My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Part 2


Kaira dan Keylin yang telah selesai dengan kegiatannya keluar dari tempat GYM, sambil berjalan kaira mengecek HPnya ia mendapati banyak panggilan tak terjawab dari My Husband, Kaira mengernyitkan dahinya.


"Kenapa Kai?" tanya Keylin


"Radit menelpon ku, banyak sekali panggilan tak terjawab darinya" Kaira hendak menghubungi Radit karena dia tahu suaminya pasti khawatir.


Sambil tetap berjalan menuju dimana mobil Kaira terparkir, tiba-tiba...


Brukkkkk.......


Seorang anak laki-laki sedang berlari menabrak Kaira


"Ehh anak s*al*n kamu jalan gak pakai mata ya?" Kaira langsung marah dan hendak menjewer telinga anak itu, namun belum sampai tangannya sudah di tahan lebih dulu oleh Keylin, saat Keylin masih menahan tangan Kaira, seorang ibu datang menghampiri mereka "maaf mbak, anak saya tidak sengaja" ucap ibu itu sembari menunduk hormat.


Sebelum Kaira menjawab, keylin lebih dulu mendahului "tidak apa-apa bu, anak ibu juga tidak sengaja" jawab Keylin ramah sambil menahan Kaira yang masih berusaha melepaskan tangannya yang ditahan oleh Keylin.


"Kenapa kau menahan tangan ku...cepat lepaskan"bentak Kaira kesal.


"Kamu itu kenapa? dia itu cuma anak kecil, dia tidak sengaja menabrak mu, sudahlah... ayo kita jalan" . Akhirnya mau tak mau Kaira menurut karena tangannya sudah ditarik oleh teman laknatnya. Karena kejadian tadi Kaira lupa kalau mau menghubungi suaminya.


💫💫💫💫


Kaira bergegas pulang, berharap suaminya belum datang dari kantor, karena tahu suaminya pasti akan marah, karena peraturannya adalah dia diperbolehkan keluar rumah, namun harus atas ijin dari Radit dan harus sudah ada di rumah saat Radit pulang dari kantor.


Saat kaira tiba, iya mendapati mobil mewah suaminya sudah bertengger rapi didalam bagasi, "huh..ternyata dia datang duluan, habislah kau Kaira!" gumamnya pelan.


Kaira keluar dari mobilnya, menghembuskan nafasnya kasar berjalan perlahan dan membuka handle pintu.


"Cekrek.." Sura pintu terbuka Kaira memunculkan kepalanya sedikit untuk memastikan keadaan di dalam. Mata Kaira tertuju pada tubuh laki-laki tegap yang sedang duduk di sofa sambil menonton TV, entah Radit yang menonton TV atau TV yang menonton Radit, karena Radit sedang kesal dengan istrinya yang pergi tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


Kaira berjalan perlahan menuju dimana suaminya berada, ada rasa takut namun iya tau dia tidak akan bisa mengindari suaminya.


Perlahan iya naik ke sofa dimana suaminya sedang duduk, sambil berusaha tersenyum manis kepada Radit.


"Tumben sayang hari ini pulang lebih awal!. Semalamkan bilangnya hari ini akan pulang terlambat, karena ada projek baru"


"Sayanggg...maafkan aku ..." ucapnya manja.


"Sayang janganlah marah" bujuknya sambil menarik tangan suaminya dan di simpan di atas pahanya, masih berusaha merayu suaminya, namun Radit hanya diam saja.


"Cupp" Kaira mencium pipi kiri suaminya.


"Sayang janganlah marah.."


Radit masih bergeming tak menghadap ke arah kaira, dengan suara beratnya ia berkata kepada istrinya "Kaira Zahira, kenapa kamu keluar tanpa ijin dari saya, kenapa kamu tidak menelepon dulu sebelum keluar"


Beberapa saat kaira terdiam, tentu saja karena mimpi buruk sialan itu dia terburu-buru hingga lupa dengan peraturan yang dibuat oleh suaminya.


"Sebenarnya..mmm..." matanya berputar ke kiri ke kanan untuk mencari kata-kata yang tepat untuk menceritakan kepada suaminya.


"Kaira Zahira kamu masih belum menjawab pertanyaan saya" ucap Radit masih dengan tatapan lurus ke depan.


"Janganlah marah, kalau marah seperti ini bagaimana mau jawab" ucap kaira dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Melihat istrinya sudah mulai mau menangis, Radit mulai melembutkan suaranya, karena air mata Kaira adalah kelemahannya.


"Saya hanya bertanya, saya tidak marah, sekarang kamu jelaskan" Radit menyentuh dagu istrinya untuk menghadap kearahnya.


