
jam 07.00 keluarga guechardo sudah bersiap , begitu juga dengan Vanya yang terlihat sangat cantik dengan polesan make up tipis di wajahnya , dia tidak pandai
memakai make up ya jadi dia hanya menggunakan BB krim dan lipstik berwarna pich saja.
Vanya
Kanya
mamanya yang melihat kedua putrinya pun kagum sungguh titipan yang begitu indah dari tuhan.
# kediaman Daniel
semua orang sudah siap, hari ini Daniel yang mengemudikan mobilnya karna sang supir sedang cuti pulang kampung ,
Daniel sangat tampan dan gagah malam ini
ya sugguh indah dan sempurna Dimata para wanita tentunya.
Daniel
di lestoran xxxx
dua keluarga berkumpul untuk merencanakan perjodohan anak mereka.
Vanya yang melihat teman mamanya pun heran dimana anaknya yang akan di jodohkan dengannya.
setelah tiba di meja tempat VIP kedua keluarga itu pun berbincang .
" hai jeng , sudah lama kita tidak bertemu ,
dan tak disangka kita bertemu sekarang untuk jadi besan " ucap mami Daniel.
" iya , rasanya waktu begitu cepat dulu kita
masih di satu kampus yang sama dan Sekarang kita sudah mempunyai anak ya
saja " sambil tertawa .
" oh iya jeng ini Qya kan ? " tanyanya sambil menduga duga.
" ah iya ini pasti Qya aku tidak mungkin salah?" ucapnya penuh keyakinan.
" iya kau benar, ini Qya dan ini Kanya adiknya Qya sekaligus anak bungsuku , ayo beri salam pada om dan Tante " sambil menyuruh anaknya untuk menyalami orang tua Daniel.
" kalian terlihat seperti anak kembar sangat
cantik, andai saja Tante punya dua putra mungkin kalian berdua akan menjadi menantu Tante " candanya
Vanya dan Kanya Hanya tersenyum
' Tante aku belum mau menikah dengan dijodohkan , aku masih punya cita-cita yang tinggi , maaf Tante tapi saya tidak minat ' batin kanya sambil tersenyum kecut.
' kenapa aku merasa gugup seperti ini'
batin vanya.
" oh iya jeng, dimana putramu yang tampan
itu " sambil menatap ke pintu masuk tapi tak melihat orang yang ia maksud. ia sengaja
tidak menyebut namanya agar Vanya tau sendiri .
" oh iya dia sedang di basemant sedang memarkirkan mobilnya." jawab mami Daniel.
sambil menunggu Daniel papi daniel dan papa vanya mengobrol tentang perusahaan nya. Vanya hanya merenung dan menunduk sambil mengaduk ngasuk minumannya.
Kanya yang melihat kakaknya sedang galau pun berinisiatif untuk menggoda sang kakak,
" kak apa kau sedang galau dan tidak sabar melihat calon kakak ipar ku " sambil berbisik di telinga kakaknya itu. Vanya yang mendengar adiknya itu yang mencoba menggoda nya pun mencubit tanyanya .
" auuu sakit tau , greget kok ke aku ,
ga sabaran "dengan suara pelan dengan terus menggoda sang kakak.
dan tiba tiba terdengar suara langkah kaki dari arah belakang Vanya , dan ya Vanya semakin menunduk kan pandangan nya.
tuk..tuk... tuk....
"maaf tan, maaf mi dan semua sudah membuat kalian semua menunggu"
sambil tersenyum tipis kearah keluarga nya.
" ih tidak papa nak ayo duduk sini sebelah Tante " ajaknya , yang tak lain adalah
duduk di seberang Vanya.
Vanya yang merasa tak asing dengan suara
khas laki laki yang seperti suara si kutub Utara pun , memberanikan diri untuk
menegakkan pandangan nya ke arah sumber suaranya itu dan ya itu Daniel.
Daniel yang sudah sadar jika Vanya menatap nya pun sok so'an biasa saja seperti orang
yang tidak saling kenal.
''''' kauuuu ''''''
ucap vanya sambil menganga dan sangat terkejut karena ia bingung diacara perjodohan untuk nya kenapa ada Daniel juga. batinnya bertanya tanya.
jangan lupa vote like and komennya