
Vanya dan Daniel telah sampai diruangan tempatnya mencoba pakaian pernikahan nya pun masih terbayang bayang tentang hal yang barusan terjadi. tapi ia mencoba mengesampingkan rasa malunya lalu
membuka percakapan.
" Tante kenalkan ini ca..calon suamiku "
ucapnya dengan gugup
tantenya yang sedang melihat lihat pakaian pernikahan Vanya pun menengok
ke sumber suara .
" Kau memang pintar memilih calon suami ya,
sangat sangat tampan " sambil tersenyum sumringah
Daniel yang mendengar itu pun tersenyum ke arah pemilik toko tersebut.
dan Vanya hanya tersenyum kaku.
" oh iya , aku seperti pernah melihat mu tapi dimana ya ?" sambil memegang kepala dengan jari telunjuk hendak mengingat laki laki dihadapannya
" oh kau , daniel jaya Nugraha pengusaha
dari Perusahaan JTY jaya kan ?" ucapnya dengan nada kaget.
" ya Tante saya Daniel " jawabnya
" oh Vanya kau sangat beruntung bisa
mendapatkan Daniel ini " ucapnya pada Vanya
' tapi aku merasa merugi bukan beruntung Tante ' gumamnya
" ya sudah Tante tinggal dulu ya , ada pelanggan Yangs Edang menunggu diluar kalian cobalah dulu baju pernikahan kalian "
ucapnya sambil tersenyum.
" Daniel kau jangan sampai membuat Vanya
hilang dengan wajah tampanmu itu ya
selagi Tante keluar " godanya dan melirik ke arah vanya.dan berjalan pergi.
' kau dengar jangan Sampai kau tergoda,
kau dengar kan tadi ' bisiknya di telinga Vanya.
" mana mungkin wekk...."
ejeknya sambil mengulurkan lidahnya keluar.
" kau cobalah dulu baju mu itu "
ucapnya pada Daniel.
" kau dulu saja aku kan tunggu di situ, aku mau telepon dulu " ucap Daniel .hanya diangguki oleh Vanya.
setelah mencoba gaun itu Vanya menyukai nya tapi ia bingung Daniel menyukai nya atau tidak jadi ia berkata inisiatif untuk bertanya pada Daniel.
Daniel yang sedang sibuk mempraktekkan ngatik hape nya itu pun mendengar
seorang wanita yang sedang bertanya pada nya
" apa menurutmu ini cocok " tanya Vanya sambil membenahi gaunnya yang panjang itu.
Daniel yang mendengar itu pun menengok dan tersuguhi pandangan yang sangat indah.
" ya kau terlihat cantik menggunakan
gaun itu "
jawabnya polos. membuat pipi Vanya kembali merona dan kembali keruang ganti sambil memegang dadanya yang sedang
Dag.. Dig.. Dug...kan itu
" kenapa aku begitu gugup saat dia memuji ku" ucapnya pada dirinya sendiri
apa aku mulai menyukainya. gumamnya
skip
saat sudah merasa cocok dengan gaun tersebut pun.mereka beralih ke toko cincin untuk membeli cincin kawin.
saat berada di mall dimana mereka akan membeli cincin . Vanya pun merengek manja.
" Dan aku lapar " sambil bibirnya manyun
" jangan menunjukkan wajah manjamu itu disini" ucapnya. tak rela jika ada orang lain
yang melihat nya.
Vanya hanya manyunkan bibirnya daneeeka pun beralih ke restoran dulu sebelum ke
toko cincin.
Daniel memanggil pelayan, dan pelayan
tersebut datang ke meja mereka.
" aku pesen ini dan ini "ucap Daniel sambil menunjuk menu yang ia mau.
" kau...?" ,tanya Daniel
"samakan saja "ucapan sumringah
" samakan saja, dua porsi "ucapnya pada sang pelayan.
setelah selesai makan mereka duduk sejenak untuk melepaskan penat. lalu datang seorang pria yang memegang bahu Vanya dan menyapa nya.
" hai Vanya kan ?" tanyanya ragu.
Vanya yang merasa tak asing pun meneliti wajahnya dan ya ia mengenalinya .
" Kevin !!! " ucapnya terkejut. ya ia Kevin . sepupu dari keluarga mamanya .
Vanya yang melihat Kevin pun lalu memeluk.
tanpa sadar kelakuan keduanya diperhatikan oleh Daniel.
Daniel yang tak suka pun berdehem
'ehhemm' menyadarkan kedua manusia
beda jender itu untuk sadar bahwa mereka sedang di awasinya.
NEXT
sorry ya kalo up nya sering terlambat
karna selain buat novel ini
# aku juga sambil mengerjakan tugas
sekolah -_- ;)