
Preview Part 6
“ So Eun awaaasss!!!” Kim bum berlari menghampiri So Eun dan tanpa sadar sayapnya mulai mengembang dan mengangkat tubuh So Eun.
So Eun memejamkan matanya, dan saat membuka matanya ia melihat Kim bum sedang memeluknya dan membawanya terbang.
“ K-kaauu.. sayapmu..?”
“ Aku tak tau jika sayapku sudah sembuh, setelah melihatmu sayapku tiba tiba muncul.”
So Eun tersenyum pada Kim bum.
“ Ini sangat menyenangkan.” So Eun memejamkan matanya.
“ Apa kau menyukainya?”
So Eun mengangguk.
“ Aku tidak akan mengusirmu jika kau sering membawaku terbang seperti ini.”
Kim bum tersenyum pada So Eun dan menatap awan yang mulai memudar karena hari akan segera berganti malam.
Love From the Sky part 7
“ So Eun,,,??? Ada teman yang mencarimu..?” teriak ibu So Eun dari balik pintu kamar So Eun.
“ Siapa Eomma...?” tanya So Eun.
“ Tidak tahu kau turunlah jika ingin tau siapa dia.”
So Eun melihat Kim bum membuka buka buku pelajaran milik So Eun.
“ Hei..sejak kapan kau suka membaca buku pelajaran?” tanya So Eun mendekati Kim bum.
Kim bum hanya mengangkat kedua pundaknya tanpa menoleh ke arah So Eun.
“ Jihh,,” decih So Eun.
Kim bum melihat So Eun keluar dari kamarnya dan melempar buku pelajaran diatas meja belajar. Dia bosan.
“ Aigo... jika dia sudah bersama laki laki itu. Pasti dia akan mengabaikanku.” gumam Kim bum, tangannya menopang dagunya.
“ Hei!!apa kau mau ikut denganku keluar?” tiba – tiba So Eun masuk ke kamar dan mengangetkan Kim bum.
“ Kemana..??”
“ Aku akan makan malam dengan Chang Wook. Apa kau mau ikut?” So Eun terlihat sangat bersemangat karena akan kencan dengan Chang Wook malam ini.
Kim bum menggeleng gelengkan kepalanya.
“ Kenapa?? Kau tak mau ikut denganku?”
“ Apakah aku harus denganmu? Bahkan sekarang kau bisa dengannya tanpa bantuanku?”
“ Ahh.. kenapa kau ini? Tiba tiba bersikap seperti ini? Bukankah kemarin kita sudah saling berjanji kau akan membantuku dan aku akan mambantumu.”
“ Tapi semuanya sudah selesai kan? Kau sudah bisa bersamanya dan sayapku juga sudah sembuh. Jadi perjanjian kita sudah berakhir.”
“ Begitukah???? Apakah itu berarti kau mau pergi dari rumahku?”
“ Hei!! Aku tak pernah bilang seperti itu.”
“ Sudahlah aku akan pergi sendiri.” ucap So Eun lalu meninggalkan Kim bum sendiri dikamarnya.
“ Ah...”desis Kim bum.
🐾🐾
Kim bum akhirnya keluar rumah sendirian dia berjalan kaki dan tidak terbang menggunakan sayapnya. Dia teringat ketika tiba tiba ia meraih tubuh So Eun dan berhasil membawanya terbang. Kim bum tersenyum sendiri mengingat kejadian itu.
“ Apakah aku sudah mulai gila???” gumam Kim bum lalu senyumnya memudar.
“ Sedang apa dia sekarang??? Apakah dia baik baik saja dengan pria itu?” gumam Kim bum.
Lalu Kim bum berjalan dan mencari restoran yang biasa untuk makan malam di sekitar kota dekat rumah So Eun.
“ Kenapa aku harus mencarinya?” gumamnya lagi.
“ Ah wanita itu kenapa aku harus mengkhawatirkannya?”
Kim bum kemudian mempercepat jalannya dan mencari So Eun.
🐾🐾
“ Maafkan aku karena tak bilang padamu dulu, jika aku akan ke rumahmu?”
“ Ah, tak apa apa.. “ So Eun terlihat malu malu karena baru kali ini ia makan berdua dengan Chang Wook.
“ So Eun...?”
“ Hmmm..”
“ Heh.?”
“ Apakah kau sudah mempunyai kekasih?”tanya Chang Wook mengulangi pertanyaanya lagi.
