
maaf ya guys kalo ni cerita banyak kekurangan , ya maklumlah ini cerita
kalo buat satu bab aja mikir nya
lama bngt .
Happy reading 😀
---------------------------------
kicauan burung membangunkan
dua insan yang sedang tertidur pulas.
uuhhh...
huh nyaman sekali . gumamnya
Vanya semakin erat memeluk badan Daniel tanpa sadar yang.
dengan Vanya yang masih mengumpulkan kesadaran dan ..
akkkhh..
langsung menutup mulut nya yang berteriak
ia takut membangunkan Daniel yang sedang tidur sambil dipeluknya
padahal ia ingat betul tadi malam
ia menggunakan guling untuk
batasan antara dia dan Daniel .
ia pun mengingat keadaan tadi malam
fleshbeck~
setelah keluar dari kamar mandi ,
Vanya melilit kan handuk di rambutnya yang basah.
ia melihat ke ranjang ada Daniel lalu berfikir sejenak.
bagaimana ini , apa aku harus tidur seranjang
dengannya , lalu ia pun duduk di sofa dan
terlelap dalam keadaan tidak nyaman ,
dan terlelap dengan kemeja kerja Daniel yang kebesaran dan hanya diatasi lutut.
fleshbeck ~
lalu ia memandang Daniel dan bertanya tanya.
apakah dia yang memindahkan ku
kemarin malam?gumamnya.
" apa kau terpesona melihat wajah ku yang tampan ini ?" dalam keadaan masih menutup mata.
Daniel POV
tengah malam aku terbangun karena
meraba ke samping ranjang dan tidak medapati Vanya disampingku.
lalu aku duduk sejenak melihat ke arah
sofa melihat Vanya yang tertidur dengan keadaan memakai kemeja kerjaku,
yang hanya sebatas pahanya
aku melangkah kan kaki ku mendekati nya
dan melihat wajah cantiknya tanpa polesan make up dan tatapanku berhenti di bibir
'apa aku mulai menyukainya?' gumamnya .
Huft, apa salahnya kan dia istri ku
aku berhak atas semuanya.ucapnya sambil tersenyum tipis.
lalu ia mengecup bibir sekilas dan menggendong nya , untuk dipindahkan ke ranjang .
aku memindahkan nya dengan hati hati aku takut ia bangun .
setelah sudah berada pada posisi yang benar lalu ia tidur disamping Vanya dan mengelus pipi mulus nya.
' Dion kamu sangat jahat , aku benci kamu '
mengigau sambil merengek menahan tangis.
siapa Dion ' batinnya.
author POV
" kenapa kau pd sekali , emang wajahmu tampan ?" tanya Vanya balik.
dia hanya diam dan saat Vanya hendak bangun Danil mencegah nya dan memegang tangan nya .
dan Vanya berbalik menghadap Daniel.
dan bertanya
" ada apa ? ,aku mau mandi dan nanti kita jalan jalan ya " bujuknya dengan nada lembut
dan senyum manisnya .
"kenapa setiap kau ingin sesuatu , kau selalu berkata manis dan menunjukkan wajah
imutmu ?" sambil menatap aneh .
apa dia bilang, aku imut.ucapnya girang dalam hati.
" oh ayolah "bujuknya lagi.
Daniel lalu ingat ingin bertanya soal tadi malam.
" oke tapi aku mau tanya dulu soal ..,
Dion ?" ucapnya penuh tanda tanya.
lalu Vanya memucat mendengar nama
' Dion '
lalu menangis dengan terisak .
Daniel yang melihat itu menjadi bingung lalu memeluk Vanya yang menutupi mukanya dengan kedua tangannya.
" dia di... di...aa " lalu kembali menangis'
" ayo menangis lah tumpah segala rasa goyang mengganjal di benak mu" sambil mengelus pundak Vanya agar lebih tenang .
Vanya yang merasa tenang pun mulai bercerita , padahal ia sudah mencoba untuk tidak berbagibcerita ini pada siapa pun termasuk kedua orang tuanya .
dan entah lah ia merasa jika ia berbagi pada Daniel ia sedikit lega.
" dia di .. dia dulu pacarku saat di Switzerland
dan dia juga lelaki yang....."
__________________________
penasaran siapa 'doni' jangan bosen baca
cerita ku ya.
tolang bantu vote ya belum ada yang vote guys , author jadi ga semangat nih 😗
happy reading 😀