Like Or Love

Like Or Love
Sayang


" kau sudah pulang dari kuliahmu dilondon ?


kenapa kau tidak boleh langsung pada ku


nantikan aku dan Daniel bisa menjemput mu!"


sambil merangkul bahu Fasha seperti sudah akrab dan melanjutkan jalannya.


" tidak usah repot-repot kakak ipar,


ternyata benar ya kata mami kakak ipar memang cantik " sambil tersenyum manis.


menurut Vanya Fasha itu seperti adiknya sendiri hanya beda satu tahun dengan Kanya.


dan Dnegan Vanya beda empat tahun.


Daniel yang melihat kedua nya berjalan meninggalkan nya pun merasa di kucilkan.


" sanyang kenapa aku di tinggal !"


teriaknya dari belakang dengan keras.


mood Daniel memang susah di tebak kadang manja , lembut dan yang paling sering itu mood nya yang dingin dan datar.


Vanya yang masih mengobrol dengan Vanya pun dengan jengah membalikan arah pandangan ke belakang dan melihat Daniel yang sedang tersenyum usil di belakang nya.


Vanya tidak mau imagenya rusak di depan adik iparnya . jadi ia kaan menunjukkan rasa


saling sayangnya pada Daniel di depan keluarga Daniel.


" kak , kak Daniel memang orang nya manja pada orang yang ia sayangi tapi pada orang yang tidak di kenal nya , dia akan menunjukan muka datarnya." ucap Fasha sambil menggeleng geleng ke arah Danil.


' huuh awas saja ya kau dirumah nanti ' sambil tersenyum di depan Fasha dan menatap tajam Daniel .


Vanya yang tidak mau jadi bahan tontonan


pun menghampiri Danil , lalu merangkul tangannya.


" ooh iya sayang aku jadi melupakan mu maaf ya " dengan wajah manis yang di buat buat.


yang membuat Daniel menahan tawanya ,


dan langsung dapat cubitan dari Vanya.


Sekarang mereka bertiga berkeliling menikmati pemandangan di arena bermain itu. dengan Daniel yang merangkul Vanya dan Fasha dengan posisi Daniel ditengah.


Vanya hanya terpaksa mau dirangkul karena tidak mau menjadi jelek di mata adik iparnya.


" oh iya sha bagaimana kau bisa tau aku dan kakak iparnya ini di sini??, dan kenapa kakak tidak tau kau pulang ??"


" OOO itu aku pulang setelah kakak selesai resepsi dan niatku ingin melihat kakak saat itu juga tapi kakak sudah berada di kamar dan mami bilang ' istirahat saja dulu besok baru boleh menemui kakak mu '! " ucap Fasha.


Daniel dan Vanya hanya ber oh ria.


" tapi saat pagi tadi aku kerumah kakak ipar ,


kalian belum bangun, dan Tante bilang kak Vanya dan kak Daniel sedang di sini jadinya aku menyusul , apa kalian malam bergadang sampai kesiangan ?" tambahnya lagi.


ucal Fasha polos, dan Vanya yang mendengar itu langsung tersedak minumannya dan Daniel menepuk punggung Vanya pelan agar membantu.


" ia tadi malam kita begadang karena olah raga " jawabnya santai tanpa ada rasa malu.


dan Vanya yang geram dengan Daniel menginjak kakinya .


auhh..


" kenapa ??" tanya Vanya dan Fasha bersamaan. seolah Vanya tidak tau kenapa Danil meringis.


" tidak apa !" jawabnya karena ia senang sekali menggoda Vanya .


dan tiba di tukang ice cream Vanya dan Fasha memutuskan ingin membeli ice cream.


" ooh iya kak aku masih tidak mengerti kenapa setelah menikah malam kalinya olahraga ??" ucap Fasha polos , dan dapat Elusan lembut dari Daniel di kepalanya.


dan Vanya yang melihat itu pun berkata dalam hati .


' aku lebih suka adik Daniel yang sangat polos tapi sangat berbeda dengan kakaknya '


gumamnya.


" oh maksudnya i..itu aku menemani kamu lembur kerjaan nya agar besok bisa cuti ,


ia kan yang " sambil tersenyum ke arah Daniel.


" iya " sambil memakan ice cream Vanya dengan sendok Vanya.


" uuh kakak ipar memang manis ,


kak kau belajar lah menjadi manis seperti kak Vanya " sambil memberi perintah pada Daniel.


**VOTE JANGAN LUPA.


Heppy reading 😀


NEXT ONE 👉**