My Love From The Sky

My Love From The Sky
Chance


Preview Part 4


“ Ini berarti aku harus tinggal bersamamu lebih lama lagi.” gumamnya.


“ Hei apa kau mulai bosan tinggal bersamaku?!’ So Eun mencoba berdiri tapi tanganya diraih Kim bum.


“ Tidak, aku harus membantumu dulu agar bersama dengannya dulu bukan? Sepertinya hal itu membutuhkan waktu yang lebih lama.”


“ Apa??? Apa maksudmu???”So Eun memukul lengan Kim bum dan meninggalkannya.


“ Apa kau mau meninggalkan aku lagi?”teriak Kim bum.


So Eun menoleh dan menjulurkan lidahnya pada Kim bum.


“ Ahh kau ini.”Kim bum berdiri dan mengejar So Eun.


My Love From the Sky part 5


So Eun melihat Kim bum sedang berusaha untuk mengepakkam sayapnya lagi. Untuk kali ini Kim bum berhasil terbang dengan sayapnya. So Eun yang melihatnya tersenyum senang. Karena Kim bum bisa kembali ke tempat asalnya lagi. Semakin lama bayangan Kim bum mulai menghilang bersama bayanganya dan meninggalkan So Eun. Kim bum bahkan belum sempat mengucapkan kata perpisahan pada So Eun


“ Hei Kim bum ah...kenapa tidak bilang padaku jika kau akan pergi?” lirih So Eun.


“ Tapi Bukankah aku harus bahagia jika kau bisa kembali ke tempatmu?? Ini berarti tak ada lagi yang mengangguku lagi. Ah, tidak bukan menganggu tapi menemaniku.” So Eun tersenyum tapi air matanya menetes.


“ Hei!!!So Eun !!! bangunlah apa kau tidak akan berangkat sekolah hari ini?” ibu So Eun


menggoyangkan tubuh So Eun.


So Eun membuka matanya dan melihat ibunya sedang membereskan kamarnya.


“ Ah eomma,” gumamnya.


“ Mimpi apa kau ini? Menangis seperti anak kecil saja.”


“ Benarkah?? Tapi aku tidak menangis.”


“ Lihatlah matamu, kau menangis seperti sedang putus cinta.”


So Eun berjalan ke meja rias didepannya. Terlihat matanya basah dan bengkak seperti habis menangis.


“ Apa?? Tak mungkin.”


“ Mandilah, kau akan terlambat nanti.”


So Eun mengangguk dan masuk kedalam kamar mandi. Dia masih penasaran dengan mimpinya semalam. Kenapa ia tiba tiba memimpikan Kim bum. Dan mimpi itu seakan tanda perpisahan.


“ Ah,,aku tidak melihatnya hari ini. Kemana dia?” tanyanya dalam hati.


🐾🐾


So Eun berjalan ke halte sendirian. Dia menoleh kanan kiri mengantisipasi jika ada Kim bum didekatnya.


“ Aishh bahkan disini pun dia tak ada.”


So Eun teringat dengan bulu yang diberikan oleh Kim bum semalam, ia ingin mengenggamnya tapi diurungkannya.


“ Kenapa aku harus melakukannya?”


So Eun lalu naik ke dalam bis. Ia melihat Chang Wook sedang mendengarkan musik di bangku paling belakang. Langkahnya ragu untuk mendekati laki laki itu. Tapi tiba tiba badannya didorong oleh seseorang dibelakangnya. Sehingga membuat So Eun tak sengaja duduk disamping Chang Wook.


“ Aishhh siapa yang berani mendorongku.” gumam So Eun kesal. Dan lihatnya Kim bum tersenyum padanya.dia melambaikan tangannya pada So Eun.


“ Ternyata kau ada disini.” gumam So Eun lagi.


“ Ada apa..?” Chang Wook menoleh ke arah So Eun.


“ Ah, bukan...”


Chang Wook memakai headsetnya kembali. Dan So Eun kembali diam. Ia tau jika Chang Wook tak tertarik ngobrol dengannya. Kim bum yang melihat situasi tersebut mendekati Chang Wook dan mengeraskan volume musik di ponselnya sehingga membuat Chang Wook terpaksa melepaskan headsetnya.


