
"apa ini salahku"sambil menatap jengah,
ia sudah menduga hal seperti ini pasti terjadi.
ia hanya membuang nafas nya pasrah......
__________________________
saat Daniel meletakan Vanya di kasur
Vanya menatap Daniel dengan malu malu dan menutupi tubuh nya dengan selimut,
dan terjadilah yang semestinya...
2 hours later.....
Vanya yang sudah terkapar lemah pun
hanya diam sambil cemberut...
Daniel yang sudah dipenuhi energi
seperti anak kecil yang dibeli kan permen oleh ibunya ....hahahaha...
melirik ke arah Vanya yang hanya
berdiam diri menatap langit langit kamar.
" apa kau menyesal melakukan nya dengan
ku, apakah semenjijikan ini diriku " sambil menatap kecewa.
Vanya malah bertambah cemberut
dengan memanyunkan bibirnya,
dan Daniel langsung mencium bibir Vanya
karna merasa gemas .
" bukan seperti itu , aku jadi tidak bisa
pergi jalan jalan karna kau membuat ku tak bisa jalan " sambil cemberut,
dan Daniel yang menahan tawanya karena mendapatkan penjelasan ambigu dari Vanya.
" aku kan bisa menggendong mu " sambil menaikan satu alisnya dan tersenyum nakal.
ada apa dengannya , seperti nya kutub Utara
itu sudah mencair . batinnya
Vanya pun beranjak dari tempat tidur
ingin kekamar mandi ,
saat terpekik menahan sakit ,
Daniel yang melihat nya pun berkata.
"apa kau butuh bantuan " sambil terlihat khawatir.
"apa kita tidak mandi bersama saja ,
Agara aku bisa membantu mu mandi
dan agar mempersingkat waktu"ucapnya dengan santai
" hei kau mesum!!! simpan pendapat mu itu sendiri aku sudah lelah , jika itu terjadi
hal itu hanya memperlambat waktu " sambil menatap tajam ke Daniel.
Daniel pun terkekeh melihat perubahan wajah
Vanya yang marah.
lalu melihat ke arah ranjang pengantin nya yang berantakan dan melihat bercak darah di sprei putih bertaburkan kelopak mawar ,
dalam keadaan yang berantakan,
lalu Daniel berinisiatif bengganti sprei nya dengan sprei baru.
tok tok tok...
suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Daniel yang sedang mengganti sprei.
ceklek..
Daniel membuka pintu dan melihat mama
mertuanya yang berdiri di depan pintu kamar Vanya.
" Daniel kau sudah bangun ?,
dimana vanya?" tanya mama
" sudah ma , Vanya sedang mandi ?"
jawabnya sopan.
lalu melihat ke sekeliling kamar dan melihat sprei yang sudah berganti dengan sprei berwarna hijau.
lalu tersenyum.
" jika kalian sudah selesai turun dan mkaanlah ini sudah siang nanti kalian sakit gara gara tidak sarapan ?" sambil tersenyum dan menepuk pundak Daniel pelan.
Daniel pun mengangguk dan membalas senyuman mama mertua nya.
vanya yang sudah selesai dengan ritual mandi nya pun membuka pintu dan beralih
ke meja rias dan berteriak.
akhhh...
Daniel yang sedang duduk di balkon dengan masih fokus dengan laptop nya pun
melihat ke arah Vanya .
dan mendatangi nya.
" apa yang kau lakukan, lihat tanda ini
kau membuat nya sangat banyak ,
bagaimana jika ada yang melihat hahh!!"
sambil memukul dada Daniel dengan kesal.
Danil hanya diam sambil melihat Vanya yang hanya menggunakan handuk yang menampakkan lekuk tubuhnya itu.
dan seketika Vanya sadar jika ia Sekarang sudah bersuami pun melepas kan pukulannya
kedaniel dan memeggang handuknya erat.
" heh jauhkan tatapan mesumu itu,
atau akan ku colok mata bulat mu itu "
sambil menatap sinis ke Daniel dan beranjak ke tempat ganti baju.
' barusan saja akan ku makan lagi ,
huh tidak sekarang tapi tidak akan bisa
lari nanti malam !' sambil tersenyum misterius.
**NEXT ONE 👉
happy reading 😀**