Like Or Love

Like Or Love
hati hati


Daniel yang mendengar itu dari mulut adiknya lalu mengangguk dan bergumam dalam hati.


' apa nya yang manis jika tidak ada kamu hawanya akan menjadi mengerikan ' gumamnya yang di dengar oleh Vanya .


" kau mengatakan sesuatu sayang "


sambil bertanya dengan lugu.


" ah tidak sayang "


lalu,.cuppp..


Daniel mencium Vanya dengan gemas karena melihat akting Vanya yang bisa di bilang sangat menjiwai itu .


" kak aku tak ingat ya aku di sini aku tidak mau jadi obat nyamuk , jangan romantis an seperti itu di hadapan ku , nanti saja di lanjutkan dirumah " dengan tertawa.


dan Vanya menundukkan kepalanya.


dan Langsung di tarik ke dekapan Daniel .


" dia malu jangan kau goda seperti itu " dengan tatapan dinginnya ke Fasha .


dan dapat senyuman dari Fasha .


sesaat kemudian .


" kak bagaimana jika kita naik itu ? "


tunjuk Fasha pada Daniel dan vanya.


dan Vanya langsung menelan ludahnya


dengan susah .


lalu Vanya menggeleng dan Daniel mengangguk dengan bersamaan.


yang melihat keduanya lalu menepuk jidatnya


dan berkata.


" bagaimana iya atau tidak ?" jawabnya mulai jenuh dengan saling tolak menolak keduanya.


" aku tidak berani " sambil menggeleng ke arah Daniel .


juga karena roller Koster itu mengingatkan


nya dengan kenangan nya dulu dengan Doni.


" sudah jangan takut , kan ada kau yang,


lupakan masa lalu itu dan jalani lah masa Depan " ucapnya dengan senyum tak suka karena Vanya masih mengingat Doni.


dan dapat anggukan dari Vanya.


Daniel yang sedang mengambil karcis,


lalu Fasha dan Vanya menunggu nya di kursi santai.


" oh iya kak ku dengar kau mau lulus kuliah ya ?" tanya Fasha .


Vanya mengangguk,


" iya, kita kira 2 hari lagi " sambil memakan camilan


Febby mantan kak Daniel , dia itu seperti benalu selalu saja mengejar kak Daniel padahal dia sudah kepergok selingkuh ,


dan lebih parahnya dia mengejar Daniel sampai Indonesia padahal tempat tinggal nya kan di London " ucapnya serius.


" apakah di berbahaya ?" tanya Vanya resah.


" yang ku tau , apapun yang ia inginkan Alanis dapatkan " ucapnya dengan malas.karena


rasanya jijik membahas Febby .


" kenapa kau seperti nya mengenal Febby itu ?"


tanya Vanya.


" iya aku tau wanita ular itu , bodohnya dulu aku mencoba mendekatkannya dengan kak Daniel karena ku kira dia sahabat baikku,


eh ternyata dia hanya mengincar harta keluarga ku , dan lebih parahnya dia mengatakan nya terang terangan didepan


ku kak !" dengan kesal .


" iya aku akan hati hati "


setelah itu Daniel menghampiri keduanya yang sedang bicara seperti nya serius.


" apa yang kalian bicarakan, seperti seru "


ucapnya Daniel penasaran.


" ah tidak ada apa apa sayang " sambil berdiri


dan Fasha mengangguk dengan cepat .


karena ia tahu kakaknya paling tidak suka jika ada orang yang menceritakan masa lalunya .


dan mereka bertiga mencoba satu persatu permainan dan memakan makanan di setiap lestoran.


saat berada di mobil Vanya membuka pembicaraan.


" apa Fasha akan melanjutkan kuliah di sini ?"


tanya Vanya pada Fasha yang duduk di kursi belakang.


" ah iya aku sudah di daftar kan di universitas yang sama adegan kak vanya." jawab Fasha.


" kebetulan sekali adik kakak juga baru lulus SMA dan akan kuliah di universitas yang sama " ucapnya memberi tahu fasha .


" benarkah " ucap ria.


dan dapat anggukan dari Vanya.


" apa adik kakak laki-laki ?" ucapnya ragu.


" tidak , adik kakak perempuan namanya Kanya , paling hanya beda 1 tahun


lebih muda dari mu " jawabnya kira kira.


NEXT ONE 👉


Heppy reading 😀