
*
*
*
sepeninggalan maminya daniel marah karena, ia tahu berapa liciknya si iblis yang Sekar ada didepannya itu,
"apa maksudmu!!, dan kertas ini bagaimana kau bisa memanipulasi data kehamilan ini,
oouh..apa jangan Jangan Vanya pergi juga karena ulahmu?" tanya Daniel yang sudah naik pitam .
dengan santainya Febby berjalan dan duduk di sofa,
" aku lelah , huuh sudah susah payah membuat mamimu percaya dan akhirnya berhasil .hahha.., ya sebenarnya memang ini bukan anakmu , tapi bagaimana lagi mamimu sudah mengakui ku" sambil tersenyum tipis dan berdiri dari duduknya lalu menghampiri Daniel yang sedang meremas kertas DNA dan mengepalkan tangannya.
" lebih baik kau iklas kan saja Vanya, jika kau mau mengikuti rencana ku , aku tidak akan melukai Vanya " ancam Vanya yang seolah olah ia mengetahui keberadaan Vanya , ya padahal tidak.
Daniel yang mendengar itu , rahangnya langsung mengeras , lalu mengepalkan tangannya .
" baiklah, akan ku lihat sampai mana rencana mu akan berhasil ?" sambil membalas senyuman jahat Daniel.
disisi lain.
" Vin, aku sudah sampai Bandara nih.kamu dimana ?" tanya Vanya pada orang yang berada disebrang telponnya.
nya!!!!
teriak seseorang dari belakang Vanya, yang kira kira berada 10 m dibelakang Vanya ,
Vina berlari sambil memegang telepon yang tetap berada di telinganya.
Vanya yang mendengar teriakan cempreng itu langsung menengok kebelakang dan mendapatkan pelukan tiba-tiba dari Vina.
" huh...huh..aku tidak..menyangka model terkenal akan mengunjungi rumahku!!"
ucapnya terbata bata karena lelah berlari.
" kau ini, kebiasaan buruknya itu tidak hilang hilang rupanya!!" ucap Vanya melihat Vina .
Vanya yang melihat Vina semakin tinggi pun berkata," wae kau ada perubahan juga ya,
kulihat kau semakin tinggi saja" sambil menepuk bahu Vina, dan dapat senyuman dari sang empunya.
" emm.... apa boleh aku menginap di rumah mu, aku takut jika kau dimarahi bibi?" tanya Vanya khawatir setelah mereka keluar dari bandara.
" hei , kau ini jika ibu melarang kenapa sekarang aku menjemputmu, lagi pula ibu malah sudah memasak banyak untuk menyambut kedatangan mu!!" ucap Vina memberi semangat temannya memang Vina belum tau cerita tentang masalah temannya.
Vanya Langsung tersenyum dan mengubah topik pembicaraan,
" oh iya ku dengar kau menikah dua tahun lalu , apa kau sudah mempunyai anak??" tanya Vanya saat sudah sampai di dalam taksi.
" lihat ini cantikan putri ku, kau tau kenapa
putriku bisa secantik ini??, karna saat aku hamil aku selalu melihat mu didalam tv" ucapnya sambil tertawa..
" apa ku gila , putri mu cantik karena ibunya juga cantik, mana mungkin gara gara melihat ku putrimu jadi cantik!!" sambil terkekeh dan mengelap buliran air di ujung matanya karena tertawa terlalu menghayati.
Vina hanya mengangguk seraya tertawa,
" oh iya kudengar kau menikah dengan
anak dari seorang pembisnis di kota yang terkenal kaya raya itu , apa dia tampan??"
tanya vian pada Vanya.
" hei apa kau tidak takut pada suamimu jika kau menanyakan suami orang lain?" tanya Vanya serius.mengalihkan pembicaraan.
" tenang saja tidak suamiku sedang keluar kota.., kau ini bilang saja jika kau tidak rela membagi 🍒 ta tentang suamimu itu!!"
jawab Vina sambil melipat kedua tangannya kedepannya seraya mengerucutkan bibirnya.
" iya aku Menikah dengannya , ya... seperti yang kau tanyakan tadi!" ucapnya.
Vina hanya mengangguk kan kepalanya seraya berkata oh,
" kulihat kau yang dulu dengan Sekarang
sedikit beda ya , sekarang agak gemukan..,
apa kamu lagi ngisi?" tanya Vina sambil menelisik tubuh teman lamanya itu dari atas sampai bawah.
" iya aku sedang mengandung "
ucapnya dengan nada sendu dan mengusap perut nya lembut.
.
.
.
.
penasaran???
NEXT ONE 👉
Heppy reading 😀