My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Kamu benar-benar kejam


Setelah Kaira dipindahkan ke ruang perawatan Keylin menghampirinya, merasa ada yang mendekat kearahnya Kaira langsung menoleh kearah pintu ruangannya yang dibuka dari luar dengan tatapan kosong. Keylin perlahan mendekat dan duduk dikursi yang ada disamping pembaringan sahabatnya sembari mengelus bahunya


"Kai apa sekarang kamu sudah bahagia, setelah anakmu dikeluarkan? tanyanya cemas karena melihat Kaira yang tanpa ekspresi.


"Dari awal aku memang tidak menginginkan anak itu, apapun yang terjadi padanya aku tidak peduli, jangan sampai Radit tahu kalau anak itu masih hidup" ucapnya penuh dengan kebencian, namun air matanya jatuh begitu saja saat iya teringat dengan kondisi bayinya ketika dokter meletakan bayinya diatas dadanya saat baru lahir.


"Asalkan kamu bahagia aku juga akan bahagia, tanpa dihantui oleh rasa bersalah karena telah menolongmu membunuh bayimu sendiri" jelasnya dengan rasa sesal setelah mengigat kondisi bayi yang malang itu.


"Aku bahagia dengan pilihan ku, kamu keluar dari sini aku ingin sendiri, keluar sekarang" usirnya marah, tapi entah marah pada temannya atau pada dirinya sendiri karena telah begitu kejamnya ingin membunuh anak sendiri, sebenarnya ada rasa penyesalan yang dalam pada dirinya tapi semua sudah terlambat.


Keylin tahu saat ini temannya sudah mulai menyadari kesalahannya, maka dari itu iya memilih keluar dan menunggu keluarga Kaira datang. Setelah Keylin keluar Kaira menangis sejadi-jadinya sambil menggigit selimut pasien yang digunakannya, untuk menahan Suaranya yang rasanya ingin menangis dan berteriak sekencang kencangnya kalau saja saat ini iya tidak berada di dalam Klinik.


Setelah puas menangis akhirnya iya tertidur karena terlalu lelah setelah melewati rasa sakit saat melahirkan bayinya.


*


*


*


Saat ini Radit sudah tiba di Klinik KIA Darma Putra setelah sebelumnya mendengarkan penjelasan dari mertuanya iya langsung bergegas pergi dari sana dengan dikuasai oleh amarah yang sudah sampai di ubun-ubun, dengan langkah tegapnya iya berjalan menuju ruangan Perawatan Kaira setelah Keylin memberitahukan nomor kamar nya kepada Senjaya.


Dari kejauhan Keylin yang sedang duduk dapat melihat tubuh tegap laki-laki yang berjalan kearahnya, iya langsung berdiri saat tahu siapa yang datang, Keylin bahkan tidak berani menatap orang yang ada didepannya, karena raut wajahnya yang begitu menyeramkan dengan kilatan penuh amarah "dimana Kaira?" tanyanya tanpa basa-basi


"Ee..eee Kaira..ada didalam, dia.." tunjuknya pada pintu rawat Kaira, suara terasa tercekat di tenggorokan karena takut dengan kemarahan Radit.


Belum selesai iya menjelaskan Radit sudah berdiri didepan pintu rawat istrinya "Radit..Radit tunggu, aku akan menjelaskan semuanya, tolong dengarkan...." Kakinya terhenti saat Radit sudah melangkahkan kakinya kedalam tanpa memberinya waktu untuk menjelaskan.


"APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN HAH, DIMANA OTAKMU, KAMU BENAR-BENAR KEJAM KAIRA, HANYA KAMU IBU YANG MAMPU MEMBUNUH ANAKNYA SENDIRI BAHKAN BINATANG SAJA TAU CARA MELINDUNGI ANAKNYA, TAPI KAMU? apa ini balasan darimu hah, selama ini aku mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku, kau tau aku begitu mengharapkan kehadiran seorang anak dalam rumah tangga kita, memiliki anak dari wanita yang sangat aku cintai, aku sangat mengharapkan itu semua dari mu, tapi apa, KAMU MALAH INGIN MEMBUNUH ANAK KITA KAIRA" ucapnya menunjuk tepat didepan wajah istrinya dengan penuh amarah dan air mata yang jatuh sedari tadi tanpa ijin walaupun iya sudah berusaha menahannya.


Kaira hanya bisa tertunduk, dan menangis sampai tersedu-sedu tanpa mampu mengeluarkan satu katapun dari bibirnya, baru kali ini iya melihat Pria yang berdiri dihadapannya terlihat begitu rapuh sampai mengeluarkan air matanya, karena selama ini Kaira tidak pernah melihat sedikitpun celah kekurangan dalam diri suaminya.


"Maaf..maafkan aku..maafkan aku.." hanya itu kata yang mampu iya ucapkan dengan terbata-bata disela tangisnya sambil berusaha meraih tangan suaminya namun Radit langsung menepisnya, iya tidak Sudi disentuh oleh wanita keji seperti Kaira.


"Tidak ada gunanya kamu menyesali perbuatan mu, semua sudah terjadi, kamu benar-benar kejam, kamu kejam Kaira, kamu sanggup membunuh anak sendiri, aku tidak akan pernah melupakan apa yang telah kamu lakukan kepada anakku, sampai kapanpun tidak akan pernah. Saat anakku keluar dari perutmu sejak saat itu juga dia bukan anak mu lagi, aku tidak mengijinkan mu untuk menyentuh anakku" ucapnya penuh penekanan disetiap katanya untuk menyatakan bahwa anaknya hanya milik dia seorang.


"Maafkan aku, maafkan aku" ucap Kaira nyaris tak terdengar karena tangisannya namun Radit tidak peduli iya langsung keluar dari sana untuk melihat kondisi anaknya.


Saat Radit keluar dari ruangan Kaira, Keylin masih menunggu disana dan langsung mengejar langkahnya, "Radit tunggu aku..


"Apalagi.. apalagi yang ingin kamu jelaskan setelah kalian berusaha ingin membunuh anakku, kamu dengar baik-baik" tunjuknya tepat didepan hidung Keylin "kalau kamu masih ingin hidup lebih lama jangan menampakkan dirimu didepanku lagi mulai dari detik ini, kamu juga harus pergi jauh dari kehidupan Kaira" jawab Radit menatap tajam kearah wanita yang ada dihadapannya dan terus mengayunkan kakinya pergi menuju ruang perawatan bayi.


Keylin terkejut mendengar bentakan yang keluar dari mulut pria itu, selama ini iya hanya mendengar dari orang lain bahwa seorang Raditya Hendra Hermawan adalah pengusaha yang terkenal kejam dan dingin, tidak tersentuh oleh siapapun, namun selama ini Radit selalu baik kepadanya karena dia adalah sahabat dari istrinya, tapi hari ini dia menyaksikan sendiri siapa sebenarnya Pria yang ada didepannya.


*


*


BERSAMBUNG 💥💥💥💥


mohon maaf kalau terdapat banyak typo