Like Or Love

Like Or Love
jangan beri lebih...


.


.


.


Vanya merasa lega setidaknya ada yang mendukung nya... dan uang dipikirkan nya sekarang adalah fazwa bagaimana anak yang tidak membuat kesalahan dan tidak tahu apa apa mendapatkan kan hal yang tidak seharusnya.


setelah Maminya pulang , Vanya pun berempat bersama anak anaknya dan eh tidak ada beberapa pelayan juga.. hehehe..


pagi pun berganti sore dan sore hari mobil Daniel sudah berada didepan rumah dan setelah itu Daniel masuk kedalam rumah dan melihat anak anaknya berada di ruang keluarga ,


appa...


teriaknya avyline dan Nino sambil berlari meminta pelukan hangat dari sang ayah...


Daniel pun menyambut pelukan buah hatinya lalu menciumi wajah keduanya dan tak lama datanglah Vanya dan fazwa , Daniel yang melihat fazwa pun jadi teringat wajah ibu dari anak tersebut yang seakan sedang mengejek nya.


Daniel pun langsung mencium vanya dan memberi tas kerjanya pada Vanya lalu beralih pergi dan anak anak pun melanjutkan acara mainannya itu.


Vanya hanya mematung melihat fazwa yang menunduk ,


Vanya mengangkat dagu fazwa dan melihat fazwa yang sedang menahan air matanya.


" sayang kenapa...


yang sebenarnya Vanaya pun tahu jawaban dari pertanyaan sendiri.


" apa papi tidak menyayangi fazwa lagi, apa fazwa membuat kesalahan ???.. apa fazwa nakal ya mi ???...


tanya fazwa yang langsung dapat pelukan dari Vanya dan fazwa pun menumpahkan air matanya di pelukan sang bunda.


" tidak sayang , tidak ada yang nakal ... papi hanya lelah .. dan sekarang fazwa kan sudah besar jadinya ciuman akan membuat kita malu saat sudah dewasa...


ucap Vanya yang memenangkan anaknya dan kebetulan dia ingat tingkahnya dulu tidak mau dicium ayahnya sendiri saat sudah masuk sekolah.


Vanya pun mencubit hidung fazwa pelan dan berkata,


" papi Sangatlah menyayangi fazwa , avyline dan juga Nino ... ayo temanilah adik adikmu bermain...


tambah vanya lagi..


' mami akan berusaha sayang... kau harus kuat ..., maafkan mami ' ucap nya dalam batin seraya menahan air mata agar tidak keluar , karena anak anaknya itu sangat sensitif jika melihat maminya menangis...


fazwa POV


aku mendengar suara papi pun mengajak mami untuk menghampiri papi, karena aku sedikit khawatir saat kejadian kemarin papi tidak bicara sedikit pun padaku , dan saat aku menunggu giliran dicium tapi papi mencium mami dan biasanya mami dicium setelah kami semua di cium dan , papi pun tidak mencium ku hari ini....


aku khawatir membuat kesalahan yang tidak aku tahu sendiri apa kesalahan yang aku buat.


tapi mami bilang jika papi menyayangi kami semua dan mami bilang lagi bahwa aku sudah besar sama halnya dulu mami saat masih sebesar aku sudah tidak mau mendapatkan ciuman.


jadi aku tidak mau memikirkan hal yang terjadi barusan, lalu mami pun menyuruh ku untuk menemani Adik adik saja .


aku pun memangangguk dan pergi.


tapi aku berharap ini hanya sementara iya ... sementara.


author POV.


Vanya pun menyusul suaminya untuk Bertanya mengenai hal barusan.


dan Vanya pun mendapati suaminya masih mengerikan rambut basah nya dengan handuk karena dia barusan mandi.


" yank apakah hal tadi tidak....


sebelum kata kataku selesai Daniel sudah menyambungnya dengan perkara yang mukim jika fazwa dengan ia akan merasa terpukul.


" tidak kelewat batas itu sudah sangat cukup untuk nya jangan memberi lebih ...


ucap Daniel yang kata kata nya sangat menyayat hati.


dan Vanya ....


*


NEXT ONE 👉


HEPPY READING 😀