
.
.
.
3 bulan kemudian , usia kandungan Vanya sudah menginjak 5 bulan dan selama Vanya di Surabaya , lebih tepatnya di kediamannya di sebuah perusahaan elit tapi tidak terlalu besar ia tinggal disitu sendiri dengan anak yang ia kandungan.
setelah beberapa Minggu Vanya tinggal di rumah ibu Vina ia merasa tidak enak padahal ibunya Vina tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut , tapi namanya tidak enak ya jadinya Vanya mengambil keputusan untuk tinggal di perumahan tersebut dan setiap weekend Vina selalu ke rumah Vanya untuk main dan melihat keadaan nya.
DITEMPAT LAIN ....
Daniel yang sudah mengetahui jika dari dulu ia dibodohi oleh Febby pun tengah murka
pada Febby yang saat ini sedang hamil tua kita kira baru masuk 9 bulan.
jika saja tidak ada orang tua Vanya dan orangtuanya daniel mungkin Febby telah mati dihakimi Daniel.
" kau wanita ja*ang, pergi dari sini dan sampai kau muncul ke hadapan ku lagi aku akan membunuh mu dan bayi mu itu" ancam nya ,yang sedang dijagal oleh papa dan dan papi Daniel.
feedback~
akhir akhir ini memang Daniel jadi tidak fokus pada pekerjaan nya karena terus kepikiran tentang Vanya dan juga calon anaknya yang tak kunjung ada kabar.
saat Danil sedang mengadakan pertemuan di sebuah lestoran di dalam mall ia tak sengaja melihat Febby bersama seorang laki laki dan karena hal itu Daniel jadi tidak fokus dan perjanjian mengenai saham tersebut dibatalkan, dan Daniel yang tidak peduli langsung pergi tanpa berpamitan pada
orang yang menjalin kerja sama dengan nya.
dan mendekati dua manusia yang sedang tertawa terbahak bahak ,
" yank bagaimana , apa kau sudah berhasil mendapatkan aset aset perusahaan dan harta Daniel !!"
tanya Riko antusias jika mengenai harta.
" kau ini selalu menanyakan soal harta , apa kau tidak peduli dengan aku dan juga anakmu ini !!" ucap Febby cemberut.
" tentu saja aku sangat peduli dengan kalian, tapi jika kita sudah punya harta kan kita bisa bahagia dengan adanya uang , iya kan " sambil mencolek dagu Febby seraya merayu.
" oh ya bagaimana bisa Daniel tunduk padamu ??"
" ah itu mah hal kecil, tinggal aku ancam saja
jika vanya ada dalam bahaya , padahal aku sama sekali tidak tahu keberadaan Vanya , aku terakhir melihat nya saja pas dirumah sakit!!" ucap seraya tertawa.
" tapi kau tidak akan meninggalkan ku kan ,
aku jadi gemukan kan karena hamil anak kamu !!" tambahnya kembali karena ia sering khawatir memikirkan itu.
" tentu tidak sayang aku mencintaimu dari sudut manapun "
rayunya.
sebenarnya riko itu hanya memanfaatkan Febby agar mendapatkan harta Daniel lalu jika sudah mendapatkan nya dia akan mencampakkan Febby dan juga bayinya.
Flashback~
setalah febby mengemasi barang barang nya ia keluar kamar dengan menangis pasrah lidahnya serasa keluh untuk membela dirinya sendiri.
" Tante tolong biarkan aku disini setidaknya sampai anakku lahir , aku sudah tidak punya siapapun disini " ucapnya seraya memohon pada mami Daniel ,tapi mami Danil hanya diam karena ia merasa iba pada Febby, tapi juga marah atas semua ini.
Daniel malah menarik tangan Febby yang sedang merangkul kaki mami Daniel , lalu menyeretnya keluar dan menutup pintu nya.
setelah pintu tertutup ia mendudukan dirinya kasar disita lalu menangis dan berteriak memanggil nama Vanya.
mama Vanya yang melihat itu merasa terpukul karena jujur mereka semua merasa khawatir pada Vanya .
" aku sangat bodoh baru mengetahui tentang Vanya yang tidak ada pada febby " sambil membentur benturkan kepala nya ke dinding..
*
*
*
NEXT ONE 👉
Heppy reading 😀