
Preview Part 3
“ Jangan mengajakku berbicara saat banyak orang, mengerti?!” So Eun menoleh kebelakang tapi tidak menemukan Kim bum.
Dan saat ia menoleh kedepan lagi ia melihat Kim bum tersenyum.
“ Baiklah??!”ucap Kim bum dan ia tersenyum sangat manis. Hingga membuat wajah So Eun memerah.
“ Hei wajahmu memerah??”
So Eun melanjutkan jalannya tanpa mempedulikan Kim bum.
My Love From the Sky part 4
Hei kenapa? Ada apa dengan wajahmu? Wajahmu memerah, apa karena aku sangat tampan?” teriak Kim bum.
So Eun masuk kedalam bis meninggalkan Kim bum, Kim bum yang tertinggal jauh mengejar bis yang di naiki So Eun.
“ Hei! Tunggu aku.” teriak Kim bum.
So Eun pura pura tidak mendengarkan Kim bum ia duduk dan mendengarkan musik dari headsetnya. Tak lama ia menoleh kebelakang dan melihat Kim bum masih mengejarnya. Karena So Eun tak tega ia berdiri lalu turun dari bis tersebut.
So Eun berjalan menghampiri Kim bum yang nampak kelelahan karena berlari mengejar So Eun.
“ K-kau turun juga akhirnya.” Kim bum tersenyum pada So Eun nafasnya terengah-engah.
“ Jangan tersenyum lagi. Aku turun bukan karena kau. Aku turun karena hanya kaulah yang bisa membuatku dekat dengannya.” ucap So Eun pada Kim bum.
Senyum Kim bum memudar seketika.
“ Apapun alasanmu, yang terpenting kau tidak meninggalkan aku disini.” Kim bum kembali tersenyum.
“ Ah senyum itu.. jelek sekali.” desis So Eun.
Kim bum menarik lengan So Eun dan membawanya berlari.
“ Hei mau apa kau ini?”
Kim bum sedang memperhatikan seorang gadis yang berjalan dengan sebuah tongkat ditangannya. Gadis itu terlihat baru saja keluar dari tempat cetak foto. Kim bum lalu menghampirinya dan menggandeng tangannya.
“ Seolhyun ah?” ucap Kim bum lembut.
“ Ah oppa? Itu kaukah???” Seolhyun menoleh ke arah suara.
“ Hmmm...lama tak bertemu? Apakah kau sehat?” tanya Kim bum tanganya masih menggandeng tangan Seolhyun.
“ Iya begitulah,,,ah oppa. Apa pekerjaanmu sudah selesai? Hingga kau bisa menemuiku lagi?”
“ Emmm belum, tapi aku menyempatkan untuk bertemu denganmu.” Kim bum mengusap lembut rambut Seolhyun.
“ Apa kau meridukanku?” tanya Seolhyun, ia tersenyum manis.
“ Tentu,,,apa yang kau lakukan didalam sana tadi?”
“ Aku baru saja mencetak foto kita berdua. Apa kau mau melihat?”
Seolhyun mengambil foto di sakunya dan menunjukannya pada Kim bum, terlihat Seolhyun sedang tersenyum tapi tak ada Kim bum disana. Ia nampak tersenyum sendiri. Jika ia bisa melihat mungkin akan nampak aneh.
“ Apakah hasilnya bagus oppa? Aku tak bisa melihatnya sekarang, tapi aku akan bisa melihatnya nanti.”
Kim bum memegang foto itu dan menatap Seolhyun sedih.
“ Seolhyun ah...”
“ Hmmm ..”
“ Bisakah kau menyimpan foto ini, dan tidak memperlihatkan pada orang lain.”
“ Kenapa??? Apakah fotonya jelek?”
“ Bukan begitu...tapi aku hanya ingin kau menyimpannya saja. Mengerti kan.”
Seolhyun mengangguk.
“ Baiklah oppa akan mengantarkanmu pulang.”
Seolhyun tersenyum dan kembali mengenggam tangan Kim bum.
🐾🐾
So Eun terlihat tidak tenang dikamarnya dia memandang atap kamarnya dan mengedarkan pandangan disekitarnya memastikan bahwa Kim bum tidak secara tiba tiba muncul di sampingnya.
“ Aigoo kemana lagi orang itu? “ So Eun menopang dagunya dengan kedua tangannya dan menatap langit malam dari meja belajarnya.
