
.
.
.
setelah menjelaskan panjang lebar... Vanya pun berdiri dihadapan Daniel yang duduk di ranjang dengan tatapan kosong...
" aku hanya membantunya saja...lagi pula fazwa tidak bersalah atas semua yang di lakukan Febby ...
jelas Vanya dan Daniel hanya tersenyum tipis.
" apa kau pernah mendengar ... buah jatuh tidak jauh dari pohonnya...
aku tidak mau mengambil resiko ... anak itu harus pergi dari sini ...
ucap Daniel yang hendak pergi.
Vanya menggeleng mendengar perkataan Daniel, karena ia sudah terlanjur sayang pada fazwa ...
" apa kau meragukan ku aku yang merawatnya
dari bayi dan masih berwarna merah...
aku sudah menganggap nya seperti anakku sendiri..
ucap Vanya dengan air mata yang sudah tidak bisa dibendung lagi...
" aku tidak menganggap nya sebagai anakku...dan satu lagi aku tidak meragukan mu , tapi di dalam dirinya mengalir darah perempuan jahat itu... pasti anak itu akan menunjukkan jati dirinya sebentar lagi...
ucap Daniel yang sudah melangkah meninggalkan kamar anak anak dan Vanya pun mengejar nya.
" tolong biarkan dia tinggal disini , dan rak masalah jika kau tidak menganggap nya ... tapi avyline pasti akan bertanya tanya jika fazwa tiba tiba pergi.... aku mohon..
ucap vanya lalu berlutut didepan Daniel sambil mengatupkan kedua telapak tangan nya.
Daniel yang tidak suka melihat Vanya berlutut demi Anka itu pun membawa Vanya dalam pelukan nya.
" tapi satu syarat jika anak itu menunjukkan sikap seperti ibunya itu terhadap avyline permohonan mu sudah tidak berguna...
Vanya yang merasa tidak tahu harus bagaimana lagi pun masih bersyukur fazwa masih boleh tinggal disini . walaupun Daniel sudah tidak menganggap nya , tapi Vanya akan membuktikan jika fazwa berbeda dengan Febby .
setelah beberapa saat setelah kepergian Daniel , orang tua Daniel dan anak anaknya pun pulang dan setelah mengantar mami Daniel papi Daniel pun pergi karena ada urusan lain.
mami Daniel yang melihat menantunya turun dari tangga dengan mata sembab pun mengajak Vanya duduk di meja makan dan menyuruh anak anak bermain di taman ...
" apa Daniel berbuat kasar padamu nak... anak itu memang ...akhh..
ucap mami Daniel mengepalkan tangannya hendak pergi entah ke mana.
tapi Vanya mencegah kepergian mami Daniel dan berkata,
" bukan mi ini salahku karena menyembunyikan hal besar dari Daniel...
ucap Vanya menyesal dan mengeluarkan air mata nya lagi ..
" apa yang kamu sembunyikan dari Daniel nak sampai Daniel marah besar...
ucap mami Daniel sambil menggenggam tangan Vanya yang gemetar.
Vanaya pun menarik nafas dan menghempaskan nya kasar, lalu menceritakan hal yang selama ini ia simpan ...
mami Daniel pun hanya sesekali menganggap dengan cerita tragis Febby dan yang membuat kaget lagi karena niat Daniel
akan membawa pergi fazwa dari rumahnya.
" sayang mami memang tidak salah memilih mu untuk Daniel... tapi Daniel... mami tidak habis pikir Daniel akan berkata seperti itu...
tapi mami percaya fazwa pasti akan tumbuh jadi anak yang lebih baik dari ibunya karena kau yang merawatnya ... mami akan mendukung mu untuk mempertahankan fazwa ... kau adalah wanita yang sabar dan baik hati... tidak ada usaha yang menghianati hasil...dan mami lihat tidak ada perbuatan fazwa uang seperti Febby ...kamu pasti bisa membuat Daniel mau menerima fazwa....
ucap mami Daniel lalu memeluk Vanya yang sudah banjir air mata
*
NEXT ONE
HAPPY READING 😀