
.
.
.
" terimakasih ya van kamu sudah sempat datang kepernikahan ku " ucap Sherly sambil memeluk Vanya.
" ya iyalah kepernikahan sahabatku mana mungkin aku tidak datang " sambil memegang tangan Sherly.
lalu Serly melihat hal aneh dari kondisi sahabat nya , Sherly melihat dari atas sampai bawah , dan bertanya sesuatu..
" tunggu tunggu, aku liat liat kamu kok. temukan ya Van , kamu lagi dan isi " tanya Sherly pemasaran.
" masaksi aku gendutan , aku padahal rajin olahraga Lo " ucap Vanya sambil cemberut dan suaminya yang disampaikannya yang sedang berbicara pada Reyhan pun mencoba menahan tawanya.
" sher bagaimana ini mungkin, aku kemarin bicara sama persis dengan yang kamu katakan tapi dia malah membaku hantam diriku " ucap Daniel lalu Vanya menginjak sepatu Daniel .
" auhh sakit sayang !!" ucap Daniel dengan memelas.
" emang kamu itu bawaannya ngeselin ," ucap Vanya langsung memalingkan mukanya menghadap Sherly.
" iya juga sih aku agak gemilang gara gara terlalu banyak nyemil kalo malam , dan entahlah padahal aku sudah berusaha berhenti tapi ya kebablasan " ucapnya jujur.
" aku yakin kayaknya kamu lagi ngisi deh ," ucap Sherly pasti.
" mana mungkin aku bulan ini saja sempat dapat tamu bulanan " bisik Vanya ke telinga Sherly dan dapat anggukan dari Sherly .
" oh iya aku mau bilang lusa aku akan pindah ke Korea karena Daniel akan mengurus perusahaan yang di sana , iyakan yank !!" ucap Vanya pada Sherly dan dapat anggukan dari kedua pasangan pengantin baru.
memang pernikahan Daniel dan Vanya sudah berusia 3 bulanan tapi mereka masih menunda untuk mendapat momongan karena Vanya yang baru merintis usahanya Daniel takut jika Vanya hamil tapi masih sibuk sibuknya mengurus usaha yang baru dibangunnya .takut Vanya kecapean
' tapi bulan ini tidak lancar seperti biasanya , dan juga darah nya hanya keluar sehari lalu besoknya sudah tidak keluar,... apa iya aku hamil ' ucapnya dalam hati tidak yakin.
*
*
*
setelah sampai Vanya duduk di meja dapur lalu bertemu mamanya dan melepas rindu bersama mamanya karena papa nya yah sedang bekerja dan Kanya yang sudah mulai sibuk dengan aktivitas nya dikampus.
" mama bagaimana perkembangan bmhubungan Kanya dan Arkan ?" tanya Vanya pada sang mama ketika sudah duduk di kursi meja makan.
" ya masih kualitas ada kedekatan di antara mereka , tapi Kanya tidak mau jualan ia harus menikah saat masih kuliah jadi ya Arkan menurutinya dan sekarang mereka masih
menjalankan hubungan sebagai sepasang kekasih , tapi besok akhir pekan mereka akan bertunangan dulu gara hubungan ini pasti " ucap mama menjelaskan semuanya.
" kenapa tidak sekarang saja , pekan kan aku sudah harus kekorea ma , jadi Vanya tidak bisa melihat Kanya bertunangan donk " ucap Vanya donkoll.
" kan bisa video call , oh iya kenapa kamu terlihat sedikit gemuakan , biasanya kamu paling histeris jika berat badanmu sudah
naik " ucap mama Vanya kekeh..
" entahlah rasanya ingin makan terus dan juga bmvabya jadi malas olahraga ya jadi begini " ungkap vanya sambil mencomot apel yang sedang di kupas mamanya .
" apa iya ,yang dikatakan Sherly benar ya ma
masa Vanya hamil padahal bulan ini Vanya dapat tamu bulanan tapi hanya sehari saja kan aneh " ucap Vanya di sela sela kunyahan buah apel yang ia makan.
mama Vanya langsung menengok ke Vanya setelah mendapat penjelasan dari sang anak
" ah yang benar apa mama akan dapat cucu ,
aaaaaa.. senang sekali mama " sambil menangkup kedua pipi Vanya dan mencium kedua pipinya yang sudah sedikit chubby.
" aaa... mama kan belum pasti " ucap Vanya sambil cemberut pada mamanya yang masih memperlakukan nya layaknya anak kecil Mamanya .
NEXT ONE 👉
Heppy reading 😀