“ Aisshhh...”desisnya.


So Eun hanya menoleh dan tau jika itu adalah perbuatan Kim bum.


“ Apakah kita sekelas?” tanya Chang Wook.


“ Iya,,,”


“ Apa kau tinggal disekitar sini.” tanya Chang Wook lagi.


“ Jiiiih bahkan dia tak mengenalmu.” gumam Kim bum pada So Eun.


So Eun menatap Kim bum kesal.


“ Iya,,aku tinggal disekitar sini.”


“ Ah,,,itu berarti rumah kita tak begitu jauh.”


So Eun mengangguk.


Chang Wook mengamati wajah So Eun lalu tersenyum.


“ Kau yang dulu makan dikantin bersamaku kan? Ah maaf aku bahkan tidak mengenalmu...”


“ Tak apa apa...yang penting kau sekarang sudah mengingatku.”


So Eun mengulurkan tangannya.


“ Kim So Eun. Paggil saja aku So Eun.”


Chang Wook menerima uluran tangan tersebut.


” Ji Chang Wook.”


“ Kau tak perlu mengenalkan dirimu. Karena gadis ini sepertinya lebih tau banyak tentang kau daripada dirimu sendiri.” ledek Kim bum.


Lalu Kim bum duduk disebelah So Eun dan menatap jendela bis. Ia tidak mendengarkan percakapan antara So Eun dan Chang Wook lagi.


Dia teringat pertama kali pertemuanya dengan Seolhyun dan kakak Seolhyun yang sudah meninggal.


Flashback


“ Kau tak apa apa!???”tanya Kim bum pada seorang laki laki yang sedang berlumuran darah.”Aku akan membawamu ke rumah sakit,jadi aku mohon bertahanlah.”


Tangan laki laki tersebut meraih lengan Kim bum dan menahanya agar tidak pergi.


“ Siapapun kau, aku tau jika kau adalah orang baik. Dan aku tau aku akan mati, jadi aku mohon jagalah adikku untukku. Dia buta jadi mungkin dia tak akan mengenalimu. Berpura puralah menjadi diriku,hanya aku yang ia punya saat ini, selain ibu tirinya yang kejam. Tolong jagalah ia.” lalu tak berapa lama laki laki tersebut memejamkan matanya dan menghembusakan nafas terakhirnya.


“ Ohhh,kau tak boleh mati. Jangan!!! Jangan mati!!!"Kim bum menggoyangkan tubuh yang sudah tak bernyawa itu.


“ Kali ini kau gagal menjadi malaikat pelindung untuknya. Kembalilah ke langit. Kau tak boleh turun kebumi sebelum hukumanmu berakhir karena kegagalanmu kali ini.” ucap pria berjenggot putih itu pada Kim bum.


“ Ta-pii bagaimana dengan adiknya. Bagaimana jika hukuman itu diganti dengan menjadi malaikat pelindung untuk adiknya?”


Pria berjenggot itu diam dan mengangkat tubuh Kim bum dengan kekuatan matanya. Kim bum tak berdaya dan hanya mampu melihat laki laki itu terkapar dan sebelum akhirnya mobil ambulans menjemputnya.


“ Bahkan sampai sekarang aku masih dihukum .” gumam Kim bum sedih.


“ Bagaimana aku harus menjelaskan pada gadis itu, jika dia bisa melihat nanti??? Ini semua salahku tidak memikirkan ke depannya.”


Kim bum melirik So Eun yang sekarang masih mengobrol dengan Chang Wook.


“ Hei saat kau sudah bisa bersamanya aku akan pergi. Kau senang kan???” gumam Kim bum lagi dan melihat So Eun.


So Eun tidak menyadari jika Kim bum sekarang sedang memperhatikannya.


🐾🐾


Seorang gadis dengan rambutnya yang panjang sedang duduk di sebuah kursi di taman. Ia tersenyum dan menghirup udara sore pada hari itu.


“ Seolhyun ah,,apa yang sedang kau lakukan?” tanya Kim bum duduk disampingnya.


“ Ah,oppa..” Seolhyun mencari tangan Kim bum dan Kim bum mengenggam tangan Seolhyun.