
" nona sebaiknya anda jangan duduk di sini
carilah tempat lain" suruhnya
" hei tuan apakah ini kursinya , sehingga aku tidak boleh duduk disini, " jawabnya kesal
" nona dia adalah..." langsung di potong oleh Daniel
" biarkan dia duduk disitu, kau pergilah"
perintah nya
dan pemimpin itu pun patuh dan meninggalkan Daniel dan vanya.
" hei tuan kenapa pemilik mall itu sangat patuh padamu , apa dia takut dengan wajahmu yang menyeramkan itu" jawabnya kekeh
Daniel yang mulai tidak fokus dengan kerjanya pun berkata ;
" hei sudah bagus aku menginginkanmu duduk di sini,kenapa kau begitu cerewet" ucapnya serius
" hei aku hanya bertanya , apakah begitu susah untuk mengatakan tanpa marah marah"
jawabnya kesal
dan tak lama pelayan datang dan membawa pesanan tadi kepada Vanya dan sebelum pelayan itu pergi dia membungkukan tubuhnya di depan Daniel dan Daniel tidak menanggapi nya.
dan Vanya keheranan tapi dia tidak ambil pusing dan langsung berkata:
" oh iya tuan terimakasih untuk tempat duduknya," sambil tersenyum malas
" dan satu lagi banyak banyaklah tersenyum karna hidup mu itu harus berkesan jika kau
berbicara dengan orang lain dengan muka datarnya itu,aku yakin kau tidak akan berhasil pada tujuanmu" kata kata itu seperti meng
hipnotis Daniel seakan ia tau apa tujuan Daniel untuk mendapatkan cinta sejati nya yang sulit untuk tumbuh kembali.
sambil pergi dan tersenyum manis,
dan wahhh menurut Daniel itu senyuman yang manis dan menggoda dan ya dia menepis pikiran itu lalu fokus kepada file file nya dan ya dia terbayang senyuman itu lagi dan lagi hingga ia tak bisa fokus dan ia berniat untuk pulang.
####
sampainya tanya di mobil yang didalamnya sang ibunda sudah menunggu
" Qya kenapa kamu lama sekali sampai mama ngantuk" sambil memainkan hapenya
" mama tidak mungkin ngantuk mama itu sedang memegang hape tidak mungkin mengantuk apalagi jika membuka grup sosialita mama itu" jawabnya dengan kesal mengingat kejadian tadi.
mama yang menyadari putrinya itu terlihat kesal lalu bertanya
" apa terjadinya sesuatu didalam tadi Qya?"
tanya mama penasaran
dan ya Qya Langsung membagi kekesalan nya tadi pada sang mama
" ma masaknya aku bertemu dengan senior ku yang aku ceritakan tadi di sekolah dan dia membuat ku kesal" jawabnya membuang nafas kasar
" dan aku kagetnya lagi ternyata dia itu pengusaha muda dan ma aku bingungnya pemilik mall ini sendiri saja runding di hadapannya kan aneh" ucapnya dengan
keheranan.
mamanya yang langsung ngeh dengan pertanyaan putrinya itu pun tersenyum
dan berkata
" mungkin kau berjodoh dengannya," jawab mamanya tersenyum
" tidak tidak tidak aku tidak mau berjodoh dengan nya hi" dengan nada menggelikan
mamanya tau pasti yang dimaksud putrinya adalah Daniel putra sahabatnya nya ,mereka berniat akan menjodohkannya kelak.
# sampai dirumah vanya #
sore hari pukul 17.00
" Vanya sini papa sama Mama mau ngomong
sesuatu " ucap sang papa
mama, papa dan Vanya duduk diruang tamu
untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting.
" Kanya mana pa, " tanya Vanya.
" Kanya dikamar, papa suruh dia masuk untuk
membicarakan sesuatu yang sangat penting"
Jawab papa
" ada apa si pa kok Vanya jadi penasaran kayak gini" ucapnya
papa menatap mamanya agar mamanya saja yang menjelaskan tentang rencana perjodohan Vanya dan Daniel.karna jika mamanya yang bicara tentu Vanya tidak akan menolak.
" Vanya sebenarnya papa dan mama akan
menjodohkan kamu dengan anak teman mama " ucapnya
Vanya tertawa " ma jika kalian bercanda jangan terlalu menghayati " ucapnya
" ini sungguh kita tidak main-main "
jawaban kedua orang tuanya dengan sorot mata serius.
Vanya mendengar itu seakan mulutnya
keluh untuk mengeluarkan suatu
kata pun dengan kekuatan yang ada mulai angkat suara :
" ma ini bukan lagi jaman Siti Nurbaya,aku tidak suka perjodohan seperti ini , sebuah hubungan dengan dasar perjodohan pasti tidak akan bahagia" ucapnya dengan sendu
" Vanya dengarkan papa , dulu papa dan mama juga dijodohkan tapi sekarang nyatanya kita bahagia dan bahkan adanya kehadiran Vanya dan Kanya hidup mama dan papa semakin sejahtera," ucap sang ayah untuk meyakinkan
mama angkat bicara " lagi pula pilihan papa dan mama pasti tepat untukmu , sudah waktunya untuk kakak berumah tangga kan kak" penjelasan sang mama
" jika suatu saat kita tidak bisa lagi menjaga
kamu adikmu bagaimana , jika seketika papa dan mama pergi un...." kata kata papanya yang di Potong oleh Vanya
" maaf pa Vanya memotong ucapan papa,
Vanya tidak mau mendengar hal-hal yang tidak diinginkan di telinga Vanya, Vanya akan mencoba untuk menerima perjodohan ini"
ucapnya dengan senyuman yang terpaksa.
mama bunga pun memeluk Vanya dengan bahagia.
**jangan bosen bosen ya kak baja novel ini
#jangan lupa vote ,komen & like**