Like Or Love

Like Or Love
kesayangan


.


.


.


" iya akau hamil!" ucap Vanya sendu seraya mengelus perutnya lembut.


Vina mengangguk dan memeluk sahabatnya itu , ia tau betul bahwa saat ini Vanya butuh sandaran disaat kerapuhan itu menggerogoti nya.


setelah perjalanan yang kira kira memakan waktu lama tapi tidak sampai sejam ,


mereka sampai dirumah Vina yang ya ...


tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil


rumahnya berlantai dua dan indah .


"ibu ku sayang ,lihat anak tersayang mu sudah pulang " ucap Vina memecahkan suasana canggung didepan pintu.


ibu Vina yang melihat tingkah anaknya itu tersenyum lalu melihat Vanya yang masih berdiam diri merasa canggung , langsung dapat pelukan dari ibu Vina.


" ya Alloh ndok, makin cantik aja ,ayo masuk ini sudah malam pasti kamu capek!"


ucap ibu Vina sambil merangkul bahu Vanya dan hendak masuk tapi mengurangkan nya dikala mendengar Vina merengek.


" ma anak sendiri dilupain nih " sambil berakting seolah olah hendak menangis.


ibu Vanya tau analisis memang suka bertingkah aneh kalo sedang cemburu ,tapi ibu Vina lebih tau bila sang anak ini hanya menghibur Vanya yang sedang murung.


" dari pada kau menangis tidak jelas , lebih baik lihat putri mu dari tadi menangis mencarimu !!" ucap sang ibu , Vina yang mendengar itu menghentikan sandiwara itu dan langsung masuk ke dalam rumah dan menghampiri sang putri kecilnya itu didalam kamar.


Vanya yang melihat tingkah sahabatnya itu pun kembali tersenyum.


" sayang ayo makan dulu !! pasti kamu lapar kan ?" ucap ibu Vina .


Vanya dan ibu Vina memang sudah seperti anak dan ibu. tapi Vina tidak pernah cemburu ,Vina malah senang karena seolah olah ia mempunyai saudara , karena dia adalah anak tunggal.


" iya Bun, tapi Vanya mandi dulu ya , biar seger !" ucapnya langsung dapat anggukan dari ibu Vina.


Vanya tidur dikamar Vina , karena kamar itu adalah kamar utama, yang terdapat dua


ranjang , memang dulu Vanya sering tidur di rumah Vina . karena papanya sering ke luar negri dan ibunya keluar kota selalu mengajak Kanya karena tidak ingin meninggalkan Kanya yang masih kecil.


Vanya juga males kalo mengikuti kedua orang tuanya yang sering berpergian jadi ibu Vanya selalu meminta ijin pada ibu Vina untuk menjaga Vanya jika mereka berpergian.


karena mama Vanya dan ibu Vina itu teman dari kecil.


Vanya yang sampai di kamar Vina , melihat Vina yang menggendong anaknya itu yang kira kira berusia lima bulan ,


" Vin bener ya anak kamu cantik, dan aku masih bingung kenapa kamar ini masih sama seperti dulu !!" tanya Vanya heran.


" karena saat kamu pergi ibu selalu merasa kehilangan satu anaknya, dan aku tidur disini hanya saat suamiku pergi ke luar kota !! " sambil tersenyum ke arah Vanya.


" Van gimana , apa kamu ga muntah muntah,


kau tau dulu saat aku jauh dari suamiku itu aku muntah muntah sampai merepotkan semua orang !!" ucapnya sambil tertawa . mengingat kejadian dulu.


" huuh.. untunglah anakku tidak terlalu merepotkan dan seolah olah ia tahu jika aku ada didalam kesulitan dan dia tidak mau aku kerepotan dengan adegan muntah muntahan" sambil tersenyum bangga.


" bagus lah kalo begitu , ayo kita bersiap siap semua sudah menunggu kira untuk makan malam !" ucap Vina sambil membaringkan putri kecil nya kedalam box bayi.


DITEMPAT LAIN.....


NEXT TUNGGU DI BAB SELANJUTNYA....


Heppy reading 😀