Like Or Love

Like Or Love
tanggung jawab


.


.


.


mama vanya yang mengetahui keberadaan anaknya pun memberikan kabar itu kepada suaminya.


dan mereka sedikit berbincang tentang bagaimana cara untuk memberi tahu Daniel tentang keberadaan Vanya.


disaat sudah mengambil keputusan papa Vanya menelpon Daniel dan bercerita.


trinnggg...


Daniel yang sedang membaca data data pun menghentikan pekerjaannya sejenak dan melihat handphone nya yang bergetar dan menyentuh tombol hijau untuk mengangkat telepon.


" iya pa , ada apa ?"


"apa kau tidak merindukan Vanya?"


" kalo itu papa pasti tau jawabannya kan?"


" baiklah, ini aku kirimkan alamat dimana Vanya berada!"


Daniel yang kaget dengan perkataan mertuanya pun mengalihkan kefokusa nya pada laptop dan berkata kembali .


" apa pa Vanya sudah ditemukan , bagaimana bisa ?"


sambil bertanya tidak percaya.


papa Vanya pun menceritakan semua dari awal sampai akhir dan memberi tahu tentang keadaan Vanya dan janin yang dikandungnya.


" terimakasih pa , Daniel akan ke sana sekarang juga !!"


ucap Daniel antusias.


" tunggu jangan gegabah ini sudah tengah malam , besok pagi saja agar kau terlihat fit didepan Vanya !"


nasehat papa Vanya.


" baik pa Vanya juga pasti sudah tidur , sekali lagi terimakasih pa karna bukan Daniel yang mengetahui keberadaan Vanya dan Daniel akan memberi tahu mami dan papi nanti!!"


ucapnya setelah itu mengakhiri acara telponan itu.


skip


sinar matahari sudah memunculkan sinarnya dijendela hotel wanita hamil besar.


sejahat jahatnya Febby tapi dia adalah manusia yang tidak tega membunuh seseorang walaupun ia sangat tidak menginginkan kehadiran nya.


setelah bersiap dan sarapan Febby mengecek tabungannya yang hanya tinggal beberapa juta . dan hari ini juga ia akan meninggalkan hotel tersebut.


karena ia hidup sebatang kara di dunia ini tanpa sanak saudara .


setelah memesan taksi dia masuk dan memberi tahu supir taksi tersebut tempat yang ia ingin kunjungi.


setelah turun dan membayar taksi tersebut Febby memencet bel apartemen Riko


dan menunggu sang empunya untuk membuka pintu.


ceklek...


"hei sayang pagi pagi seperti ini aku sudah di depan apartemen ku, apa Daniel nanti tidak curiga!"


tanya Riko yang baru bangun tidur , karna riko memang anak pengangguran dan dia hidup masih dibiayai orang tuanya.


Febby langsung masuk tanpa menghiraukan perkataan riko lalu duduk di sofa dan seketika itu ia berdiri dan pergi menuju dapur melihat dapur yang berantakan dan melihat botol wine dan dua gelas yang satu gelasnya terlihat ada bekas lipstik, dengan Riko yang dibelakang ,


" sayang kau kenapa kesini ayo kesofa saja ,


tidak baik wanita hamil terlalu banyak berdiri!!"


ucapnya agar Febby tidak memikirkan hal yang aneh-aneh.


tapi yang dia pertanyaan yang tidak terduga Febby bertanya hal yang riko ingin Hindari.


"apa tadi malam kau habis berpesta !!" tanya Febby menelisik.


" tidak..tidak kemarin Clara datang dari London lalu mampir kesini karena mama dan papa kan keluar negri !"


ucapnya dengan rasa gugup yang ditutup tutupi .oh iya Clara itu adiknya Riko yang kuliah di luar negri, dan juga sedikit info orang tua riko tidak menyukai Febby ketika baru pertama bertemu karena Febby itu tidak punya asal usul.


Febby hanya berlaku oh , lalu langsung to the point.


" Daniel sudah mengetahui segalanya, dan ku minta kau harus bertanggung jawab!!"


ucap Vanya yang hendak duduk di sofa.


dan....


NEXT ONE 👉


Heppy reading 😀