
Daniel yang mendengar itu dari mulut adiknya lalu mengangguk dan bergumam dalam hati.
' apa nya yang manis jika tidak ada kamu hawanya akan menjadi mengerikan ' gumamnya yang di dengar oleh Vanya .
" kau mengatakan sesuatu sayang "
sambil bertanya dengan lugu.
" ah tidak sayang "
lalu,.cuppp..
Daniel mencium Vanya dengan gemas karena melihat akting Vanya yang bisa di bilang sangat menjiwai itu .
" kak aku tak ingat ya aku di sini aku tidak mau jadi obat nyamuk , jangan romantis an seperti itu di hadapan ku , nanti saja di lanjutkan dirumah " dengan tertawa.
dan Vanya menundukkan kepalanya.
dan Langsung di tarik ke dekapan Daniel .
" dia malu jangan kau goda seperti itu " dengan tatapan dinginnya ke Fasha .
dan dapat senyuman dari Fasha .
sesaat kemudian .
" kak bagaimana jika kita naik itu ? "
tunjuk Fasha pada Daniel dan vanya.
dan Vanya langsung menelan ludahnya
dengan susah .
lalu Vanya menggeleng dan Daniel mengangguk dengan bersamaan.
yang melihat keduanya lalu menepuk jidatnya
dan berkata.
" bagaimana iya atau tidak ?" jawabnya mulai jenuh dengan saling tolak menolak keduanya.
" aku tidak berani " sambil menggeleng ke arah Daniel .
juga karena roller Koster itu mengingatkan
nya dengan kenangan nya dulu dengan Doni.
" sudah jangan takut , kan ada kau yang,
lupakan masa lalu itu dan jalani lah masa Depan " ucapnya dengan senyum tak suka karena Vanya masih mengingat Doni.
dan dapat anggukan dari Vanya.
Daniel yang sedang mengambil karcis,
lalu Fasha dan Vanya menunggu nya di kursi santai.
" oh iya kak ku dengar kau mau lulus kuliah ya ?" tanya Fasha .
Vanya mengangguk,
" iya, kita kira 2 hari lagi " sambil memakan camilan
Febby mantan kak Daniel , dia itu seperti benalu selalu saja mengejar kak Daniel padahal dia sudah kepergok selingkuh ,
dan lebih parahnya dia mengejar Daniel sampai Indonesia padahal tempat tinggal nya kan di London " ucapnya serius.
" apakah di berbahaya ?" tanya Vanya resah.
" yang ku tau , apapun yang ia inginkan Alanis dapatkan " ucapnya dengan malas.karena
rasanya jijik membahas Febby .
" kenapa kau seperti nya mengenal Febby itu ?"
tanya Vanya.
" iya aku tau wanita ular itu , bodohnya dulu aku mencoba mendekatkannya dengan kak Daniel karena ku kira dia sahabat baikku,
eh ternyata dia hanya mengincar harta keluarga ku , dan lebih parahnya dia mengatakan nya terang terangan didepan
ku kak !" dengan kesal .
" iya aku akan hati hati "
setelah itu Daniel menghampiri keduanya yang sedang bicara seperti nya serius.
" apa yang kalian bicarakan, seperti seru "
ucapnya Daniel penasaran.
" ah tidak ada apa apa sayang " sambil berdiri
dan Fasha mengangguk dengan cepat .
karena ia tahu kakaknya paling tidak suka jika ada orang yang menceritakan masa lalunya .
dan mereka bertiga mencoba satu persatu permainan dan memakan makanan di setiap lestoran.
saat berada di mobil Vanya membuka pembicaraan.
" apa Fasha akan melanjutkan kuliah di sini ?"
tanya Vanya pada Fasha yang duduk di kursi belakang.
" ah iya aku sudah di daftar kan di universitas yang sama adegan kak vanya." jawab Fasha.
" kebetulan sekali adik kakak juga baru lulus SMA dan akan kuliah di universitas yang sama " ucapnya memberi tahu fasha .
" benarkah " ucap ria.
dan dapat anggukan dari Vanya.
" apa adik kakak laki-laki ?" ucapnya ragu.
" tidak , adik kakak perempuan namanya Kanya , paling hanya beda 1 tahun
lebih muda dari mu " jawabnya kira kira.
NEXT ONE 👉
Heppy reading 😀