
Preview part 1
BUUUK!!!
Sebuah buku melayang ke muka Kim bum.
“ Hei kau kasar sekali menjadi wanita. Mana ada yang mau padamu,eoh?'’protes Kim bum.
“ Diamlah!!”
“ So Eun apa ada orang didalam?”tanya ibunya dari balik pintu kamar.
So Eun dan Kim bum saling menatap , cemas jika ibu So Eun tiba tiba masuk dan tau jika ada seorang namja dikamarnya...
My Love From the Sky part 2
“Ah, tidak..aku sedang menelepon temanku.” ucap So Eun matanya melotot pada Kim bum.
Tapi ibu So Eun terlanjur membuka pintu kamar So Eun dan melihat anaknya sedang bersiap siap melempar sebuah guling.
“ So Eun? Kau baru saja bilang kalau kau sedang menelpon temanmu. Tapi aku tidak melihat kau memegang ponselmu dan ponsel berada disana.” ucap ibu So Eun heran dan menunjukan ponsel So Eun yang berada di samping tempat tidurnya.
So Eun diam dia tak dapat mengelak lagi.
“ Eomma,,,”
“ Kau jangan terlalu memaksakan diri untuk belajar sampai larut malam. Liat kau sekarang sampai berkhayal seperti ini.”
“Oh,,,?!”So Eun bingung ibunya tidak menaruh curiga padanya.
“ Ku pikir kau dengan temanmu? Karena suaramu berisik sekali sampai terdengar sampai bawah.”
“ Maafkan aku eomma.” So Eun melirik Kim bum dan Kim bum menjulurkan lidahnya dia sedang meledek So Eun.
“ Ya sudah sekarang tidurlah.” ibu So Eun lalu berjalan keluar dari kamar So Eun.
Tapi tiba tiba ia berhenti dan membungkukan badannya, sepertinya ia sedang mengambil sesuatu.
“ Bulu apa ini???”
Mata So Eun melotot melihat bulu berwarna putih. Ia berpikir jika itu adalah milik Kim bum. Kim bum hanya melongo dan mengucapkan maaf pada So Eun.
“ Ah,i-tu...bulu ayam hehehe.”ucap So Eun gugup.
“ Benarkah..” lalu ibu So Eun menutup pintu kamar So Eun.
“ Hei!! Bagaimana jika ibuku tau?”
“ Kau lihat, dia tidak tau jika aku ada disini jadi tenanglah.” Kim bum lalu merebahkan dirinya di kasur So Eun.
“ Hei, minggirlah jangan tidur disitu. Itu tempat tidurku, kau tidur disana.” tunjuk So Eun pada sebuah kursi di dekat kamar mandi.
“ Di-sana?”
“ Hmm..”
“ Aku tak mau.” tolak Kim bum ia menarik selimut So Eun dan dipakainya.
“ Baiklah jika kau tak mau. Jika tadi kau tertabrak oleh pesawat mungkin sekarang akan aku lemparkan sebuah benda yang lumayan bisa untuk mematahkan lehermu, apa kau mau!” So Eun siap siap mengangkat kursi di meja belajarnya.
“ Jangan...!!! aish bagaimana kau bisa sekasar ini padaku.”
“ Jihhhh bahkan kau terlihat sangat sehat.” So Eun mengambil selimut yang dipakai Kim bum.
“ Dasar pelit.”gumam Kim bum.
“ Jika sekali lagi kau mengeluarkan suara aku akan melemparkan tempat tidur ini padamu.” gumam So Eun sedikit mengancam.
Akhirnya Kim bum bersedia tidur di kursi dekat kamar mandi.
“ Selamat malam...”ucap Kim bum saat memejamkan mata.
“ Hmmm...” jawab So Eun singkat.
🐾🐾
Pukul tujuh pagi di kamar So Eun.
So Eun turun dari tempat tidurnya dan menguap, ia melihat Kim bum masih tidur dengan nyenyak dikursinya.
“ Bahkan kau bisa tidur sangat nyenyak disana jihhh.” gumamnya.
So Eun mengambil handuk dan bersiap siap untuk mandi. Dan saat masuk kekamar mandi betapa terkejutnya ia saat melihat atap kamar mandinya mempunyai lubang yang sangat besar. Ia teringat jika semalam Kim bum terjatuh dari atapnya.
“ Hei, bangunlah...” So Eun menggoyangkan kaki Kim bum.
