
gelap pun berubah jadi terang , dan waktunya untuk menyambut pagi dengan kebahagiaan, tapi tidak untuk Vanya , kata kata mama dan papanya tentang perjodohan masih terngiang ngiangbdi kepala Vanya.
" aaahhhh.... bisa bisa gila aku memikirkan perjodohan ini , ya tuhan jika memang ini
nasib ku kuatkan lah hambamu ini " sambil
memegangi kepalanya rasanya ia akan menjadi gila.
# dikampus #
saat pelajaran di mulai Sherly memandang Vanya dengan tatapan aneh ... bagaimana tidak aneh Vanya membaca buku tapi bukunya terbalik.hhahahha. *sorry author ngakak
bel istirahat berbunyi
Ting Ting Ting*
" nya Lo ngapasi dari tadi suntuk banget,
coba Lo ngaca muka kusut kayak belum
disetrika" ucapnya sambil tertawa
" gimana ga kusut muka gue , gu..gu.gue...
mau dijodohin " sambil mata berkaca-kaca
" WHAT !!!!! " ucapnya teriak
" eh Lo yang bener aja gelendang telinga gue hampir aja pecah tau ga, kenapa Lo yang heboh hah" nada marah
author POV
Vanya itu tidak gampang nangis tapi sekali nangis itu menandakan ia sangat terpuruk.
kembali ke story'
setelah menceritakan semua nya ke sherly
Vanya agak merasa kelegaan sudah berbagi cerita ke sahabatnya itu.
ia terlihat khawatir , lalu bertanya kepada
sahabat nya itu,
" Sher , kalo calon suami gue udh tua gmna,
kalo duda gmna, kalo jelek gmna, kalo..."jari
telunjuk Sherly di tempelkan ke bibir cerewet sahabat nya itu.
" gue yakin orang tua Lo itu baik ga mungkin selera mereka untuk jodohin kamu sama orang yang kamu katakan tadi " jawabnya santai.
# pulang kampus #
"sher kerumah gue yuk, katanya Lo mau ketemu nyokap gue" ajak Vanya
" sekarang, emang nyokaplo ga sibuk ?" tanya sherly.
" Lo ikut pake mobil gue aja ya " ajaknya
dapat anggukan dari Sherly.
diperjalanan pulang
Sherly bertanya tanya kenapa mobilnya tiba-tiba berhenti;
" kenapa? nya kok berhenti ?"
mobil gue mogok.jawabnya
Vanya keluar untuk memeriksa mobilnya dan ya dia tidak tahu menahu tentang mobil,dia hanya tau mengendarainya saja.
dan tak lama lewat mobil mewah berwarna silver , lalu Vanya melambaikan tangan nya ke arah mobil itu seketika mobil itu berhenti, Sherly mengetuk jendela mobil tersebut
dan berkata,
" tuan apa boleh aku menumpang ,karena mobilku mogok" ucapnya dengan raut muka memelas
dan seketika kaca mobil itu terbuka dan ....
*jrenggg ternyata itu mobil Daniel
" ada apa lagi kenapa setiap ada masalah pada dirimu , kau selalu datang pada ku?" ucapnya*
" kenapa harus kau yang lewat, kenapa tidak mobil lain saja ? " ucapnya tidak terima.
ketika kaca mobil hendak di tutup jari jari cantik Vanya ingin menghentikan nya tapi.
auuu.. teriakan
Sherly yang ada di dalam mobil yang dari tadi
hanya memperhatikan perdebatan kedua manusia tadi seketika keluar dari mobil dan hampiri sahabat nya yang berteriak.
Daniel yang kaget langsung mengumpat.
" *shittt!!!, ucapnya dan ia langsung menurunkan kaca mobilnya kembali .
lalu ia keluar mobil dan melihat tangannya yang merah sedang di genggaman erat oleh vanya .
refleks* Daniel menggenggam tangan Vanya dan menyuruh Vanya dan Sherly masuk ke mobilnya . dengan Sherly yang duduk di belakang dan Vanya duduk di depan di samping Daniel yang akan mengendarai mobil nya itu.
Vanya menggenggam tangan nya sambil meringis dan berkata
" hei tuan kenapa kau kasar sekali aku hanya butuh tumpangan, jika kau tidak mau memberikan tumpangan ya sudah Jagan membuat tanagnku jadi terluka " dengan mata berkaca-kaca tapi tidak sampai menangis.
dan entah ada angin dari mana Daniel memegang kedua pipi Vanya yang matanya sedang berkaca-kaca langsung...
blusssh ....pipinya merah seperti tomat karena ia melihat dengan jelas wajah tampan beruang kutub itu dari dekat...
penasaran....
#jangan lupa vote like and komen