My Love From The Sky

My Love From The Sky
Good Bye


Preview Part 7


“ Bukankah jika aku mati ,aku akan bertemu dengan Oppa. Oppa ku yang sebenarnya.”


Kim bum berhenti mengikat tangan Seolhyun. Ia menatap wajah Seolhyun sedih.


“ Darimana kau tau jika...”


Seolhyun masih diam matanya masih meneteskan airmata. Kim bum menariknya dan membawanya ke tempat yang tidak terlalu ramai.


“ Apa kau tau semuanya..”


Seolhyun mengangguk lemah.


“ Awalnya aku mengira jika ini hanya perasaanku saja. tapi sebelum aku memecahkan vas di rumah tadi, ibu tiriku mengatakan jika Oppa sudah meninggal beberapa bulan yang lalu.”


**My Love From the Sky part 8


Meskipun Seolhyun buta, namun ia tetap dipaksa untuk membereskan pekerjaan rumah. Sedang saudara tirinya yang sehat hanya bersantai santai dan melihat Seolhyun kesusahan.


“ Apa kau tidak tau jika kakakmu sudah mati ?eoh?” ucap ibu tiri Seolhyun ketika ia membersihkan rumah.


Karena kaget Seolhyun tak sengaja memecahkan vas bunga milik ibu tirinya.


“ Bahkan kau tidak tau? Kasian sekali, sekarang kau tidak mempunyai siapa siapa lagi.” tambah anak dari ibu tirinya tersebut.


“ Apa itu benar??? Lalu siapa???” gumam Seolhyun.


“ Siapa??? Mwo?”


.


..


.


“ Maafkan aku. Aku benar-benar menyesal,,,” ucap Kim bum.


“ Terimakasih karena,,,sudah menemaniku. Walaupun semua pada awalnya adalah kehobongan." ucap Seolhyun tersenyum miris.


“ Aku tak tau siapa kau, tapi aku tau jika kau adalah orang yang baik. Aku ingin bisa melihatmu nanti."


" Dan karena besok aku akan melakukan operasi mata. Aku ingin kau adalah orang pertama yang kulihat. Jadi aku mohon datanglah.” Seolhyun mencari tangan Kim bum dan meraihnya.


Mata Kim bum berkaca kaca mendengar ucapan Seolhyun. Tanganya meraih tangan Seolhyun lembut.


“ Apakah kau bisa datang??? Bagiku , sekarang hanya kaulah yang aku miliki. Karena oppa sudah tidak ada..”


“ Baik,,,aku akan datang besok.” ucap Kim bum.


Kim bum tidak yakin dengan ucapannya. Karena ia tau jika Seolhyun tak akan bisa melihatnya.


“ Aku sangat senang jika aku bisa melihatmu.”


“ Aku juga sangat bahagia jika kau bisa melihat dunia ini.”


“ Apakah kau akan pergi setelah aku mengetahui semuanya?”


Kim bum hanya diam.


Seolhyun mencoba mencari wajah Kim bum dengan tangannya.


“ Apa permintaanku terlalu berat buatmu???”


“ A-kku...”


Seolhyun memegang wajah Kim bum dan menghadapkan ke wajahnya dan tersenyum.


Muka Kim bum memerah meskipun Seolhyun tak bisa melihatnya.


“ Aku akan pulang sekarang. Aku harap kau benar benar bisa datang besok.” Seolhyun berdiri dan meninggalkan Kim bum.


Kim bum tidak bisa menahannya untuk tidak pergi, karena ia bingung bagaimana besok jika Seolhyun tidak bisa melihatnya.


“ Bagaimana ini...?” gumam Kim bum.


Kim bum menundukan wajahnya dan melihat kedua kaki tepat didepannya.


“ Apakah kau sudah cukup bersenang senang disini?” tanya seorang pria berjenggot mengagetkan Kim bum.


“ Kau sudah bisa kembali ke langit. Kembalilah,hukumanmu sudah cukup.”


“ Aku belum bisa kembali kesana??”


“ Kenapa..? Kau sudah terlalu lama menghabiskan waktumu di bumi! Ataukah kau ingin menetap di bumi?”


“ Masih ada urusan di dunia ini yang belum aku selesaikan?”


“ Urusan apalagi???”


“ Bisakah kau memberikanku waktu. Untukku berpamitan dengan gadis yang sudah mengijinkan aku tinggal dirumahnya dan gadis yang baru saja pergi?”


“ Apakah hanya itu?”


“ Dan bisakah aku terlihat oleh gadis buta itu? Aku ingin dia melihatku walaupun hanya sekali.”


“ Aku bisa mengabulkannya, tapi apa kau bisa menyanggupi persyaratan yang aku berikan?”


“ Apa itu?”


“ Kau tak bisa lagi pergi ke bumi dan tak bisa lagi menjadi malaikat pelindung. Apakah kau mau menerima persyaratanku ini?”


Kim bum diam dan menatap pria berjenggot putih itu dengan bimbang. Dia masih berpikir keras dan memikirkan yang terbaik untuk So Eun dan Seolhyun.


“ Jangan katakan jika kau sudah terlalu senang berada di bumi ini.”


Pria berjenggot itu kemudian menghilang dan hanya terdengar angin yang berhembus pelan.


🐾🐾


So Eun masuk kedalam kamarnya dan menemukan Kim bum sedang duduk di jendela kamar So Eun.


“ Hei!! Apa kau ingin mencoba terbang dari jendela kamarku?” So Eun mendekatkan dirinya pada Kim bum.


“ Ahh kau membuatku kaget.” Kim bum hampir jatuh dari jendela karena kaget mendengar suara So Eun.


So Eun tertawa kecil melihat Kim bum akan jatuh.


“ Jiiih... apa kau senang??”


So Eun mengangguk.


“ Ah aku lupa jika kau akan bahagia jika aku terluka.”


“ Hei bukan itu maksudku.” So Eun menepuk kepala Kim bum dengan tas kecil yang dibawanya.


“ Ah kau ini..kasar sekali padaku.”


“ Hei,, apa kau tau? Jika ternyata Chang Wook ssi juga menyukaiku..”ucap So Eun senang.


“ Hmmmm..lalu..”


“ Apa maksudmu lalu..”


“ Baiklah ,,aku senang jika melihatmu senang.” gumam Kim bum dia masih menatap langit yang banyak dengan bintang.


“ Kenapa dari tadi kau menatap langit itu? Apa kau mau pergi kesana??”


“ Apa kau senang jika aku pergi ke sana???”


“ Entahlah,,,tapi jika itu bisa membuatmu senang mungkin aku juga akan ikut senang.”


“ Lalu bagaimana jika tiba – tiba aku tak mempunyai sayap dan tak bisa mengajakmu terbang lagi??? Apa aku masih berguna untukmu?”


“ Hei!!! Dari awal bertemu bukankah kau tak bisa terbang karena sayapmu terluka? Jadi mungkin itu tak terlalu berpengaruh terhadapku.”


“ Begitukah???”


So Eun mengangguk.


“ Kenapa kau bertanya seperti itu? Aneh sekali..”


“ Tidak..” gumam Kim bum lalu pergi keluar kamar So Eun.


“ Hei mau kemana lagi kau??? Aku masih ingin bercerita denganmu?” teriak So Eun.


“ Nanti aku akan kembali...” ucap Kim bum lalu pergi**,