“ Oh,itu.. aku belum punya kekasih..”
Chang Wook tersenyum dan tangannya memegang tangan So Eun.
“ Baguslah...”
So Eun menatap Chang Wook kaget. Ia menarik tanganya mundur dan berusaha menetralkan suasana.
“ Aku menyukaimu So Eun ah..”
So Eun membelalakkan matanya dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Chang Wook.
“ Sungguh..” tanya So Eun memastikan.
Chang Wook meraih tangan So Eun lagi. Dia tdak percaya jika Chang Wook juga menyukainya. Lalu ia tersenyum dan menatap Chang Wook dengan lembut.
“ Aku juga menyukaimu..” ucap So Eun pelan.
Dibalik jendela ada Kim bum yang melihat So Eun sedang mengobrol dengan Chang Wook tanpa canggung. Ia juga melihat tangan So Eun yang dipegang oleh Chang Wook. Kim bum yang melihatnya lalu pergi.
“ Ah,,kau sudah benar benar berhasil dengannya?” gumam Kim bum, sayapnya tiba tiba muncul kemudian ia terbang meninggalkan restoran tersebut.
“ Sepertinya aku lebih cocok sebagai malaikat jodoh daripada malaikat pelindung.” Kim tersenyum dan mengepakan sayapnya lebih lebar lagi.
“ Apakah kau memecahkan vas kesayanganku lagi??!” teriak seorang wanita tua kepada Seolhyun didalam rumahnya.
“ Bukan seperti itu,, maafkan aku, aku tidak sengaja memecahkannya eomma. Aku benar benar menyesal. Aku akan menggantikankanya nanti?”
“ Apa?! Menggantikannya? Apa kau bercanda? Bahkan matamu buta, apa kau bisa mempunyai uang untuk menggantikan vas mahal ini.”
“ A-aku akan berusaha menggantikannya.” ucap Seolhyun lirih.
“ Bereskan pecahan pecahan vas ini. Aku tak mau jika pecahan ini akan melukai kaki anakku.” ucap wanita tua itu lagi yang tidak lain adalah ibu tiri Seolhyun.
Tangan Seolhyun meraba lantai, mencoba menemukan pecahan vas tersebut dan membersihkannya. Tangannya berkali kali terkena oleh pecahan vas hingga tergores dan mengeluarkan darah.
Kim bum yang melihat Seolhyun tidak tega dan menarik Seolhyun keluar rumah.
Seolhyun yang tau jika itu adalah Kim bum menurut saja ketika Kim bum membawanya pergi keluar.
“ Oppa...?”
“ Diamlah, tanganmu mengeluarkan banyak darah.”
“ Tapi aku tak apa-apa.”
“ Bagiku itu sangat menyakitkan melihatmu seperti itu.”
“ Tapi nanti ia akan marah besar jika tau aku pergi keluar tanpa ijin.”
“ Kau tak perlu ijin darinya lagi.”
“ Lalu kemana kau akan membawaku pergi.”
“ Paling tidak jangan pulang dulu kesana.”
“ Oppa...?!” Seolhyun melepaskan tangannya dan berhenti berjalan.
“ Jangan terlalu mengkhawatirkan diriku.”
“ Bagaimana bisa aku tidak mengkhawatirkan kau.”
Kim bum melihat Seolhyun meneteskan airmatanya. Darah di tangannya masih mengalir karena terkena pecahan vas tadi. Kim bum lalu merobek kaos miliknya dan mengikat tangan Seolhyun yang berdarah.
“ Setidaknya kita hentikan dulu darah yang keluar dari tanganmu. Jika tidak kau bisa mati kehabisan darah.”
“ Bukankah itu bagus???”
“ Apa kau bilang???”
“ Bukankah jika aku mati ,aku akan bertemu dengan Oppa. Oppa ku yang sebenarnya.”
Kim bum berhenti mengikat tangan Seolhyun. Ia menatap wajah Seolhyun sedih.
“ Darimana kau tau jika...”
Seolhyun masih diam matanya masih meneteskan airmata. Kim bum menariknya dan membawanya ke tempat yang tidak terlalu ramai.
“ Apa kau tau semuanya..”
Seolhyun mengangguk lemah.
“ Awalnya aku mengira jika ini hanya perasaanku saja. tapi sebelum aku memecahkan vas di rumah tadi, ibu tiriku bilang jika Oppa sudah meninggal beberapa bulan yang lalu.”