Like Or Love

Like Or Love
Cemburu


setelah pertemuan antara Vanya dan Kevin


Vanya mengajak Kevin untuk mengobrol sebentar.


mereka tertawa lepas ketika membahas masa kecil mereka, dulu Vanya sangat gendut sekarang sangat jauh berbeda 180°


sangat cantik dari segi manapun.


Kevin si raja gombal itu memegang tangan Vanya dan ia memperaktekan cara


merayu wanita dengan cara memegang tangan Vanya . dan tentunya tidak luput dari perhatian Daniel, Daniel belum mengetahui jika Kevin itu sepupu Vanya.


" hey kau lepaskan tanganmu dari nya " ucap


Daniel sambil menepis tangan Daniel dari


Vanya.


Kevin yang iseng pun malah memegang kedua pipi Vanya lalu mencubitnya


dengan gemas ia ingin melihat apakah calon suami Vanya cemburu.


Daniel yang tidak mau membuat kerusuhan


pun berkata


" nya ayo, aku sangat sibuk kau lanjut kan


kegiatan mu itu nanti !" ucapnya karena sudah panas dengan adegan didepannya ini.


" hey kau lihat dia ternyata dia begitu cemburuan !" goda Kevin.


Daniel yang sudah tidak tahan pun menyetak


Kevin, " Vanya adalah calon istri ku, kau masa lalunya kan jangan rusak kebahagiaan kita dan pergi lah !!! " dengan penuh penekanan.


" santai saja aku ini bukan masa lalunya,


akau ini sepupunya Vanya dan kau tak perlu cemburu seperti itu, bye " ucapnya sambil meninggalkan Vanya dan Daniel dari lestoran


tersebut .


Daniel hanya mematung ia merasa malu


sendiri ia terlihat salah tingkah di depan Vanya.


" Daniel apa benar kau cemburu dengannya "


dengan tersenyum jail dan satu alisnya terangkat keatas.


" sudahlah ayo kita ke toko cincin sekarang "


mengalihkan pertanyaan yang vanya tanyakan.


sambil menggandeng tangan Vanya seolah tidak mau kehilangan nya.


lalu di tengah jalan mereka berhenti dan


lalu Daniel berkata


" kau tau kenapa jika kau bersama pria lain disini terasa sangat sakit " ucapnya dengan polos. sambil memegang tangan Vanya di dada Daniel.


Vanya hanya diam sambil tertunduk dengan wajah yang merona menahan malu.


orang orang yang bersimpang siur pun hanya


tersenyum melihat pemandangan tersebut.


lalu ia melepaskan tangannya yang berada di dada Daniel ia merasa dag-dig-dug sendiri


lalu ia meninggal Daniel yang hanya diam mematung karena ia juga bingung dengan perasaannya sendiri.


Daniel yang ditinggal itu pun menyusul Vanya yang sudah berada di depan sebuah toko lalu


berbicara pada pemilik toko mengenai cincin


kawin.


" perlihatkan cincin paling bagus disini dan yang paling mahal " ucapnya dengan ringan


lalu pemilik toko memperlihatkan sebuah cincin permata Rubi kepada Daniel , dan Daniel melihat ke arah Vanya dan berkata dengan cuek.


" kau mau yang ini ?" tanyanya dengan datar.


Vanya yang merasa tadi Daniel sangat manis lalu dalam sejlkejap berubah ke jati


dirinya pun menggerutu


' kenapa dia cepat sekali berubah dari


hangat menjadi dingin lagi ' oh tuhan batinnya


lalu Vanya yang sedang menggerutu itu


dia merasa kaget tiba-tiba tangannya di pegang oleh Daniel lalu Daniel memasangkan


cincin permata Rubi itu ke jari manis Vanya .



sang pemilik toko merasa kedua orang didepannya itu sangat Serasi , ia tau jika Daniel itu pengusaha muda yang sangat berkuasa dan Vanya seorang model terkenal.


lalu Daniel memandang Vanya dan berkata kepada sang pemilik toko,


" berapa cincin ini ?" tanya Daniel.


" oh tuan itu berharga 7.5 m " dengan sopan


" apa !!! tidak tidak jangan yang ini ,ini terlalu mahal " ujar Vanya tak terima dengan harta vantastis tersebut.


walaupun Vanya sudah terlahir dari keluarga kaya namun Vanya bukan tipe orang yang suka menghambur hamburkan uang.


" kenapa kau sangat sewot disini aku yang membayar nya bukan kau " ucap dengan sombong didepan Vanya


Vanya pun hanya mengerucutkan bibirnya


dan diam saja tidak ada gunanya ia membantah juga .


lalu Daniel berbisik di telinga Vanya


' apa kau minta dicium ' ucap Daniel dengan santai


pemilik toko pun berbicara


" tuan dan nyonya kalian sangat cocok ,


tuan yang tampan dan nyonya yang sangat cantik pasti anak kalinya juga seperti kalian nantinya "


sambil tersenyum hangat.


Vanya hanya tersenyum kaku.


NEXT ONE