
.
.
.
"apa kamu sudah menyiapkan pakain putrimu ?".
tanya Vanya setelah menyiapkan baju nya karena ia akan berlibur sampai puas dipulau Dewata itu.
" tenang saja, dan sebaiknya kau tidur dulu tidak baik wanita hamil tidur terlalu malam lihat itu , aku akan menyiapkan keperluan putri kecilku!!"
ucap Vina seraya menasehati Vanya.
Vanya melihat jam memang sudah jam 00.20
diapun tidur disamping putri Vina dan tidak lama kemudian, Vina berbaring disisi lain putrinya.
*
*
*
di tempat Febby sudah berada di bandara Bali , ia duduk di kursi penunggu karena sedari tadi ia berdiri .
dia pun kembali menangis mengingat betapa bodohnya dirinya yang sudah merusak dirinya sendiri.memang penyesalan selalu datang terakhir.
setelah memesan taksi dia turun di depan gang depan rumah nya.lalu masuk dan membuka pintu tersebut, memang rumah peninggalan orang tua Febby itu kecil .
pagi hari kemudian....
Daniel yang semalaman Tidak bisa tidur pun sangat antusias dipagi hari sampai tidak mau sarapan dan Langsung tancap gas dan melakukan mobilnya dengar kecepatan tinggi.
Vanya yang sudah bangun pun mandi dan menyiapkan sarapan, lalu setelah semua selesai mereka memesan grep untuk menuju ke Banda Sukarno Hatta.
dibandara entah kenapa ia menjadi ingat kepada butik uang ia tinggalkan begitu saja padahal ia sangat susah payah merintis usahanya itu dari nol.
"kau kenapa , apa kau lelah . ayo duduk lah dulu !!" ucap Vina langsung menggiring Vanya ke ruang tunggu .
" aku tiba tiba ingat butikku yang aku tinggalkan begitu saja !" ucap Vanya sambil menatap Vina minta bantuan.
Vina langsung melihat handphone nya dan membuka kontak dan meminta nomor Daniel dari Vanya , tapi Vanya menggeleng dan malah memberikan kontak mamanya .
Tut....Tut...
" assalamualaikum Tante
"waalaikumsalam dengan siapa??
" oo nak Vina apa kabar ??
tanya mama Vanya karena mama Vanya tau jika mama Vina memberi tahu nya bahwa Vanya tidak mau siapapun tahu keberadaan nya.jadinya ia bertanya Seolah olah tidak tahu apa apa.
" ah Tante aku baik , oh iya Tante bagaiman juga kabar Tante dan Vanya dan juga kudengar Vanya memiliki butik ??"
tanya Vina beruntun.
lalu Vanya bicara pada Vina tanpa mengeluarkan suara , hanya bahasa seperti orang yang sedang memeragakan sesuatu.
Vina yang mengerti pun bertanya kembali pada mama Vanya,
" oh iya Tante bagaiman keadaan Daniel ??"
tanya Vina sesuai perkataan Vanya.
lalu Vina menyalakan load speaker ,
agar Vanaya dapat mendengar jawaban yang akan dilontarkan mamanya.
" iya Tante baik dan Daniel juga sudah agak menghilangkan rasa depresi nya , dan juga Vina entah dia kemana padahal mamanya ini sangat merindukan keberadaan dan anak yang dikandung nya , dan masalah butik sudah ditangani oleh Daniel. oh iya Tante minta bantuannya ya jika Vina tahu keberadaan Vanya beri tahu Tante !! ya nak !!"
ucap mama vanya. melepaskan unek unek didalam pikirannya.
" oh yasudah Tante nanti Vina bakal bantu cari keberadaan Vanya!!
ucap pada mama Vanya sambil melihat Vanya yang menunduk sedih.
setelah telponan berakhir Vina duduk di samping Vanya yang sedang memangku putri kecilnya.
" Vin aku merasa bersalah kabur seperti ini ,
apa tindakan ku ini salah ya, ku rasa aku malah merepotkan kedua orang tua ku.
" jika dipikir pikir lagi , menurut ku kau selesai kan urusanmu dan Daniel dengan baik baik !"
ucap Vina sambil mengambil Dilla yang sudah bangun dari gendongan Vanya.
" ah itu urusan nanti, yang penting aku akan liburan dulu , karena dulu aku tidak sempat bulan madu karena masalah ini !"
ucap sambil menyemangati dirinya sendiri.
NEXT ONE 👉
HEPPY READING 😀