
Setelah selesai menemui Keylin, Kaira langsung pulang karena takut Radit mengetahui bahwa iya masih sering bertemu Keylin, mengigat kemarahan Radit kepada Keylin yang telah membantunya untuk membunuh Raka.
Saat hendak menuju kamarnya, Kaira mendengar tangisan Raka dari dalam kamarnya. Iya melihat Lea tertidur lelap, Kaira melambaikan tangannya untuk memastikan bahwa Lea benar benar sudah terlelap. "Sepertinya aman" gumamnya pelan.
Kaira mengangkat tubuh mungil Raka yang sedang menangis dari dalam Box baby "Usss..usss..usshh..sayang Mommy jangan nangis, Mom ada disini" ucapnya memenangkan Raka, tidak lama setelahnya Raka berhenti menangis, setelah Raka tenang Kaira meletakkan bayinya didekat Lea karena tidak mau berlama lama disana. Bukannya iya tidak mau bersama Raka namun iya tidak mau terjadi keributan jika Radit tahu dia sudah menyentuh Raka.
*
*
Dikantor saat jam makan siang, seorang wanita masuk kedalam ruangan Radit tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, wanita itu semakin lengket dengan Radit semenjak Radit memberinya lampu hijau.
Jeny langsung menuju meja kerja Radit, Jeny langsung mendudukan dirinya di sandaran kursi Radit dengan mengalungkan tangannya pada leher pria itu. Radit tidak menolaknya iya memilih mengikuti kemauan wanita itu selama tidak melewati batas.
"Ayo kita pergi makan siang" ajaknya karena memang tujuan Jeny datang kesitu untuk pergi makan siang dengan pujaan hatinya.
"Mmmm" Radit menurut saja karena memang perutnya sudah lapar.
Dari kejauhan seseorang mengernyitkan dahinya melihat kedekatan dua insan yang kini sedang berjalan beriringan menuju life.
*
*
Radit pulang larut malam karena memang pekerjaannya banyak, saat datang Radit mendapati Kaira sudah terlelap, karena malam ini Kaira memutuskan untuk tidak menunggu Radit pulang.
Setelah membersihkan dirinya iya naik ke atas ranjang, Radit membolak-balik badannya karena matanya yang enggan terpejam iya melihat istrinya yang sudah terlelap, Radit memandang lekat wajah wanita yang sudah satu tahun lebih ini hidup bersamanya.
Terbesit dipikirannya merindukan kegiatan panasnya bersama Kaira, karena setelah kelahiran Raka dia tidak pernah memberikan nafkah batin kepada Kaira. Lama iya menimbang apakah iya harus memberikannya malam ini.
"Kaira" panggilnya sekali lagi sembari menggoyangkan bahu Kaira untuk membangunnya.
"Mmmm" jawabnya singkat dengan mata yang terpejam.
"Bangun sebentar"
"Kenapa belum tidur?" tanyanya setelah membalikkan badannya menghadap Radit.
"Tidak bisa tidur, malam ini jalankan tanggung jawab" ucapnya dengan wajah datar.
"Hah" bukannya memberikan jawaban Kaira menatap tidak percaya dengan permintaan Radit
Tanpa menunggu persetujuan dari Kaira, Radit langsung mengecup tengkuk istrinya. Kaira hanya pasrah menerima sentuhan demi sentuhan yang diberikan oleh Radit, karena jauh didalam lubuk hatinya bahwa iya juga sangat merindukan sentuhan dari suaminya.
Kaira menggenggam erat spray untuk menahan gejolak yang keluar dari tubuhnya saat Radit bermain diarea sensitifnya, yang berakhir dengan penyatuan. Dan yang terjadi selanjutnya adalah pergulatan panas keduanya, membuat suasana dikamar menjadi ikut panas saat dua orang melebur jadi satu saling mengejar Kenikmatan tanpa rasa lelah sama sekali meskipun keringatan mulai menetes dari tubuh keduanya. Bahkan suara erangan dan ******* membuat pria yang kini berada diatas tubuh wanitanya semakin memacu kecepatan gerakannya saat hampir sampai pada puncak ken*kmat*n.
"Mmmhh" ***** wanitanya saat merasakan desakan yang sebentar lagi akan keluar.
"Arrgggh" erang sang pria saat benihnya tertanam sempurna didalam sana.
*
*
*
BERSAMBUNG