Like Or Love

Like Or Love
menyimpan kesedihan..


.


.


.


tahun tahun berlalu, dengan mengikuti alur angin dan laut ....


sekarang Daniel mulai menunjukan ketidak sukaannya pada fazwa secara terang terangan, dan tahun ini fazwa genap berusia lima belas tahun lebih .


dan avyline berusia lima belas tahun.


dipagi hari seperti biasa....


" pa avyline hari ini akan mengambil hasil raport , papa Dateng ya...


ucap avyline sambil mengoleskan selai ke roti nya.


fazwa hanya diam melihat interaksi antara avyline dan papinya yang saling melimpah kan kasih sayang antara keduanya.


" papa pasti akan datang ke setiap kegiatan di sekolah mu sayang...


ucap Daniel sambil mengelus kepala nya pelan.


dan avyline tersenyum manis sambil menunjukan gigi ginsulnya...


fazwa yang mendengar itu pun tersenyum hambar , rasanya sakit ketika dulu juga Daniel berkata sama padanya ketika Daniel belum mengetahui siapa dirinya.


ya Vanya sudah memberi tahu bahwa Vanaya bukanlah ibu kandungnya melainkan Febby , tapi fazwa sempat merasa benci pada ibu kandungnya sendiri ... tapi Vanya selalu membimbing agar fazwa tidak membencinya karena sejahat jahatnya ibunya itu ia lebih memilih untuk mempertahankan nya.


dan Vanya juga tidak ada niat untuk memberi tahu fazwa kenapa Daniel sangat membencinya , dan ketika fazwa bertanya hal yang ingin ia kubur sedalam dalamnya , Daniel malah memberi tahunya secara terang terangan .... di depan nya dan juga anak anak


dan untungnya Nini tidak mengetahui hal ini .


Vanya merasa sakit jika melihat Daniel dan avyline yang menunjukan rasa tidak sukanya karena mengetahui ibu dari fazwa sempat menghancurkan kedua orangtuanya.


tapi Vanya mencoba untuk memberi tahu anaknya avyline , agar melupakan masa lalu dan semua ini bukan salah fazwa tapi avyline malah memperlihatkan kehangatan nya dengan Daniel agar membuat fazwa sakit hati.


" avyline lihat itu... dulu kakak mu lah yang membantumu untuk menang setiap kali kau mengikuti kegiatan.... dan apa kamu tidak ingat .. setiap kamu berkata manis ... hanya jika ada masalah didalam pelajaran mu saja...


cobalah untuk tidak menyudutkan kakakmu dia tidak salah...


itu kata kata yang Vanya lontarkan setiap avyline selalu melewati batas ....


avyline hanya mengangguk dan berlalu pergi ... tapi ketika fazwa tidak ada avyline selalu menerka nerka ,


' mi ... apakah kakak tidak akan membantuku lagi.?..'


sebenarnya dari pertanyaan yang avyline lontarkan itu masih menunjukan rasa sayangnya pada sang kakak, ia takut kakaknya itu akan marah padanya .


tapi ketiak fazwa datang ia bertingkah seolah olah fazwa itu tidak ada.


dan fazwa pernah memergoki avyline yang sedang bertanya tanya tentangnya pada mami.


dan iapun bisa tersenyum dengan avyline yang menanyakannya.


dan ketika avyline dan papi sudah pergi ke sekolah , dan hanya menyisakan Vanya dan fazwa yang sedang membersihkan meja makan,


" mi gimana kalo fazwa sekolah di Indonesia aja ?... nanti fazwa tinggal dirumah nenek..


ucap fazwa dan itu membuat Vanya menghentakkan aktivitas nya dan menatap fazwa.


" apa fazwa mau meninggalkan mami..???...


mami pasti akan membuat papi mu bisa menyayangi mu seperti dulu sayang...


ucap Vanya yang menangkup kedua pipi fazwa dengan tangannya.


fazwa pun tersenyum dan berkata,


" mukim dengan fazwa pergi ke Indonesia, papi akan merindukan fazwa dan meminta fazwa untuk kembali... yakan mi...


ucap fazwa menenangkan Vanya yang gelisah dan Vanya hanya mengangguk sambil tersenyum ...


" mami percaya sama apa yang kamu bilang , mami akan urus keberangkatan mu besok ...


Jan sekarang mami ingin mengajakmu jalan jalan dulu ...


Vanya dan fazwa pun saling berpelukan , fazwa lebih baik tidak menunjukan kesedihan nya didepan maminya dan lebih memilih menyimpan nya sendiri.


*


NEXT ONE 👉


HEPPY READING 😀


maaf ya kalo novel ini banyak typo, terus ga nyambung...


asalnya ni pikiran author dah buntu ...


hehehe nanti author usahakan yang terbaik deh...


tunggu kelanjutannya ya...