“ Ada apa? Apa aku harus ikut masuk ke dalam, eoh?”
So Eun melemparkan handuk ke muka Kim bum.
“ Hei tak bisakah aku tidur sampai nanti siang.” protes Kim bum dia terpaksa bangun karena terus saja di ganggu oleh So Eun.
“ Tidak,, kau lihat dikamar mandi sekarang. Kau harus membetulkannya sebelum aku mengusirmu dari rumah ini.”
“ Aish kau selalu mengancamku untuk pergi dari rumah ini.”
“ Cepatlah...”perintah So Eun.
Kim bum masuk kedalam kamar mandi dan melihat atap yang bisa untuk melihat langit yang cerah pagi itu.
“ Hei, bukankah ini bagus? Kau bisa melihat langit tanpa keluar rumah. Dan kau tak perlu lagi memakai lampu. Kau bisa menghemat listrik bukan?” Kim bum tersenyum pada So Eun, wajahnya sungguh polos sekali mengucapkan kalimat seperti itu.
“ Lalu bagaimana jika hujan? Apa kau mau membuat kamarku menjadi kolam renang?”
Senyum Kim bum lalu memudar.
“ Lalu aku harus menutupnya pakai apa?” tanya Kim bum tak tau apa yang harus dilakukannya.
“ Ah...bagaimana ini???” desis So Eun.
“ Apa kau punya payung???”tanya Kim bum.
“ Iya, aku punya.”
“ Ambil semua payung yang kau punya. Cepat.”peribtah Kim bum.
So Eun menuruti ucapan Kim bum, dia lalu mengambil beberapa payung yang ada di rumahnya.
“Apa yang akan kau lakukan dengan payung payung ini?” tanya So Eun heran.
“ Diamlah, sebentar lagi kau akan melihatnya.”
Kim bum kemudian memasang payung payung itu untuk menutupi atap yang berlubang.
“ Bagaimana?”Kim bum menepukan kedua tangannya menandakan jika pekerjaanya sudah selesai.
“ Apa???”
“ Apa kau tak bisa melihatnya?”
“ Jihhhh sangat lucu.”So Eun lalu masuk ke kamar mandi.
“ Aish wanita itu galak sekali.” gumamnya.
“ Aku bisa mendengarmu?” teriak So Eun dari dalam.
🐾🐾
Kim bum sedang berdiri di depan rumah So Eun. Ia menunggu So Eun keluar dari rumahnya. Kim Bum melihat sepatu yang baru saja ia kenakan.
Lalu tak lama So Eun keluar lengkap dengan seragamnya. Dia melirik aneh pada Kim bum.
“ Darimana kau mendapatkan sepatu itu?” tanya So Eun heran.
“ Di rak sepatu.”
“ Lalu apa yang kau lakukan disini?”
“ Menunggumu. Aku akan ikut ke sekolah denganmu.”
“ Mau apa kau ke sekolah denganku?”
“ Hei! Semalam kau yang menyuruhku untuk membantumu mendapatkan pria yang kau sukai itu. Apa kau lupa.”
So Eun diam lalu berjalan meninggalkan Kim bum.
“ Hei,tunggu aku.” teriak Kim bum tapi So Eun mengacuhkannya.
Kim bum lalu menyusulnya dan bisa mendahuluinya. Dia tersenyum dan mengeluarkan sayap kecilnya.
“ Apa yang kau lakukan? Apa kau bisa terbang dengan sayap sekecil itu?” ledek So Eun.
Kim bum menggelengkan kepalanya dan berhenti.
“ Apa kau tau? Baru kali ini aku berjalan dan memakai kakiku untuk menuju suatu tempat. Biasanya aku memakai sayapku, tapi....”
“ Sudahlah pasti akan sembuh lukanya.”
Kim bum tersenyum.
“ Apa kita akan berjalan kaki sampai ke sekolahmu?”
“ Tentu saja tidak.”
“ Lalu,,,?”
“ Kita akan naik bis.”
“ Apa? Bis. Wow aku belum pernah menaikinya.” ucap Kim bum kagum.
“ Hei, jangan mengajaku berbicara dulu, didepan sana sudah banyak orang. Aku tak mau orang menganggapku gila karena aku bicara sendiri.”
“ Kau kan sedang berbicara padaku.”
“ Apa mereka melihatmu?”
So Eun kemudian berlari mengejar sebuah bis yang baru saja berhenti di halte, Kim bum mengikutinya dari belakang.