Kaira menatap lekat wajah suaminya laki-laki yang sangat dicintainya, laki-laki yang membuatnya takut untuk kehilangannya, takut apa yang di kata kan Radit dalam mimpinya menjadi kenyataan. Kaira tidak mampu lagi menahan air mata yang sudah ditahannya dari tadi.


Melihat istrinya semakin menjadi menangis, Radit berusaha menenangkan dengan memeluk Kaira "Sekarang coba jelas kenapa Sayang pergi tanpa ijin"


"Aku bermimpi...."


Kaira menceritakan mimpinya kepada Radit


Laki-laki tampan dengan seribu pesona namun terkenal dingin itu bukannya iba, malah tertawa terbahak-bahak.


"Why you laughing ? Kaira bingung dengan suaminya yang tidak peduli dengan kesedihannya.


"Yaa ellah Sayang, hanya karena mimpi, kamu sampai lupa keluar rumah tanpa menghubungiku terlebih dahulu" Radit masih tertawa sambil mendekatkan wajahnya ke Kaira dan menggesekkan hidung mereka, berakhir dengan kecupan singkat dibibir istrinya.


"Dengar Istriku, aku tidak akan meninggalkan mu apapun yang terjadi, biarpun tubuhmu berubah setelah melahirkan anak-anakku, selama kau berada disisi ku, hanya nama Kaira Zahira yang bertahta hatiku, tidak ada yang bisa menggantikannya, kapanpun dan di manapun" jelasnya dengan penuh tatapan cinta.


Hati Kaira menghangat mendengar penjelasan Radit "aku juga sangat mencintaimu, aku tidak akan membiarkanmu pergi dariku, aku akan berusaha yang terbaik untuk membuat mu tidak bosan berada di sampingku, love you my Husband" ucapnya sambil memeluk erat suaminya.


"me too" Jawab Radit yakin


"Karena hari ini kamu sudah melanggar peraturan kamu harus di hukum" bisik Radit ditelinga istrinya, Kaira merinding karena hembusan nafas Radit di telinganya. Tanpa babibu iya menggendong istrinya kedalam kamar, Kaira hanya bisa tersenyum dan pasrah menerima hukuman Radit, sambil mengalungkan tangannya di leher sang suami.


Radit menjatuhkan Istrinya diatas ranjang berukuran king size, dan mengungkung tubuh istrinya untuk melancarkan aksinya, Kaira hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan menggenggam spray erat untuk menahan getaran yang mampu membuat darahnya berdesir hebat, karena permainan sang suami.


"Ahhh.."


"Mmhhh..."


Sura d*s*h*n kedua insan yang sedang dimasuk asmara. Radit semakin bersemangat saat mendengar ******* kenikmatan istrinya, iya menambah tempo gerakannya dibawah sana.


"Arggh.." erang keduanya bersamaan saat telah sampai pada puncak k*n*km*t*n.


Radit menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh istrinya tanpa melepas penyatuan mereka dengan nafasnya yang tersengal-sengal.


setelah puas bermain barulah iya melepaskan Kaira untuk membersihkan dirinya, Radit menggendong Kaira kedalam kamar mandi untuk melakukan ritual mandi bersama.


Setelah mereka selesai mandi, Radit keluar menggunakan handuk sepinggang, menampakkan otot-otot kekar dan roti sobek di area perutnya, dan rambut yang masih acak-acakan dengan air yang menetes dari rambutnya membuat kadar ketampanannya semakin meningkat, sehingga siapa saja yang melihatnya pasti akan ngiler.


Kaira menggunakan kimono dan handuk yang melilit di kepalanya, sehingga menampakkan dengan jelas punggung mulus Kaira.


"Sayang gimana kalau malam ini kita Dinner?"


"Benarkah Sayang" jawab Kaira kegirangan.


"Cepat ganti pakaian kita siap-siap!"


Kaira bergegas menuju ruang ganti, memilih pakaian untuk suaminya dan untuknya. "sayang kamu pakai ini, dan kalau aku pakai ini apa aku akan terlihat cantik? tanyanya pada sang suami mengenai dress berwarna peach yang akan iya gunakan malam ini.


"Kamu pakai apa saja cantik Babby, apa lagi kalau tidak pakai pakaian" ucapnya dengan senyuman nakal mengerjai istrinya.


"Ahh udah deh, menggodanya Sayang"


Kaira memoles make up tipis di wajahnya, setelah selesai Kaira mengajak Radit berangkat. "Aku sudah selesai Sayang, Ayo..!" Ajaknya sambil menggandeng tangan suaminya.


.


.


💥💥💥💥💥💥


BERSAMBUNG