My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Part 23


Kaira sedang menuruni tangga,dari kejauhan iya dapat melihat Radit begitu perhatian kepada wanita yang ada disampingnya. Mereka pulang saat hari hampir sore.


Ya Kaira mengenal Jeny karena sering bertemu saat pertemuan keluarga. sambil terus berjalan mendekat kearah dimana Kaira berdiri mereka tertawa bersama sambil terus berbincang ria.


"kamu istirahat saja dulu, kamu pasti capek seharian bantu membelikan barang perlengkapan untuk Raka" ucapnya pada Jeny tanpa memperdulikan Kaira.


"Aku gak papa, kamu tenang saja..eh hai.. Kaira gimana kabar mu setelah melahirkan?" tanyanya ramah dengan senyum merekah.


"Aku baik-baik saja" jawabnya tersenyum canggung melihat kedekatan mereka.


"Tidak perlu menanyakan keadaannya, kalau pun sakit, itu pantas untuk orang kejam sepertinya" sela Radit dengan tatapan tajam kearah Kaira, kemudian langsung menggandeng tangan Jeny menuju kamar yang akan mereka siapkan untuk Raka.


Jeny tersenyum canggung kepada Kaira karena perlakuan Radit kepadanya. Kaira hanya diam memandang kepergian mereka sampai mereka menghilang dibalik pintu kamar Raka.


Iya memilih keluar dari rumah karena hatinya sakit melihat suaminya sendiri lebih perhatian kepada wanita lain, dan mengacuhkannya. Kaira memilih pergi kerumah orangtuanya untuk menemui mom Tia, tanpa berpamitan kepada Radit iya langsung keluar begitu saja.


Hanya memerlukan waktu beberapa menit iya sudah sampai di depan Mension keluarganya. Dari kejauhan dapat dilihat gerbang tinggi menjulang menandakan kediaman tersebut cukup elite. Penjaga gerbang yang berada di pos jaga langsung membukakan pintu gerbang saat mengetahui siapa yang datang.


Setelah dipersilahkan dan menyapa mang Ojo barulah Kaira masuk. "Dimana Mommy bik, tanya Kaira saat sudah masuk kedalam mension namun tidak menemukan keberadaan orangtuanya.


"Eh ada non Kaira" sapa bik Tuti "Nyonya ada taman belakang non bersama Tuan" bik Tuti memberitahukan nona mudanya.


Kaira langsung bergegas ketempat Mom Tia berada "Mom" panggilnya saat telah tiba di taman belakang.


Tia yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh kebelakang, "Jangan la..ri" belum selesai Tia mengingatkan untuk tidak berlari namun anaknya sudah sampai dalam dekapannya. Kaira berlari kearah Tia dan memeluk erat wanita yang telah melahirkannya.


"Bagaimana keadaanmu sayang, kamu harus menjaga kesehatan kamu baru selesai melahirkan." ingatnya kepada anaknya.


"Tapi apa?"


"Hatiku tidak baik, lama iya menjeda ucapannya barulah kembali menjelaskan maksud kedatangannya "Radit sangat marah dengan semua yang telah aku lakukan, aku kejam Mom..aku kejam.. menyakiti Raka" tangisannya pecah saat mengigat kebencian suaminya dan tidak memperbolehkan dia untuk merawat Raka bahkan Radit memilih membawa Jeny untuk memilih barang-barang keperluan Raka.


Mom Tia kembali memeluk anaknya untuk menenangkan Kaira, selama ini Mom Tia bukannya tidak ingin mengunjungi Kaira setelah melahirkan.


Tia juga tahu bahwa Kaira sedang memilik masalah dengan Radit, namun Senjaya melarangnya dengan keras untuk tidak ikut campur masalah rumah tangga anaknya.


Saat Tia sedang menangkan Kaira suara seseorang mengangetkan mereka "untuk apa kamu datang kesini" Kaira tidak berani menoleh karena tahu siapa pemilik suara itu.


"Apa kurang cukup kamu mempermalukan kami didepan keluarga Hermawan, ditaruh dimana muka saya memiliki anak seperti mu, yang lebih kejam dari pada B*****g hah" hardik marah Senjaya dengan suara beratnya.


Kaira masih tetap menunduk sambil menggenggam erat tangan Mom Tia, tanpa berani sedikitpun untuk mengangkat wajahnya dengan air mata yang meluncur bebas walaupun sudah berusaha iya tahan.


Iya sadar telah melakukan kesalahan namun sekarang iya telah menyesalinya.


"Dad" ucap Tia tidak tahan melihat kemarahan suaminya kepada anaknya. Tia menatap suaminya dengan tatapan memohon mengisyaratkan cukup, bagaimana pun tidak ada seorang ibu yang akan tega membiarkan orang lain menyakiti anaknya bahkan suami sekalipun.


*


*


BERSAMBUNG