Like Or Love

Like Or Love
Beribu-ribu whoot


 


Dan.....


 


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


mami menghampiri Vanya yang sedang di goda oleh adik dan teman temannya Daniel pun , melerai keadaan .


" dan ajak istri mu ke dalam dan istirahatlah,


kasihan menantu mama seperti lelah !"


ucapnya dengan membelai pipi Vanya yang memerah malu karena digoda oleh adiknya


sendiri.


' untung mami datang jadi tidak ada yang menggodaku lagi ' mami memang yang terbaik ' sambil menghela napas lega dan menatap tajam teman temannya Daniel


dan adiknya yang sedari tadi menggoda nya.


merasa lega karena sudah tidak ada yang berani menggodanya lagi .


dan tak disangka ...


" dan kalian pergilah, jangan mengganggu


menantu mama ini, mereka pasti akan membuatkan kalian ponakan yang banyak setelah ini !" ucap mami yang langsung membuat vanya melongo karena kehabisan kata-kata dan harapan .


*blusssh


wajah merona yang sempat hilang dari wajah mempelai wanita kini muncul kembali.


teman temannya Daniel hanya tertawa sampai terbahak bahak karena mengira akan dapat mukanya dari mami Daniel ternyata berniatan sama untuk menggoda Vanya*.


setelah acara goda menggoda selsai


kedua pengantin baru itu pun pergi menuju kamar pengantin . karena acara ijab qobul dan resepsi dirumah Vanya jadi kamar yang ditempati sekarang adalah rumah Vanya.


setelah Sampai kamar vanya tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


dia disuguhi pemandangan kasurnya


yang banyak kelopak bunga mawar di kain sprei putih nya .


sedangkan Daniel yang masuk ke kamar langsung beralih ke kamar mandi tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


lagi lagi sikap nya berubah dengan cepat


yang tadi ikut tertawa ria bersama temannya


sekarang sifat aslinya pun datang lagi.grutu Vanya dalam hati.


setelah Daniel keluar dari kamar mandi dia


melihat Vanya yang dari tadi berusaha menggapai resleting bajunya itu tapi tidak bisa .


Daniel menghampiri Vanya yang sedang fokus dan tak sadar kehadirannya pun


kaget ketika Daniel membuka resleting gaunnya dan tangannya yang tak sengaja menyentuh punggung Vanya yang mulus pun seperti mendapatkan sengatan listrik beribu-ribu *whoot.


refleks langsung berbalik dan mendapati muka Daniel yang berjarak sangat dekat mungkin tidak ada satu jengkal.


Vanya Phof*


setelah aku selesai menghapus make up


aku berdiri di depan lemari untuk mengambil piyama tidur . setelah sampai di depan lemari


aku pun berhenti sejenak untuk melepaskan gaun yang melilit di tubuhku .


" huhh.. kenapa resleting nya di belakang sih tidak di depan saja , apa kau kira tanganku ini panjang " Grutunya pada gaun tersebut.


rasa lelah dan letih membuat nya serasa ingin marah marah.


karna pas selesai resepsi itu sekitar pukul 10.30 jadi jika ingin minta bantuan rasanya


tidak tepat pasti semua orang sudah terlelap


jadi aku berusaha sendiri.


ketika aku sedang fokus membuka gaun ,


aku tidak sadar jika Daniel sudah keluar dari kamar mandi.


dan ketika aku merasa ada orang yang melepaskan resleting dan tak sengaja menyentuh punggung ku aku seperti mendapatkan aliran listrik beribu-ribu *whoot.


dan seketika aku membalikan badannya dan ya .. ternyata itu dia .siapa lagi jika bukan Daniel si kutub Utara.


jarak yang terlalu dekat membuat mundur


dan terpentok Lemari dan aku langsung menutup mata karena takut .


dalam pikiran ku ini muncul kata kata yang


membuat ku merinding*


'apa dia akan meminta hak nya sekarang?'


'aku belum siap melepas masa lajang ku !'


'aku takut !"


kata kata yang dipikirkan Vanya hanya itu,


paling kata kata godaan dari adiknya terus terngiang ngiang di kepalanya itu.


JAN LUPA VOTE