So Eun mengambil tempat duduk di barisan paling belakang dan Kim bum duduk disampingnya.
Kim bum tersenyum pada So Eun.
So Eun pura pura tidak tau.
Tak berapa lama So Eun melihat Chang Wook naik bis yang sedang ia tumpangi. Ia lalu tersenyum, pandanganya tak lepas pada Chang Wook . Kim bum mengikuti arah pandangan So Eun dan menemukan seorang pria sedang berdiri di tengah.
“ Apa itu orang yang kau sukai?”
So Eun mengangguk.
“ Jihhh bahkan aku yang kau panggil siluman burung lebih tampan dari pada dia.” ledek Kim bum.
“ Tapi kau bukan manusia.” bisiknya.
Kim bum melengos dan melihat jalanan dari jendela.
🐾🐾🐾
Ji Won terlihat sedang duduk dibangku dengan Min Hyuk saat dikelas. So Eun menghampiri mereka berdua dengan wajah yang berseri seri.
“ Apa!!???” tanya Jiwon yang sedang sibuk membaca buku berdua dengan Min Hyuk.
“ Aku berangkat sekolah lagi dengannya.”ucap So Eun tersenyum sangat lebar.
“ Itu saja???” tanya Min Hyuk.
So Eun mengangguk semangat.
“ Hei,bukankah itu sudah biasa kau lakukan? Kau hanya berada dalam satu bis dengannya. Itu bukan berarti kau berangkat dengannya kan?” ucap Jiwon sedikit kesal.
Kim bum yang berada disampingnya tersenyum meledek So Eun.
“ Aishh kau ini kenapa tidak ada perkembangan yang lebih baik lagi?”protes Min Hyuk.
Mata So Eun mendelik pada Kim bum.
“ Anak anak silahkan duduk dibangku masing masing karena pelajaran akan segera dimulai.” seorang guru pria tiba tiba masuk ke dalam kelas.
So Eun tersenyum pada Chang Wook dari arah bangkunya yang berada dibelakang. Dan tentu saja Chang Wook tidak melihat So Eun.
“ Memalukan sekali, hanya ini yang bisa kau lakukan.” bisik Kim bum pada So Eun.
🐾🐾
Pelajaran selesai dan waktunya para siswa untuk makan siang dikantin. Seperti biasa So Eun bersama dengan Min Hyuk dan Jiwon. Lalu sekarang Kim bum diantara mereka.
“ So Eun berhentilah menggilainya.”ucap Jiwon.
“ Bahkan aku tak tau apa yang menarik dari pria itu.” tambah Min Hyuk.
Kim bum hanya mengangguk angguk dari belakang mereka.
“ Hei, apa aku tak boleh menyukai seseorang?”
“ Aish,,siapa yang melarangmu,untuk menyukai seseorang. Tapi sikapmu berubah menjadi aneh jika ada dia.”gumam Jiwon.
Mereka bertiga lalu mengambil makanan secara bergantian dan mencari tempat duduk. So Eun berjalan di urutan paling belakang setelah Min Hyuk, Ji Won berjalan paling depan untuk mencari tempat duduk.
Tanpa sadar So Eun melewati tempat yang sedang diduduki oleh Chang Wook. Kim bum yang melihatnya lalu menarik baju So Eun untuk duduk didepan Chang Wook,tapi So Eun menolaknya.
Akhirnya Kim bum menggunakan kedua tangannya untuk menarik nampan yang sedang dibawa oleh So Eun. Dan dengan terpaksa So Eun sudah berada di depan Chang Wook.
“ OMO??? Apakah itu So Eun?” tanya Min Hyuk pada Jiwon.
“ Aku tak percaya jika ia So Eun tapi sepertinya itu benar benar So Eun.” Ji Won terkejut melihat So Eun duduk didepan Chang Wook.
Sedang Chang Wook terlihat sibuk dengan makananya tanpa memperhatikan So Eun.
Dada So Eun berdegup cepat, matanya terus memandangi Chang Wook yang sedang makan.
“ Aku tak bisa menelan makanan ini jika kau terus memandangiku seperti itu.”
Kim bum duduk disamping Chang Wook dia melihat So Eun dan Chang Wook bergantian.
“ Ah, maafkan aku...”ucap So Eun lalu mngambil sumpitnya.
“ Jihhh dasar kikuk.” desis Kim bum.