Like Or Love

Like Or Love
olahraga hati


Daniel meninggalkan Vanya yang terjatuh


dan menetralisir jantung nya yang berdetak


cepat, ia bingung dengan perasaannya nya sendiri.


"kenapa jantungku seperti lari maraton, "


ia menyingkirkan perasaan yang ada di benaknya.dan menuju kekelas biologi B2.


Daniel adalah orang yang berpengaruh di kampus, ayahnya adalah pemilik kampus tersebut dan keluarga Nugraha juga orang yang berpengaruh dan terkenal diluar negeri.


bel jam istirahat sudah habis, siswa siswi


masuk kekelas masing**


Vanya Phof


aku ingin ke kantor di suruh pak dosen untuk


bertanya pada pak firman ada pelajaran olah raga atau tidak, ketika ingin keluar pintu kelas


kaget dan brukkk...


aku menabrak dada bidang seorang laki-laki yang tinggi tentunya ..dan ternyata itu dia si kutub Utara.


Daniel Phof


" Hei kenapa setiap aku bertemu dengan mu,


kau selalu menabrak kan dirimu pada ku,


kau suka sekali ternyata bertabrakan dengan ku ya,?" katanya tersenyum tipis sangat pd


" hei kau si Daniel sombong jangan terlalu pede" jawabnya tak mau kalah


Daniel permisi masuk kekelas lalu Vanya menengok Daniel dan bertanya tanya ada apa


Daniel," permisi pak saya masuk kesini ingin memberi tau jika kelas ini akan melaksanakan


olahraga 10 menit lagi dilapangan basket "


ucapnya,para perempuan pada salah tingkah di buat nya dan pada mencari perhatian Daniel,tapi Daniel cuek dan langsung permisi pergi dan dengan sengaja Daniel menyenggol bahu Vanya dan berlalu begitu saja.


" apa maksudnya ?" ujar Vanya


Vanya yang tak jadi ke kantor duduk di bangku nya untuk mengambil baju olahraga nya di tas


" nya kamu liat si tampan tadi. dia sangat tampan ya" tanya Sherly


' apanya yang tampan ' Grutunya


" ayo kita ke loker kita di tempat ganti baju wanita ," ajak Sherly


Vanya hanya mengangguk..


selesai ganti baju


visual vanya



visual Sherly



hari ini Daniel membantu pak firman mengontrol Olahraga karena Daniel adalah juara di kampus di bidang olahraga darat maupun laut ...


visual daniel



Sherly dan Vanya yang baru selesai ganti baju keluar ruangan dan berkumpul di lapangan


Vanya menatap Daniel kagum


'dia memang tampan tapi sayang dia sangat dingin' batinnya


dan Daniel yang merasa di perhatikan menatap Vanya lekat mata mereka saling bertemu dan berpandangan cukup lama sampai akhir firman menyadarkan Daniel


" oh iya pak , hari ini kita akan olahraga


basket " ucapnya memberi tau


semua murid sudah di bagi regu Sherly pisah regu dengan Vanya saat permainan mulai bagian Vanya yang memeggang bola dia gesit


memainkan bola degan arahnya


saat hendak memasukan bola ke gawang nya


ada salah satu siswi yang iri ada Vanya menyandung dan Vanya terjatuh telungkup


lalu refleks semua orang berkerumun ,


Daniel yang melihat itu langsung menggendong Vanya dan membawa ke UKS,


orang-orang yang melihat Daniel menggendong wanita pada tertegun


Vanya yang ada digendongan Daniel takut jatuh reflek melingkar kan tangannya ke leher daniel,detak jantung mereka berdua berpacu


seperti sedang menunggangi kuda


setelah sampai UKS Vanya duduk di tempat tidur di uks, Daniel mengambil kotak P3K


untuk mengobati luka di lutut dan siku Vanya


Vanya yang memperhatikan Daniel mondar mandir berkata,


" hey Daniel aku tambah pusing melihat mu mondar mandir seperti itu" katanya


" aku mondar mandir begini gara gara kamu tau ga" jawabnya


" kenapa jadi gara gara aku ?" tanyanya pelik


" kau tak lihat luka mu itu nya!! " jawabnya sambil membuka botol obat merah ke tisu.


Vanya yang merasakan sakit di lututnya berteriak sambil reflek memegang bahu daniel.sherly datang ke UKS melihat sahabatnya setelah membereskan lapangan.


" bisa kah kau pelan sedikit ini sangat perih"


ucapnya memekik


" bisa kau diam" jawabnya pegah dengan teriakan Vanya.


Sherly melihat Vanya yang meneriaki Daniel tertegun karna yang ia tau jika Daniel itu orangnya tidak bisa di lawan.


setelah di obati Daniel hendak pergi,


tapi tangannya di tarik Vanya dan Daniel melihat ke arah Vanya.


Vanya berkata "terimakasih ," sambil tersenyum manis ke arah Daniel ,


Daniel yang melihat itu menjadi gugup dan berkata "hemm" dan berlalu pergi


Vanya menggerutu," apakah dia tak punya kata kata lain" Sherly hanya tersenyum kekeh..


# jangan lupa vote,komen,like ok