
Seorang siswi bersorak-sorak di tepi lapangan, ia nampak heboh karena sedang melihat temannya bermain basket.
“ Yya! So Eun bisakah kau hentikan teriakan konyolmu itu?!” komentar seorang siswi yang ada disebelahnya yang keliatannya terganggu karena suara So Eun.
“ Yya! Jiwon,apakah kau tak pernah mempunyai seorang idola?” tolak So Eun bibirnya mencebik lalu melanjutkan teriakannya yang hampir mirip dengan orang kerasukan.
Jiwon menggelengkan kepalanya karena tidak tau jika kelakuan sahabatnya tersebut diluar ekspetasinya.
“ Aku punya, tapi tidak sekonyol ini?”
“ Benarkah??? Siapa???” tanya So Eun penasaran.
“ Ada tapi aku tak akan memberitahukanmu.”
“ Begitukah? Tak usah kau beritau aku juga sudah tau kok."
Lalu keduanya pun pergi meninggalkan lapangan setelah So Eun melambaikan tangan pada seorang pria yang sama sekali tidak melihatnya.
“ Cihh kasian sekali kau So Eun..” gumam Jiwon.
“ Aku bisa mendengarkanmu Jiwon ah...” So Eun mengejar Jiwon yang sudah agak jauh meninggalkan lapangan.
“ Kenapa kalian ribut? Apa kalian sedang membicarakanku?” seorang pria tiba tiba muncul dan berdiri di tengah tengah So Eun dan Jiwon.
“ Aish kau ini,selalu tiba tiba muncul dan menghilang sesuka hatimu.” komplen So Eun.
“ Apa kau tak tau jika aku adalah seorang.. A.N.G.E.L.”
“ Yya?! Min Hyuk, bahkan kau tidak mempunyai bulu kaki. Mana mungkin aku bisa percaya padamu jika kau adalah seorang angel yang mempunyai sayap untuk terbang? Jadi berhentilah berkhayal. Ku mohon?!” So Eun menjitak kepala Min Hyuk, dan ia pura pura mengaduh kesakitan.
“ Aigo.. sakitkah???”tanya Jiwon mengusap kepala Min Hyuk.
Min Hyuk mengangguk dengan wajah polosnya. Ia memang sangat suka diperhatikan oleh Jiwon. Karena memang ia naksir Jiwon sejak dulu.
“ Yya!!sejak kapan kalian pandai berakting?!
” So Eun meninggalkan mereka berdua karena tak kuat melihat pemandangan yang bisa menodai matanya.
❤️❤️
Rumah So Eun malam hari.
So Eun terlihat sangat sibuk dengan buku pelajaranya. Rasa kantuknya ia tahan karena sebentar lagi ujian nasional akan diadakan di sekolahnya. Ia ingin sekali bisa mendapatkan nilai yang bagus agar bisa satu universitas dengan idolanya tersebut yaitu Ji Chang Wook.
Dulu So Eun sangat tidak peduli dengan pelajaran. Tapi setelah Chang Wook pindah ke sekolahnya dan kebetulan ia dapat dikelasnya itu menjadi semangat untuk So Eun agar bisa mendapatkan nilai yang bagus. Ia tak ingin terlihat buruk di depan idolanya itu.
“ Aku harus bisa mendapatkan nilai yang bagus.”gumamnya lalu dia menguap.
“ Aish,,,menjadi siswa yang pintar ternyata sangat sulit.”lalu ia menatap langit malam lewat jendelanya.
BRUUUK!!!!
Terdengar seperti suara benda yang jatuh di kamar mandinya. So Eun menoleh ke arah kamar mandi dengan takut dan cemas. Diambilnya sebuah tongkat baseball dan menuju ke kamar mandi.
So Eun berjalan mengendap-endap menuju kamar mandi dan dibukanya pintu itu lalu,,,
“ Apa!! ???”So Eun terkejut melihat apa yang ada didepannya sekarang.
“ Nu-nugu???”tanyanya dengan suara takut.
Pria itu menoleh pada So Eun dia seperti sedikit kesakitan.
“ Bisakah kau menolongku???”ucap pria itu yang sedang memegang pundaknya.
“ Bagaimana jika kau adalah orang jahat?”
“ Apa aku terlihat jahat dan mencurigakan?”
So Eun mengamati pria itu dari ujung kaki sampai ujung kekepala. Setelah memastikan bahwa ia tak berbahaya maka So Eun memberanikan diri untuk maju mendekatinya.
“ Hei!! Pundakmu berdarah?”ucap So Eun saat melihat pundak pria itu mengeluarkan darah.
“ Maka dari itu aku butuh bantuanmu.”
“ Benarkah ,,,”
Lalu So Eun memapah pria itu ke kamarnya. Ia membersihkan lukanya dan di berikan perban . setelah selesai diperban punggung pria itu tiba tiba mengeluarkan kedua sayap. So Eun terkejut dan mundur seketika dari pria itu.
“ Kenapa????”
“ Aku tak bisa terbang dengan sayap yang masih luka seperti ini.”
“ Apa?? Sayap? Apa kau gila???”
Pria itu menatap So Eun dengan pandangan aneh.
“ Apa aku mengucapkan hal yang aneh? Apa salah jika aku mempunyai sayap.”ucapnya dengan polos dan tenang.
“ Kau ini siapa sebenarnya? Tiba tiba jatuh dan mengeluarkan sayap. Apa kau pesulap?”
