Heh!? Aku lupa mengancingkan kancing atas piyamaku! Huh, pantas saja Mas Fahmi menatapku tadi.
"A-Aku ganti baju dulu" Ucapku dengan gugup yang tiba-tiba menyerang.
"He'eh, Mas juga mau mandi dulu" Katanya dengan senyum merekah.
°°°
"Kita mau makan dimana mas?" Tanyaku sambil mengalihkan pandanganku pada Mas Fahmi yang sedang fokus menyetir.
"Kamu maunya dimana? Dimana pun asal bersamamu mas akan ikut, bahkan meski masuk kedalam jurang yang dalam sekalipun.. kh hehe" Mas Fahmi terkekeh.
"Ish mas, jangan ngomong yang aneh-aneh. Aku gak mau masuk jurang meskipun itu sama kamu, serem tau mas" Ucapku ketus. Lagian ngomongnya ada-ada aja, masa iya mau masuk jurang segala.
Aku tak tau, tapi rasanya ada ketakutan yang menyelinap masuk ke dalam diriku setelah memdengar kalimat terakhir yang Mas Fahmi ucapkan. Jurang? Hah... pikiran-pikiran buruk mulai bermunculan di kepalaku.
Aku menggelengkan kepalaku, berusaha mengusir pikiran-pikiran buruk itu. Huft.
"Sekarang kan, ulang tahunnya mas, kita akan makan di tempat yang mas sukai" Aku berusaha tersenyum.
"Benarkah?"
"He'em"
"Karena ini ulang tahun mas, mas boleh minta sesuatu kan?" Tanyanya agak ragu.
Aku mengangguk.
"Apapun itu?"
Aku terdiam sejenak. Sedikit berpikir, tapi akhirnya aku mengangguk juga.
Gak bakal minta yang aneh-aneh, kan? Gak mungkin memintaku masuk dalam jurang yang dalam 'kan? Haha, apa sih yang aku pikirkan, tidak mungkin 'kan?
Bersambung...
Hai semuanya, apa kabar?
Hehe, kita lanjut lagi kisahnya...
Mon dukungannya dund, like, Comment nya boleh lha ya.. hehe