Like Or Love

Like Or Love
kesempatan dalam kesempitan


Daniel yang melihat Vanya hanya menggunakan lingerie yang hanya sebatas pahanya yang menampakan kaki putih nan jenjang walaupun bagian atas nya tertutup.


gleeekk...


dengan susah payah menelan salivanya....


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


Vanya yang merasa tatapan nakal Daniel sedang memperhatikan nya pun menegurnya.


" kenapa kau melihat ku seperti itu?" sambil menutup bagian atas dengan rapat.


" apa kau sudah berani menggoda ku ? hah "


ucapnya dengan sedikit godaan.


Daniel meletakan handfond nya di kasur dan menghampiri Vanya yang berdiri dengan tatapan was was.


" hei kau tuan mesum , mundur !" geramnya sambil mendorong dada bidang Daniel.


" apa seorang istri diajarkan untuk melawan suamimu ini !" ucapnya dengan maksud memojokkan.


sejak kapan dia menganggap ku istrinya.


batin nya.


Daniel kembali mencium bibir Vanya sekilas.


Vanya hanya diam mematung.tapi Daniel


mencoba mengerjai vnaya agar dia


bisa mengimbangi nya.


eeuuuhh


sebuah desahan kecil keluar dari mulut Vanya


padahal dia sudah mencoba untuk menahannya tapi apa daya suara itu sudah keluar karena Vanya tidak kuat untuk menahannya.


" apa kau sudah tidak sabar " ucap Daniel sambil melepaskan ciumannya dari vanyadengan penuh napsu dan memberi tatapan seperti seorang singa yang tengah menatap mangsanya agar tidak bisa lari lagi.


" apa kau gila , aku hampir mati tidak bisa bernafas. kenapa kau selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan !!"


geramnya


" hei apa aku salah dengar, aku tidak mengambil kesempatan . bukannya


ini , ini dan semua ini sudah menjadi milikku !"


ucapnya datar.


Vanya hanya bisa menunduk kan wajahnya malu dan berkata.


" enak saja wlekk" sambil mengeluarkan lidahnya mengejek.


Vanya lalu berlari kecil ke arah lemari dan membukanya.


" siapa yang mekukan semua ini !" sambil


ia jadi malu sendiri bicara pada Daniel


karena menganggap nya tidak layak.


"itu kerjaan mami " yang matanya tak luput dari handfond digenggamnya.


" apa kau menyuruh mami , untuk membeli


kain kurang bahan seperti ini " dengan tatapan tajam kearah Daniel.


" apa kau tidak bisa berpikir sebelum mengatakan sesuatu , aku tidak segila dirimu"


sambil membalas tatapan garang ke Vanya.


" tapi aku tidak mau memakai pakaian seperti ini" rengekannya.


sambil melangkah ke arak meja rias dengan muka ditekuk.


Daniel lalu menghentikan aktivitas nya.


dan menatap Vanya dengan tatapan iba.


" apa susahnya memakai baju yang ada ."


dengan datar .


" aku tidak mau nanti kau akan mengambil


kesempatan lagi " sambil mengerucutkan


bibir mungilnya.


Daniel tidak menjawab.


kenapa ada seorang model yang bertingkah seperti anak kecil , batinnya sambil tersenyum karena Vanya sangat menggemaskan saat sedang kesal.


Vanya melihat ke arah meja di balkon kamarnya ada sebuah paper bag lalu menghampiri nya dan membuka nya,


lalu senyuman muncul di wajah cantiknya itu.


Danil yang melihat pun berkata sebelum Vanya masuk ke kamar mandi .


" itu kemeja kerjaku ,mau kau apakan "


sambil menatap aneh ke Vanya.


" aku akan memakainya , karna aku tidak mau memakai pakaian kurang bahan seperti ini "


lalu masuk ke kamar mandi.


Danil lalu beranjak ke depan pintu kamar mandi dan berkata.


" bagaimana besok aku bekerja" ucapnya sambil memijat tulang hidung nya .


Vanya pun berteriak.


" kita kan habis Menikah kenapa kau langsung mau bekerja , pokoknya bsk kita harus jalan jalan " berkata dalam kamar mandi .


" huh.. terserah " merasa malas untuk berdebat pada Vanya yang tidak ada habisnya.


lalu beranjak ke kasur lalu tidur dengan meninggalkan Vanya yang masih bercengkrama di dalam kamar mandi.


dan menuju ke alam mimpinya....


**Dukung author ya , masa udah hampir 20 episode belum ada yang vote


bantu vote ya guys biar author semangat .


you : alah author lebay


I : memang author ini lebay .


heheheee...


jangan lupa tunggu bab bab selanjutnya y guys


jangan capek baca karya author yak**...


SWEET REGERDS by author