
" bukan itu,.. bisakah kau membantuku untuk mengambil handuk dan piyama ku ?"
sambil menunjuk puppy eyes itu dengan wajah memelas .
" aku lupa membawa nya tadi " ucapnya.
Daniel pun berdiri menuju pintu kamar mandi
untuk memperjelas apa yang tadi dikatakan Vanya.
tapi Vanya yang merasa canggung pun menutup pintunya .
" hei kenapa kau menutup pintu nya? ,
aku tidak berminat pada tubuh mu itu
tadi kau bilang apa aku tidak dengar ?"
ucapnya dengan emnahan tawanya.
Vanya hanya diam dan menggerutu dalam hati
' cerewet sekali ' geramnya
" hei apa kau dengar !!" teriak Daniel dari luar .
" ah iya aku minta tolong ambil kan handuk dan piyama ku di dalam lemari aku lupa
untuk mengambilnya tadi karna terburu buru " ucap vanya yang geram karena Daniel lah ia lupa untuk mengambil handuk dan piyamanya.
Daniel tidak menjawab langsung menuju lemari dan membukanya dan saat Lemari sudah terbuka dia terbelalak melihat isinya
hanya ada lingerie yang berwarna mencolok.
dan tentunya sangat seksi dan tipis
' ini kah pakaiannya jika mau tidur ' sambil geleng-geleng kepala.dan membayangkan jika Vanya memakai ini di hadapannya.
Daniel lalu menepis pikiran itu dari kepalanya.
" kenapa aku jadi mesum ahhgg .." menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil.
Daniel yang bingung ingin mengambil yang warna apa pun berteriak
" kenapa bajumu seperti ini ?, apa tidak ada baju yang lebih layak ?" tanyanya
Vanya yang ada didalam kamar mandi pun membalas perkataan Daniel dengan berteriak juga.
" hei bajuku itu bagus bagus jangan bilang jika bajuku itu tidak layak , ambilkan saja yang ada dan ambil saja asal " ucapnya dari dalam kamar mandi.
" kenapa kau jadi ngeggas !" ucapnya tidak terima
" bawel !!! " ucap Daniel , yang langsung mengambil lingerie berwarna biru tua.
" hei buka pintunya ! , ini " sambil menyodorkan handuk dan lingerie tipis itu .
" terima kasih " sambil tersenyum manis dan kembali menutup pintunya dan hmdaniel kembali duduk untuk melihat laptopnya.
" WHATT !!!!" berteriak hingga mengganggu pekerjaan Daniel .
" apa kau tidak lelah berteriak seperti itu ,
kau ini bisanya hanya mengganggu ku
saja ya, dasar " ucapnya kesal pada Vanya sambil menutup telinga yang seakan akan
gelendang tidak nya ingin pecah.
Vanya yang merasa di permainan pun berteriak lagi.
" apa maksudmu mengambil baju yang sangat seksi seperti ini , " sambil menahan emosinya .
" apa maksudmu, kau sendiri yang bilang terserah pas aku tanya mau pakai baju apa "
ucapnya ikut emosi
" tapi kan jangan baju yang seperti ini juga, lagi pula seingatku aku tidak punya baju seperti ini!! " ucapnya yang sudah lelah berteriak.
" apa kau yakin di lemari Minoru semua bajunya seperti itu dan warna nya saja yang berbeda beda , kalo tak percaya keluar lah dan lihat sendiri " sambil beranjak pindah ke kasur yang kira kira berjulukan queen size .
dan melanjutkan pekerjaannya dengan hpnya.
Vanya Ng tidak punya pilihan pun mengenakan lingerie itu yang disekitar perut dan punggung nya yang terpampang jelas .
dan belilitkan handuk dari bahu ke dada nya agar punggung nya tidak terlihat
kreaak
suara pintu terbuka dan otomatis Daniel yang mendengar nya mengalihkan ke Vanya .
Daniel yang melihat Vanya menggunakan lingerie yang hanya sebatas pahanya
yang menampakkan kaki putih nan jenjang nya walupun bagian atas tertutup handuk .
gleeekk..
dengan susah payah menelan salivanya...
NEXT ONE 👉