
' apa dia akan meminta hak nya sekarang ?'
' aku belum siap melepas masa lajangku !'
' aku takut !'
kata kata yang dipikirkan Vanya hanya itu,
paling kata godaan dari adiknya itu yang terus terngiang ngiang di kepalanya itu.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
apa yang kau lakukan sambil mendorong dada Daniel untuk menjauhi nya.
Vanya yang melihat Daniel hanya menggunakan handuk yang dililitkan sekitar pinggang pun menelan salivanya dengan susah payah ,
' roti sobek , rambutnya yang basah menambah pesona nya menjadi sangat menggoda ' pikirannya, tapi segera di tepis karena jarak mereka terlalu dekat ,
yang membuat Vanya takut .
Daniel yang di dorong pun malah mencekal
tangan Vanya dengan tangan kiri nya dan ia semakin mendekat ke arah Vanya.
Daniel Phof
aku yang sedang membantu nya melepaskan resleting nya pun tak kuasa melihat punggung Vanya yang halus dan putih
ingin rasanya aku memeluk nya.
dan diluar kesadaranku tanganku yang nakal ini tak sengaja menyentuh punggung Vanya
yang membuat Vanya kaget langsung
refleks membalikkan badannya ke hadapan ku.
dan ya walaupun ia tidak menggunakan make up dia tetap sangat cantik tapi entah kenapa aku sangat gengsi untuk melontarkan kata pujian padanya .
aku harus menjaga image ku didepannya.
mukanya yang merona itu membuat ku
gemas ,
seketika ia mendorong halus diriku untuk menjauhi nya,
dan di saat itu juga pikiran nakal ku keluar
untuk sedikit menggoda nya.
aku mencekal tangannya dan
tidak ada jarak yang terlalu jauh aku melihat bibir tipis Vanya yang menurutku Sangat
menggoda dan dialam bawah sadarku .
cup.
aku mencium nya dan sedikit ******* nya,
Vanya yang seperti tidak pernah berciuman
hanya diam kaku dan seperti tidak bisa bergerak.
author POV
Vanya yang dapat serangan dari Daniel pun
seperti seakan dunia berhenti berputar
dan dia hanya diam seperti rohnya itu pergi entah kemana.
dia menahan napas dengan wajah yang merona pun disadari oleh Daniel dan Daniel melepaskan ciumannya itu karena Vanya yang menahan napas.
" hei apa kau gila jika kau menahan napas mu
apa kau mau aku menjadi duren ha !!" ucapnya dengan nada menggoda
Vanya yang sedang menetral kan napasnya
yang terlihat seperti habis lari maraton pun tidak menggubris ocehan Daniel dan pergi menuju kamar mandi.
setelah sampai di dalam kamar mandi dia menutup pintu lalu menyenderkan tubuhnya di pintu lalu memegang bibirnya dan berkata.
" hah bibirku sudah tidak suci lagi
tapi kenapa disaat aku ingin menolak nya tapi tubuhku malah Menik matinya. huh dasar "
sambil menepuk dahinya dengan pelan karena merasa bodoh terhadap dirinya sendiri.
Vanya yang terburu buru pun lupa mengambil handuk dan lupa untuk mengambil baju dari lemari tadi gara gara Daniel.
dan Vanya setelah selesai dengan ritual mandi nya pun hanya berdiam diri di kamar mandi ,
merenungkan kebodohannya dan kelalaian nya karna lupa mengambil handuk .
dengan keberanian yang ia punya , ia pun membuka pintu dan tidak terlalu lebar.
krekk
Vanya melihat Daniel yang sudah menggunakan piyama tidurnya dan sedang fokus mengetik kibort leptopnya itu ..
' apa dia tidak lelah setelah acara yang begitu
panjang ia menyempatkan untuk bekerja '
gumamnya
" Daniel... " panggil Vanya dengan suara paling lembut .
" apa , apa kau merasa nyaman tidur di kamar mandimu itu , sampai kau betah sekali
disana " ucapnya tidak mengalihkan pandangannya dari laptop nya .
" bukan itu,.. hemm bisakah kau menolong ku
untuk mengambil handuk dan piyama ku "
dengan menunjukkan puppy eyes nya itu dengan muka memelas .
NEXT ONE 👉