
Sekarang ini Radit telah tiba dirumahnya, saat melewati ruang tamu iya mendapati Kaira tertidur di sofa karena kelamaan menunggu, bagaimana tidak tertidur karena sekarang sudah menunjukkan pukul 23.45 Wib. Iya pulang larut karena menuruti keinginan Jeny yang minta ditemani pergi jalan-jalan di Mall terbesar di kota itu, Radit bukannya tidak bisa menolak, tapi karena sedang menjadikannya sebagai umpan, mau tidak mau iya harus merubah sedikit sikapnya.
Saat sudah berada tepat didepan Kaira, iya hanya menatap nanar pada wanita yang sudah mengisi hari-harinya selama ini, tidak terbiasa memang dengan kondisi mereka saat ini, namun hatinya terlalu sulit untuk memaafkan semua yang telah dilakukan Kaira. Iya mendekat hendak menyentuh pucuk kepala istrinya, namun sedetik kemudian iya menarik kembali tangannya yang terulur, didalam hatinya seperti ada sesuatu yang sulit dijelaskan untuk melupakan semua yang telah terjadi. Akhirnya iya mengurungkan niatnya dan berlalu begitu saja menuju kamar.
*
*
Saat sudah pukul 2.00 Wib Kaira terbangun karena perutnya begitu lapar, iya melihat jam yang dipasang diruang tamu "sudah hampir dini hari, apa dia sudah pulang? tanyanya pada diri sendiri. Iya bangun dari duduknya dan menuju dapur untuk mengisi perutnya yang belum terisi dari semalam, karena iya bermaksud akan makan setelah suaminya pulang.
Sedangkan didalam kamar setelah selesai membersihkan diri Radit merebahkan tubuhnya diatas ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya, namun nyatanya matanya sulit terpejam. Disatu sisi iya masih memikirkan anaknya yang entah bagaimana nasibnya setelah keluar dari Klinik, dan disisi lainnya tidak dapat dipungkiri bahwa iya masih memikirkan Kaira.
Saat iya tengah berpikir..
Ckrekk..Suara pintu dibuka
Dengan cepat iya merapikan selimut pura-pura tertidur untuk menghindari Kaira.
Kaira berdiri didepan pintu, menatap sedih kepada suaminya karena benar-benar mengabaikannya setelah iya melahirkan Raka. Dengan langkah gontai iya menuju ranjang dengan gerakan perlahan karena takut akan membangunkan Suaminya.
Kaira menatap lekat wajah suaminya yang begitu iya rindukan, "Apa yang harus aku lakukan untuk mengembalikan mu seperti dulu, aku benar-benar kehilangan sosok seseorang yang sangat mencintaiku, aku sangat tersiksa diabaikan olehmu seperti ini" ucapnya pelan sambil menahan tangis memikirkan perubahan sikap suaminya.
Setelah puas menatap wajah suaminya akhirnya iya terlelap, setelah mendengar napas teratur yang menandakan bahwa pemilik jiwa sudah tertidur. Radit membuka matanya, iya dapat melihat kesedihan diwajah cantik mahakarya Tuhan yang masih tetap terlihat indah dimatanya walaupun situasinya sekarang sudah berbeda. Iya mengulurkan tangannya untuk menghapus sisa air mata dipipi Kaira dengan satu tangannya "Andai dulu kamu tidak menyakiti Raka kita pasti sudah menjadi keluarga yang bahagia sekarang." ucapnya sedih.
*
*
Mentari pagi sudah menampakkan dirinya kepada penduduk bumi Kaira terbangun dari tidurnya, hendak menyiapkan sarapan untuk suaminya, saat iya membuka mata dan menoleh ke kesamping, namun sudah tidak mendapati Radit disana.
Iya beranjak menuju kamar mandi, menempelkan telinganya pada daun pintu berharap suaminya ada didalam sana, namun tidak mendengar ada tanda-tanda ada orang disana, akhirnya iya memutuskan untuk turun.
Kaira mengedarkan pandangannya kesana kemari untuk menemukan sosok yang dicarinya, namun hasilnya sama saja. Iya menghembuskan nafasnya kasar, karena yakin kalau suaminya telah pergi, "Pulang telat setelah aku tertidur dan pergi pagi sebelum aku bangun, aku tidak akan menyerah, aku akan berusaha mendapatkan maaf dari mu Suamiku" Kaira tersenyum penuh arti.
Dalam hatinya bertanya-tanya Kemana suaminya pergi diakhir pekan seperti sekarang ini, namun iya memutuskan untuk tetap menunggu dirumah dan melakukan aktifitas seperti biasanya.
Sedang ditempat lain tampak seorang wanita tengah tertawa ria sembari memilih perlengkapan bayi bersama seorang pria. Ya saat ini Radit sedang meminta bantuan Jeny untuk memilih barang-barang perlengkapan untuk Raka.
💫
💫
To Be Continue 👉💙💙