Pria itu menggeleng.
“ Orang gila.?”
“ Apa aku nampak seperti orang gila?”
So Eun menatap pria itu curiga dan memastikan bahwa dia bukan orang gila yang tersesat.
“ Ah, apakah kau siluman burung? Ne,,burung mempunyai sayap dan kau juga mempunyai sayap seperti burung.”
"Apakah kau tidak bisa berimajinasi lebih bagus lagi???”
So Eun menggeleng.
“ Aku adalah ange...”pria itu tak melanjutkan ucapanya. “ Ya sudah sebut aku siluman burung atau apalah yang penting bukan orang gila.”
So Eun mengangguk.
“ Panggil aku Kim Bum. Dan bisakah aku tinggal disini selama sayapku masih sakit?”
“ Apa! ? Tinggal disini??? Bagaimana jika orangtuaku tau jika kau berada disini. Dan yya bisakah kau sembunyikan sayapmu itu,kamarku terlihat sempit jika kau seperti itu.”
“ Kau adalah manusia pertama yang melihatku,jadi hanya kau yang bisa melihatku.”Kim bum lalu menyembunyikan sayapnya.
“ Begitukah??? Lalu kenapa sayapmu bisa seperti itu? Patahkah?”
Kim Bum mengangguk.
“ Sayapku terkena pesawat saat aku terbang.”gumam Kim bum.
“ Hahhahaa bahkan siluman bisa melakukan hal konyol seperti itu? Apakah kau sedang belajar terbang?”So Eun tertawa mendengar pengakuan Kim bum.
“ Apakah itu lucu, eoh?”
So Eun lalu diam setelah mendengarkan ucapan Kim bum baru saja.
“ Aishh”desisnya.
So Eun baru sadar jika dari tadi Kim bum bertelanjang dada lalu ia menutupi matanya dengan kedua tanganya.
“ Wae?”tanya Kim bum heran.
“ Tunggu sebentar,aku akan mengambil kaos milik ayahku mungkin saja pas untuk kau.”
Kim bum hanya melihat So Eun keluar dari kamar dengan kedua tangan di matanya.
“ Ini pakailah?”So Eun mengulurkan kaos berwarna putih pada Kim bum.
Kim bum menerimanya dengan ragu.
“ Pakailah jika ingin menginap disini?”ucap So Eun.
Kim bum lalu meraih kaos itu lalu memakainya.
Keduanya lalu diam. So Eun melanjutkan belajarnya sedangkan Kim bum mengelilingi kamar So Eun dan menunjuk barang yang ada dikamar So Eun dengan heran.
So Eun tak bisa konsentrasi dengan baik tapi So Eun mempunyai ide yang bagus agar ia bisa mendapatkan hati Chang Wook.
“ Hei siluman burung,apakah benar hanya aku yang bisa melihatmu?”
“ Hmm.”Kim Bum tidak menoleh So Eun dia masih sibuk melihat barang barang di kamar So Eun.
“ Apakah kau bisa membantuku?”
“ Membantu apa...?”
“ Bisakah kau menatapku sekarang? Tidak sopan jika kita sedang bicara tapi kau sedang melihat benda lain.”
Kim bum lalu mendekatkan diri ke So Eun.
So Eun memandang Kim bum tapi dia grogi setelah Kim bum juga melihat wajahnya. Karena tak tahan So Eun memalingkan wajahnya ke buku pelajarannya.
“ Kau ingin aku membantumu apa?”tanya Kim bum masih dalam posisi yang sama.
“ Bisakah kau membuatku bisa mendapatkan hati seorang namja yang sedang aku sukai?”Ucap So Eun tapi matanya pura pura membaca buku pelajarannya.
“ Apa aku tak salah dengar??? Hati??? Anniyeo,,aku tak mau membunuh orang.”
So Eun kaget mendengar ucapan Kim bum.
“ Apa kau tak mengerti apa yang aku maksud?”
Kim bum menggeleng.
“ Aigoo...”So Eun memijat keningnya yang tidak pusing.
“ Maksudku,bisakah kau membantuku agar aku bisa membuat orang yang aku sukai,suka padaku?”
“ Tak mau.”jawabnya singkat.
“ Baiklah, jika kau tak mau kau bisa keluar dari rumahku sekarang.”
“ Apakah ini ancaman?”
So Eun mengangguk.
Kim bum berpikir lama dan melihat So Eun dari ujung kaki sampai ujung kepala.
“ Baiklah – baiklah.kurasa kau tidak terlalu jelek untuk mendapatkan seorang kekasih.”
So Eun menoleh pada Kim bum dan melempar sebuah boneka beruang yang sangat besar padanya. Tapi Kim bum bisa menghindarinya.
“ Ini bukan pesawat jadi aku bisa menghindarinya.”ledek Kim bum.
Tapi....
BUUUK!!!
Sebuah buku melayang dimuka Kim bum.
“ Kau kasar sekali menjadi wanita. Mana ada yang mau padamu,oh?’protes Kim bum.
“ Diamlah!!”
“ So Eun apa ada orang didalam?”tanya ibunya dari balik pintu kamar.
So Eun dan Kim bum saling menatap ,cemas jika ibu So Eun tiba tiba masuk dan tau jika ada seorang namja dikamarnya...
Ini adalah Fan Fiksi pertamaku tahun 2015