
Keylin masih mondar-mandir didepan ruang rawat Kaira karena dokter masih memeriksa keadaannya.
selang beberapa lama pintu terbuka, menampakan sosok Kaira keluar dari sana, Keylin langsung berlari ke arah Kaira "gimana keadaan mu, apa masih sakit, mana yang sakit?" tanya Keylin panjang lebar karena mencemaskan temannya, lantas iya bertanya kepada Dokter yang memeriksa Kaira, karena Kaira hanya diam saja. "Dok teman saya sakit apa? apa dia sakit parah?"
Dokter Mita hanya bisa tersenyum melihat tingkah Keylin yang begitu menghawatirkan temannya" teman anda baik-baik saja nona! jawab dokter Mita ramah sembari tersenyum.
"Syukurlah, terima kasih Dok, kalau begitu kami pamit pulang "Ayo Kai" ajak Keylin menarik tangan temannya yang hanya diam saja.
Saat mereka sudah didalam mobil, Keylin melajukan kendaraannya membelah jalanan kota, iya melirik ke arah Kaira yang masih setia dalam diamnya sambil melihat kearah jendela "Kai apa yang di katakan dokter tadi, kamu benar gak papa?"
"Kaira...." Keylin menggoyangkan bahu Kaira dengan satu tangannya, dan tangan satunya untuk memegang setir.
"Diam..diam..diam.." bentak Kaira, Keylin langsung menepikan mobilnya ke tepi jalan
"Kamu kenapa Kaira, apa kamu gak bisa bicara pelan-pelan hah" tanya Keylin yang terkejut dengan sikap Kaira
"AKU HAMIL puas kamu" jelas Kaira dengan penuh penekanan, dengan air mata yang sudah menganak sungai
Keylin terkejut karena dugaannya selama ini benar, disela-sela tangisnya Kaira menjelaskan kepada Keylin bahwa usia kehamilannya sudah memasuki usia 3 bulan, iya tidak tau karena siklus haid nya yang sering tidak teratur.
"Aku harus apa Key, aku gak mau anak ini, aku belum siap dengan kehadirannya" ucapnya menatap sendu kearah Keylin dengan air mata yang semakin menjadi meluncur bebas.
"Tapi kamu harus memberitahu Radit tentang kehamilan mu"
"Tidak kamu jangan kasi tau Radit tentang kehamilanku, aku tidak mau dia sampai tau, aku akan berusaha menggugurkan kandungan ku. jelasnya dengan penuh amarah karena harus mengandung, bagai mana kalau setelah melahirkan apa yang iya takut menjadi kenyataan seperti yang ada dalam mimpinya, iya tidak akan membiarkan itu terjadi.
"Kamu harus mempertahankan anak mu, kau tau Radit pasti sangat bahagia kalau tau kamu sedang hamil anaknya, apa kamu tega menyakiti Radit dengan mengatakan tidak menginginkan anak darinya"
"Kamu hanya memikirkan perasaan Radit apa kamu juga memikirkan perasaanku hah, kamu sama saja dengan Radit, kamu keluar sekarang.. aku bilang keluar, keluar" Kaira sudah tersulut emosi mengusir temannya turun di tengah jalan.
Keylin memilih keluar dari mobil, karena iya berusaha memahami bahwa saat ini Kaira perlu waktu untuk sendiri "baiklah aku akan keluar, tapi aku ingatkan apa pun yang terjadi jangan sakiti janin yang tak bersalah itu, dan jika nanti kamu membutuhkan aku, kamu bisa hubungi aku kapan saja" setelah mengatakan itu iya turun dan memesan taksi untuk pulang.
Setelah Keylin keluar Kaira langsung menangis sejadi-jadinya karena iya bingung dan tidak tau harus apa, hinga melampiaskan amarahnya kepada Keylin, sebenarnya iya tidak tega menurunkan temannya ditengah jalan, tapi karena pikirannya yang kalut membuatnya harus melakukannya. Setelah puas menangis barulah iya menjalankan perlahan mobilnya.
setelah sampai di rumah Kaira melihat mobil Radit sudah bertengger rapi di dalam bagasi, Kaira tidak peduli karena saat ini pikirannya masih kacau, saat iya datang di depan pintu Radit sudah berdiri disana menyambut kedatangannya, karena saat mendengar suara mobil iya langsung menunggu didepan pintu.
"Sayang gimana keadaan mu, sini kita duduk dulu" Radit sangat antusias ingin mendengarkan istrinya menceritakan keadaannya, namun Kaira hanya menatap nanar kearahnya.
"Sayang tadi Keylin menelpon ku, dia bilang kamu pingsan...
"Keylin bilang dia sudah membawamu ke rumah sakit dan dokter mengatakan kamu hamil, Keylin mengatakan kamu sudah OTW pulang aku juga langsung bergegas pulang.
Flashback On
setelah mendapatkan taksi yang ditumpanginya Keylin menghubungi Radit untuk memberitahukan keadaan Kaira, karena takut dia akan nekad, jadi iya memutuskan untuk menghubungi Radit walaupun Kaira melarangnya, karena bagaimana pun Radit berhak tau.
Dikantornya Radit sedang serius didepan komputernya untuk mengecek hasil Desainer yang diinginkan oleh tuan Harun.
Drtt....Drttt...Drttt
Tanpa berpikir panjang Radit langsung mengangkatnya, karena iya tau Keylin adalah sahabat baik Kaira.
"Ada pa Key, apa terjadi sesuatu pada Kaira?!" Radit langsung menebak karena Keylin tidak biasanya menghubunginya kalau tidak ada hal penting.
"Radit, mm..tadi Kaira pingsan di tempat GYM, tapi aku sudah membawanya dia ke Rumah Sakit, tapi Dokter bilang tidak ada penyakit serius, tapi...
"Tapi apa Keylin, cepat bagi tau aku" desaknya karena takut terjadi sesuatu pada istrinya
"Kaira hamil"
"What..apa kamu yakin!" tanyanya dengan senyum mengembang, karena terlalu bahagia mendengar kabar kalau istrinya hamil, akhirnya apa yang iya harapkan diwujudkan oleh Tuhan "syukurlah aku sangat bahagia, terimaka kasih Keylin sudah menolong istriku"
"Iya selamat Radit untuk kalian, Dokter bilang usia kehamilannya sudah masuk 3 bulan" dengan tersenyum kecutnya Keylin karena reaksi Radit yang begitu bahagia saat tau Kaira hamil, namun harus kandas kalau dia tau Kaira tidak menginginkan anaknya.
Flashback Of
.
.
BERSAMBUNG
💝💝💝💝
mohon komentar yang membangun untuk merevisi karya receh ku, untuk menyemangati ku