“ Ah...tak ada yang menarik jika aku sendirian seperti ini. Tak ada lawan untukku marah marah.” gumamnya.
So Eun lalu mengambil jaket di samping lemarinya dan keluar. Ia berencana untuk berjalan-jalan karena bosan tak ada Kim Bum di sekitarnya.
“ Mau kemana kau So Eun?” tanya ibunya.
“ Jangan malam malam pulangnya.”
“ Iya,,” So Eun melirik rak sepatu, sepatu itu tidak ada ditempatnya berarti Kim Bum masih ada di luar rumah.
🐾🐾
So Eun membawa kantong plastik yang berisi makanan ringan dan beberapa minuman kaleng. Tanpa sengaja ia melihat Kim bum yang sedang duduk di ayunan yang ada di sebuah taman.
“ Apa yang dilakukan siluman burung malam malam seperti ini disini?” So Eun berdiri didepan Kim bum yang terlihat menunduk.
“ Ah kau mengangetkanku.”Kim bum mendongakkan kepalanya dan melihat So Eun sudah berada didepanya.
“ Itu yang sering kau lakukan padaku kan?” So Eun duduk disamping Kim bum.
“ Kau mau ini???” So Eun menawarkan sebuah minuman pda Kim bum.
“ Tidak..”
“ Aku lupa jika kau tidak makan dan minum.” gumamnya.
“ Lalu apa yang kau lakukan malam malam disini? Apa kau sedang mencariku?”
So Eun tiba tiba tersedak dan memuntahkan minuman dimulutnya.
“ Apa kau tak melihat aku membawa sebuah kantong plastik? Aku baru saja dari minimarket?”
“ Benarkah....” Kim bum mengeluarkan sebuah bulu berwarna putih dari kantong celananya.
“ Ini...”
“ Apa ini?”
“ Jika kau mencariku, kau hanya perlu mengenggam bulu ini erat erat. Aku akan datang saat itu juga, Ini adalah bulu dari sayapku..”
“ Benarkah?” So Eun menerima bulu itu dan memasukan kedalam dompetnya.
Kim bum tersenyum.
“ Apakah kau sedih karena tak bisa terbang?” tanya So Eun matanya menatap ke arah Kim bum.
Kim bum menoleh dengan tatapan heran.
“ Kenapa kau tiba tiba menanyakannya.”
“ Tidak,,pasti sangat aneh, jika kau sudah terbiasa terbang tapi sekarang kau tiba tiba harus berjalan kaki.” gumamnya.
“ Apa kau mengkhawatirkanku???”
“ Bicara apa kau ini??? Tentu saja tidak, bahkan aku tidak waktu untuk mengkhawatirkan diriku sendiri.”
Kim bum menatap So Eun dari samping.
“ Apa bisa terbang itu menyenangkan?” tanya So Eun.
“ Apakah kau ingin terbang?” tanya Kim bum ia berdiri di depan So Eun.
“ Apa!?”
“ Tidak sekarang, tapi jika nanti sayap ini sudah sembuh aku akan mengajakmu terbang.”
“ Benarkah???” tanya So Eun tidak percaya.
“ Tentu saja, apa aku terlihat berbohong.” Kim bum berlari di tengah taman dan mencoba mengeluarkan sayapnya.
Kim bum berusaha sekuat tenaga untuk mengepakan sayapnya. Saat ingin terbang ia tiba tiba terjatuh dan tersungkur.
“ Hei! Kim bum ah?!” teriak So Eun menghampiri Kim bum.
“ Kau tak apa apa kan?”
“ Aku baik baik saja.” ucap Kim bum kecewa.
“ Kau harus memulainya perlahan, jangan dipaksakan.”
“ Ini berarti aku harus tinggal bersamamu lebih lama lagi.” gumamnya.
“ Hei apa kau mulai bosan tinggal bersamaku?!’ So Eun mencoba berdiri tapi tanganya diraih Kim bum.
“ Tidak,,,aku harus membantumu dulu agar bersama dengannya dulu bukan? Sepertinya hal itu membutuhkan waktu yang lebih lama.”
“ Apa??? Apa maksudmu???”So Eun memukul lengan Kim bum dan meninggalkannya.
“ Apa kau mau meninggalkan aku lagi?” teriak Kim bum.
So Eun menoleh dan menjulurkan lidahnya pada Kim bum.
“ Ahh kau ini.” Kim bum berdiri dan mengejar So Eun.