
*
*
*
" berbaring lah disini nona ?" ucap dokter memberikan instruksi.
lalu Vanya mengangguk dan membaringkan tubuhnya ke tempat tersebut,
lalu dokter tersebut membuka baju bagian perut vanya laku mengoleskan sebuah gel yang dingin dan meratakan nya dan menempatkan sebuah alat dan menggeser geserkannya .
" nah lihat di monitor ini nona , ini sudah ada nyawa yang masih jadi gumpalan darah dan berbentuk seperti biji kacang " ucap dokter dengan tersenyum, tapi Vanya malah berpikir apa ia mempunyai penyakit karena ia melihat ada gumpalan di layar monitor tersebut .
" dok apa saya punya penyakit , dan nyawa maksud dokter apa " tanyanya khawatir.
setelah itu dokter tidak menjawab melainkan hanya tersenyum dan setelah membersihkan sisa sisa jel dokter mengajak Vanya untuk duduk di kursi lalu berkata .
" selamat nona , nona sedang hamil 7 Minggu,
dan dari pengalaman anda yang saya analisis kemarin itu bukan darah heid melainkan darah yang keluar dimasa kehamilan karena kecapean , tapi kandungan nona seperti sudah stabil dan janinnya sehat " ucapnya memberi selamat dan mengulurkan tangannya dan Vanya membalas uluran tangan sang dokter dengan terharu dan berterima kasih.
setelah biaya dan laporan dokumen tentang kehamilan Vanya keluar Vanya berjalan ke parkiran untuk pulang kerumah.
tapi saat berada dilobi ia bertemu dengan
ya.. sapa lagi jika bukan Febby ....
dia baru keluar dari ruang ibu dan anak tapi
Febby yang dilihat sekarang Menurut Vanya sedikit gemuakan.
tapi Vanya tidak mengambil pusing tentang masalah orang lain .
Di sisi lain .
" aahhh... aku tidak bisa menyembunyikan kehamilan ku lagi , ini semua gara gara Riko.
apa aku harus menggugurkan nya ?" tanyanya pada dirinya sendiri.
ia merasa kehadiran bayi ini akan merusak segala rencana nya untuk mendapatkan cinta Daniel kembali.
tapi ia ingat betul dahulu ketika ia kecil melihat ibunya keguguran saat mengandung adiknya dan itu yang menyebabkan ibunya meninggal karena depresi.
dan ketika ia berjalan melihat Vanya , lalu tiba tiba ia mempunyai ide. dan ketika ia berpapasan dengan Vanya ia berperilaku seolah olah ia tidak melihat Vanya dan berkata pelan tapi bisa di dengar oleh telinga Vanya.
dengan sedih, tapi didalam hatinya ia merasa senang .
Vanya yang mendengar itu seperti dapat hantaman keras mengenai dadani hingga terasa sesak.
Vanya seketika langsung menghentikan langkahnya dan membalik badannya dan mencekal tangan Febby dan berkata,
" apa maksudmu , jangan asal bicara ?" ucap Vanya yang marah sampai keubun Ubun.
" oh Vanya kita bertemu disini , apa kau tadi mendengar kata kata ku barusan !" dengan wajah yang di buat buat.
Vanya uang sudah merasa kecewa pada Daniel pun menghempaskan tangan Febby dan berlari pergi dengan berlinang air mata .
ia memesan taksi dan meninggalkan mobil dan sopir pribadinya yang menunggu di parkiran, lalu masuk ke dalam taksi .
didalam taksi ia berfikir ,
aku akan kemana sekarang rasanya enggan untuk pulang dan melihat wajah Daniel yang sok mencintai nya pikirnya.
lalu ia akhirnya memutuskan akan balik kerumah mamahnya lagi.
setelah sudah sampai dirumah mamanya ia turun dan membayar taksi tersebut dan masuk kerumah dan mencari mamahnya dan
mencari mamanya tapi nihil , rasanya ia ingin menumpahkan semua air mata nya di pelukan mamanya .
tapi yang dicari pun tak ada.
saat sudah putus asa ia hendak pergi dari rumah tersebut tapi adikuasa muncul
sedang menuruni tangga dengan rapi dengan memakai baju cantik .
Kanya yang melihat kakaknya pun menuruni tangga dengan tergesa-gesa , karena melihat kakaknya dengan berlinang air mata.
*
*
*
*
NEXT ONE 👉
Heppy reading 😀